User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

4.  Petunjuk Praktis

Apapun bentuk metode meditasi yang kita butuhkan, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Ingat dan sadari, bahwa dalam meditasi ibarat kita mendaki gunung dengan begitu banyak  pemandangan, bila tak sadar kita akan berhenti akan tujuan hidup kita, yaitu Allah. Tak mengherankan banyak orang berhenti berdoa. Tetapi, di lain pihak, kita memasuki alam roh, dunia rohani, yakni Allah dan para malaikat, roh jahat dan diri kita sendiri. Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan, mematuhi, dan mengikuti petunjuk ini:

  1. Jangan pernah mengikuti godaan duniawi. Jangan berdoa untuk kepentingan dunia, meskipun itu boleh. Tapi, yang terutama, cari Allah dalam segala sesuatu. Bukankah Yesus bersabda: “Carilah Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka yang lain-lain itu akan ditambahkannya kepadamu” (bdk. Mat. 6:33).
  2. Jangan memperhatikan hal-hal gaib, seperti penampakan, penglihatan, wahyu, pernyataan, rasa rohani, apalagi suara-suara yang tak jelas objeknya (sebab dalam hal ini, bisa jadi suatu kekurangan psikologis). Sebab amat sulit membedakan asalnya, apakah dari Tuhan, setan, atau diri kita sendiri. Selain itu, hati-hati jangan sampai kita tertipu dengan jebakan setan, yang menyamar sebagai malaikat terang. Itu Tuhan, tetapi hantu! Hati-hati dan waspadalah.
  3. Jalan kita satu-dan yang paling aman serta benar ialah jalan iman. Kita harus melangkah dalam iman, pengharapan dan cinta kasih, yang terutama dan terbesar adalah cinta kasih (bdk. 1 Kor. 13:13). Hanya dalam jalan iman, harap dan kasih, kita sampai kepada Allah. Hanya dalam iman, harap dan kasih, kita mencapai persatuan dengan Allah. Camkan nasehat bijaksana dari S. Yohanes dari Salib: “lupakanlah segala sesuatu, peliharalah damai batin, dan arahkan segala adamu hanya kepada Allah.”

5.  Kesimpulan

Demikianlah pemahaman kita tentang Meditasi Katolik. Tentu masih ada kekurangan, tak ada gading yang tak retak bukan. Tetapi, kita belajar dari para kudus yang telah mencapai gunung Allah, telah masuk kemuliaan surgawi, jalan yang telah teruji, jalan yang benar, yang berdasar pada iman kepada Kristus dan Gereja-Nya. Waspadalah terhadap meditasi yang di dalamnya tak satu pun menyerukan Allah Tritunggal dalam Pribadi Yesus Kristus, sebab itu bukan meditasi Katolik. Melalui kesetiaan dan ketekunan, kita sampai pada tujuan hidup kita, yaitu kasih kepada Allah dan sesama, dan kasih itulah yang menyelamatkan kita. Tuhan memberkati kita semua.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting