3. Penghayatan Meditasi Katolik
Demi mencapai hidup rohani yang mendalam, menghasilkan buah rohani yang berkelimpahan, kita perlu mendalami pengertian tentang meditasi Katolik dan menghayati secara benar serta tepat sasaran. Kita membutuhkan metode atau sarana yang perlu untuk melakukan meditasi Katolik ini.
3.1. Doa Yesus
3.1.1. Arti Doa Yesus
Doa Yesus berasal dari Gereja Timur. Doa ini amat sederhana dan doa ini dapat membawa kita pada hidup rohani yang mendalam serta menguduskan hidup kita. Hanya dengan satu kata tunggal, namun dalam penuh iman dan kasih, kita menyerukan nama Yesus. Rumusan banyak, dari Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, kasihanilah aku orang berdosa, atau Tuhan Yesus Kristus, kasihanilah aku, atau hanya nama “Yesus” saja (bdk. Kis. 2: 21; Luk. 18: 38; Luk. 18: 13).
Cara mempraktekkan amat mudah. Cukup menarik nafas sembari menyerukan “Ye…” dan menghembus nafas sambil menyerukan nama: “sus..” Bisa pula, kita menyerukan nama Yesus dalam hati. Orang dapat menyerukan doa Yesus dalam kegiatan sehari-hari yang tak melibakan peran budi, misalnya berjalan, memasak, menyapu dan sebagainya. Namun, kita perlu menyempatkan waktu dengan setia, dari 5-10 menit setiap pagi dan sore, hingga 20-30 menit setiap pagi dan sore.
Motivasi doa Yesus ialah bukan perkara duniawi bahkan rohani. Kita harus mempunyai kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita menyadari panggilan Tuhan dan kita menjawabnya dengan berdoa Yesus dalam iman, pengharapan dan kasih. Sebab, Allah layak dicintai demi dirinya sendiri, dan bukan banyak berpikir tentang Allah, tetapi banyak mencintai, demikian kata S. Teresia Avila.
3.1.2. Sikap Tubuh
Ada dua sikap yang perlu diperhatikan. Pertama, sikap duduk:
- Dengan dingklik
- Duduk di atas tumit
- Sikap LotusDuduk di kursi dengan punggung tegak.
- Lotus penuh. Kaki kanan diletakkan di atas paha kiri, sedangkan kaki kiri diletakkan di atas paha kanan. Punggung tegak, pandangan ke depan.
- Lotus setengah. Salah satu kaki diletakkan di atas paha.
- Lotus istirahat. Semua kaki diletakkan di bawah, lutut menempel di lantai (untuk keseimbangan).
- Duduk di kursi dengan punggung tegak
Kedua, sikap tangan:
- Barometer. Kedua ibu jari dilekatkan, kemudian di atas diletakkan di atas pangkuan. Biasa bila pikiran kita tak fokus, maka kedua ibu jari tangan akan terlepas.
- Ibu jari dilekatkan dengan jari telunjuk. Kedua tangan diletakkan di atas pangkuan, cara ini berfungsi sama, bila pikiran melantur, jari telunjuk akan terlepas.
- Tangan terbuka. Diletakkan dia atas pangkuan, melambangkan bahwa kita mau membuka hati kepada Yesus.
3.1.3. Buah-buah Doa Yesus
Bila kita setia dan tekun melakukan doa Yesus, kita akan mengalami buah-buahnya:
- Doa ini membantu kita mengarahkan perhatian kita pada satu titik, yaitu Allah.
- Doa ini memberikan ketenangan dan kedamaian yang besar dalam hidup.
- Doa ini membantu kita mengalami penyembuhan batin dan mengatasi kelemahan dan dosa kita.
- Doa ini membantu mencapai hidup yang suci.



