Tulisan Rm. Yohanes Indrakusuma

Misteri Kehadiran Allah

4. Kehadiran yang membimbing dan membebaskan

Dalam Perjanjian Lama hidup umat Allah diatur dari luar oleh hukum-hukum yang diberikan kepada mereka. Hukum mengatur hidup mereka agak ketat dan seringkali hukum itu dihayati tanpa suatu kesadaran akan Kasih Allah. Karena iru bila mereka membaca Kitab Taurat, hati mereka seperti terselubung, bahkan hingga hari ini (2 kor 3:15). Itulah keadaan umat pada umumnya dan hanya beberapa tokoh saja yang memiliki hubungan pribadi dengan Allah, seperti kita jumpai dalam diri para nabi. Karena itu pula hubungan mereka dengan Allah agak jauh. Namun Perjanjian Baru membawakan suatu perubahan besar. Lama sebelum kedatangan Tuhan Yesus, Allah telah menjanjikan hal itu. Ia berjanji akan menuliskan hukum itu dalam hati umat-Nya dan pada waktu itulah mereka akan mulai mengenal Dia.

“Aku akan menaruh tauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan : Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua besar kecil, akan mengenal Aku” (Yer 31:33-34). Hukum itu tidak lagi ditulis dengan tinta, tetapi dengan Roh Kudus dalam hati manusia. (bdk. 2 Kor 3:3.6). dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kebebasan (bdk. 2 Kor 3:17).

Roh kudus hadir untuk membimbing kita sesuai dengan pikiran Allah supaya kita mengenal jalan-jalan-Nya (bdk. 1 Kor 2:10-11). Ia memperbaharui budi kita, agar kita dapat membedakan apa yang menjadi kehendak Allah, apa yang benar, apa yang berkenan kepada Allah dan apa yang sempurna (bdk. Rm 12:2). Untuk itulah Roh Kudus memberikan kepada kita pengertian yang luhur, lebih tinggi, sehingga kita benar-benar mengenal pikiran dan hikmat Allah yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia belaka, karena jauh melampaui kekuatannya (bdk. 1 Kor 2:12-14).

Bila anda menyerah secara utuh kepada-Nya, maka Roh yang sama akan membimbing anda dan menggerakkan anda secara halus, namun efektif (bdk. Rm 8:3-16). Dimana ada Roh Allah di situ ada kebebasan (bdk. 2 Kor 3:17). Roh itu pula yang akan mengajarkan kepada anda untuk membuat prioritas-prioritas dalam kehidupan anda secara tepat. Bila anda dibimbing oleh Roh Kudus, anda tidak akan terpusat pada diri sendiri lagi, melainkan pada Allah dan dengan demikian anda akan mengalami perkembangan kepribadian anda yang paling penuh dan menjadi manusia yang amat berbahagia pula. Anda pun akan mengalami bahwa hidup anda digerakkan oleh Roh Allah sendiri, sampai pada detail-deail hidup anda yang paling kecil, karena Ia akan membimbing seluruh hidup anda (bdk. Rm 8:14). Segala sesuatu akan menjadi lebih indah dan penuh urapan.