User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Bahaya-bahaya yang Dapat Muncul

Hakekat dari Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik adalah baik. Namun, dalam praktiknya tetap ada bahaya-bahaya yang harus diwaspadai. Ekses-ekses berikut inilah yang menjadi batu sandungan dan menjadi polemik berkepanjangan dari orang-orang yang merasa tidak senang dengan gerakan pembaruan ini.

1.  Emosionalisme: terlalu menekankan gejala-gejala emosional dalam ibadat, misalnya menangis menggerung-gerung, melompat-lompat, dan sebagainya. Memang, penyembahan dan pujian yang baik juga sering melibatkan unsur emosional, namun pada prinsipnya Roh Kudus tidak akan mendorong orang untuk melakukan tindakan-tindakan emosional yang mengganggu suasana pada umumnya. Roh Kudus adalah Roh yang tertib.

2.  Anti-intelektualisme: penggunaan sarana akal budi untuk menilai atau untuk mengatasi masalah dipandang sebagai suatu kekurangan iman. Contoh: menolak pergi ke dokter kalau sakit karena 'percaya' bahwa Tuhan sendiri dapat menyembuhkan penyakitnya. Akal budi sesungguhnya adalah karunia Tuhan juga, yang dapat digunakan sebagai sarana demi kebaikan umat-Nya.

3.  Indiferentisme: menganggap semua ibadat kepada Tuhan itu sama saja, asalkan dilakukan dalam iman untuk menyembah Kristus. Misalnya, tidak membedakan antara KRK dan Perayaan Ekaristi atau antara kebaktian di gereja yang satu dan gereja yang lain.

4.  Kesombongan rohani: menganggap diri lebih suci daripada orang-orang yang tidak terlibat dalam gerakan pembaruan.

5.  Skisma: pemisahan diri dari Gereja Katolik; bisa dengan menyeberang ke gereja lain atau mendirikan gereja sendiri. Skisma erat kaitannya dengan gejala indiferentisme dan kesombongan rohani.

Penutup

Walaupun tidak sempurna, semoga tulisan singkat ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting