5. Panggilan untuk doa
Misteri kehadiran Allah ini adalah misteri yang amat praktis. Misteri tersebut dinyatakan kepada kita karena kasih Allah sendiri, serta mengundang kita untuk memasuki suatu persahabatan yang mesra dengan Allah sendiri. Pernyataan misteri tersebut adalah undangan utnuk senantiasa hadir pada Allah yang hadir pada kita, pada kedalaman lubuk hati kita. Kehadiran-Nya menyebabkan kerinduan kita kepada-Nya serta kehausan akan doa, karena doa pada dasarnya bukan lain daripada ungkapan persahabatan dengan Allah, suatu percakapan dari hati ke hati dengan Allah sendiri. Rindu akan Allah serta kehausan akan doa ini sesungguhnya suatu rahmat yang amat besar.
Mengalami kehadiran Allah dalam diri sendiri adalah suatu rahmat yang indah sekali, yang diberikan Tuhan kepada sahabat-sahabat-Nya. Mengalami Allah yang menyatakan diri-Nya dalam kedalaman lubuk jiwa kita, makin hari makin mesra dan dalam, adalah rahmat yang tertinggi. Ini juga merupakan permulaan kontemplasi ilahi dan kontemplasi adalah aktivitas tertinggi manusia, sekaligus aktivitas yang paling subur secara rohani. Inilah aktivitas manusia yang akan terus berlangsung dalam keabadian dan akan memenuhi hati manusia dengan sukacita kekaguman dan pujian yang tiada henti-hentinya sepanjang segala masa.
Dilihat dari situ, hidup doa bukan lain daripada misteri persahabatan yang mesra dengan Allah dan titik tolaknya adalah misteri kehadiran Allah itu. Itulah sebabnya sejak semual hidup doa diarahkan pada kontemplasi ilahi serta persatuan mistik dengan Allah, suatu persatuan yang mengubah, persatuan cinta kasih denan Allah yang mengubah segala-galanya. Dari situ kita dapat mengerti seruan St. Yohanes Salib pada jiwa-jiwa yang rindu akan Allah:
“Wahai jiwa, yang terindah di antara segala ciptaan, yang begitu rindu mengetahui tempat tinggal Sang Kekasih, sehingga engkau dapat pergi mencari Dia serta dipersatukan dengan Dia : Ketahuilah, engkau sendirilah tempat tinggal-Nya. Ini sungguh suatu kabar sukacita yang amat besar bagimu, karena mengetahui, bahwa segala kebaikan dan pengharapanmu ternyata begitu dekat dengan engkau, bahkan ada di dalam dirimu sendiri dan bahwa engkau tidak dapat ada tanpa Dia. Bersukacitalah dan bergembiralah dalam keterpusatan batinmu bersama Dia, karena engkau memiliki Dia dalam dirimu dan Dia begitu dekat dengan engkau. Rindukanlah Dia di situ. Sembahlah Dia di situ. Janganlah mengejar Dia di luar dirimu sendiri, karena Dia bersembunyi di dalam dirimu”.
Inilah misteri besar yang dinyatakan Allah kepada anda, karena Dia begitu mengasihi anda dan kerena Dia sangat merindukan kehadiran anda pada-Nya. Inilah pula yang dijanjikan Tuhan Yesus pada perjamuan terakhir ketika Dia bersabda : “Barang siapa mengasihi Aku, dia akan menuruti firmanKu dan Bapaku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam di dalam dia.” (Yoh 14:23). Karena itu saudaraku, galilah misteri indah dan agung ini dan jadikanlah itu dasar seluruh hidupmu dalam Roh.
