User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Satu Dosa Kecil

Perintah Allah yang pertama adalah agar kita percaya kepada-Nya dan belajar daripada-Nya. Ia ingin agar kita mengambil apa yang Ia berikan kepada kita dan memakainya untuk menaklukkan dunia, tetapi manusia pertama dicobai dan memilih untuk meletakkan harapan mereka pada sebuah dusta yang mengakibatkan potensi mereka terlepas dari Allah. Lebih dari itu, akibat penolakan mereka terhadap perintah Allah yang pertama, dosa masuk ke dalam dunia dan akibat-akibatnya pun segera mulai mengalir, membawa rasa takut dan rasa bersalah.

Dosa lainnya yaitu berpusat pada diri sendiri dan akibatnya pada pernikahan adalah dengan cepat dan tak terelakkan mereka berusaha membenarkan diri mereka di hadapan Allah, bahkan saling mempersalahkan diri di hadapan Allah, “Wanita yang Engkau berikan kepadaku itu—dia memberikan kepada saya buah dari pohon, maka saya makan” (Kej 3:12). Rasa malu pun menjadi suatu kenyataan. ”Mereka menyadari bahwa mereka telanjang sehingga mereka menjahitkan pakaian dari daun pohon ara” (Kej 3:7). Dan lebih celaka dari semuanya itu adalah kematian, “Karena engkau dari debu maka engkau akan kembali ke debu” (Kej 3:19).

Bukankah mengherankan bahwa satu keputusan yang bersifat dosa mempunyai dampak negatif terhadap banyak tingkatan kehidupan, bahkan pada hidup pernikahan yang begitu berharga? Dosa pertama menggelapkan kemesraan pria dan wanita dengan Allah, membuka pintu keterpecahan di antara mereka sendiri, dan mencemarkan kemesraan yang merupakan sebuah tanda resmi adanya pernikahan yang sehat. Dengan kemesraan mereka yang terkompromi, masuklah kecemburuan, kemarahan, perpecahan, bahkan ketidaksetiaan. Ketidaksetiaan ini membuat pernikahan tersebut tidak lagi menjadi sebuah berkat, melainkan sebuah tantangan dan rintangan  yang tak terelakkan beserta dengan risiko dan bahaya yang terkandung di dalamnya.

  Karena akibatnya langsung terjadi pada setiap pribadi manusia, kuasa dosa mempunyai efek besar pada pernikahan. Pria dan wanita perlu ditebus agar rencana Allah bagi pernikahan dan keluarga terjadi dan Allah memenuhi kebutuhan ini dalam diri Putera-Nya, Yesus Kristus.

Yesus telah memberi kita suatu permulaan baru. Setan dikalahkan. Dosa teratasi. Kematian dihancurkan. Suatu hari baru telah menyingsing.

Yesus sendiri bersabda, “Waktunya telah genap, kerajaan Allah telah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:15). Sebuah pernikahan itu terjadi ketika suami dan istri meletakkan iman mereka kepada Yesus dan berusaha untuk memulai hidup dalam “hari yang baru” yang telah diberikan-Nya kepada mereka, tanpa adanya beban-beban yang disebabkan oleh dosa dan perpecahan serta cinta diri. Dalam mendatangkan Kerajaan Allah, Yesus ingin menyampaikan bahwa kuasa Allah jauh lebih besar daripada kuasa dosa dan bahwa Bapa-Nya akan mencurahkan belaskasihan, ketahanan, kebijaksanaan, peneguhan, dan sukacita dari Surga bagi setiap orang yang mencari Dia. Kuasa dosa seperti yang nampak dalam kepahitan, cinta diri, kemarahan, kesombongan dapat diampuni dan dicabut ketika pasangan tersebut datang dan berseru kepada Tuhan. Ia pun ingin menyampaikan bahwa para suami dan istri dapat menemukan damai, bukan karena mereka istimewa, tetapi semata-mata karena Allah mencurahkan rahmat ke atas setiap orang yang ingin hidup dalam “hari yang baru” bersama dan di dalam Tuhan.

Sesungguhnya Yesus telah memulihkan rencana Allah dalam perkawinan. Ketika pasangan suami-istri meletakkan imannya, Yesus menerima janji mereka dan mengikat mereka bersama dengan kuasa Roh Kudus. Oleh iman setiap mempelai inilah, mereka menyadari bahwa Yesus adalah sumber, kehidupan dan kekuatan perkawinan mereka. Suami istri mempunyai jalan masuk ke dalam kuasa ilahi yang menghasilkan cinta dan kesatuan yang lebih mendalam—khususnya bila mereka telah saling melukai dan tak memenuhi harapan dari masing-masing. Dengan berpaling kepada Tuhan, dalam suatu perkawinan ditemukan rahmat Allah untuk mengampuni, untuk mencintai.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting