User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Article Index

 

3. Yesus lalu menampilkan wajah Allah, Bapa-Nya dalam pelayanan-Nya

Apa yang dilakukan Kristus adalah ungkapan dari apa yang dilakukan oleh Bapa, sehingga kita bisa melihat Allah dalam diri Yesus. Yesus datang ke dunia untuk membawa apa saja yang ada pada Allah (bdk. Yes.61:1-2).

Setiap kali Yesus menyembuhkan, memberi makan, mengampuni, menghibur dan membuat tanda-tanda, sebenarnya Allah Bapa sendirilah yang melakukan semua itu di dalam Kristus (Yoh.8:28). Oleh karena itu, Rasul Petrus meringkas hidup dan pelayanan Kristus seperti tertulis dalam Kis.10:38, “…yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Segala sesuatu yang dilakukan Yesus sungguh berkenan kepada Allah. Hal ini jelas tertulis dalam Yoh.8:29, “Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Sebagaimana Yesus sepanjang hidup dan pelayanan-Nya di depan publik selalu menampilkan wajah Allah Bapa-Nya, demikian jugalah seharusnya kita para pengikut Kristus.

 

4. Yesus berani taat dan rela menderita


GODAAN PERPECAHAN DALAM GEREJA

Kerinduan hati Yesus yang terdalam sebagaimana kita ketahui dari doa-Nya bagi semua orang yang percaya dalam Yoh.17:21-23, “…supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu…”

Yesus berdoa secara khusus bagi para murid-murid-Nya, bagi semua orang yang percaya dan bagi semua orang yang melayani-Nya secara khusus. Doa Yesus ini disertai dengan kebijaksanaan dan cinta yang tidak terbatas sebab Ia mengerti bahwa mereka yang sungguh-sungguh mau melayani-Nya dengan hati murni dan tulus akan senantiasa mengalami hambatan. Si iblis akan berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan karya Allah dengan menggoda orang-orang yang dipakai Tuhan. Bila tidak bisa membawa orang-orang yang melayani Tuhan jatuh dalam dosa, iblis akan berusaha menentang dan memusuhi mereka melalui tangan-tangan orang lain yang terbuka terhadap bisikannya. Pertentangan atau permusuhan ini bisa saja timbul dari kalangan biasa maupun penguasa, dari umat beriman maupun pimpinan. Tak jarang terjadi bahwa perlawanan yang paling hebat justru datangnya dari orang-orang yang menurut jabatannya seharusnya melindungi karya Allah.

Perlawanan dan penganiayaan semacam itu dialami oleh setiap pembaruan yang oten tik. Pembaharuan besar dalam Gereja yang diupayakan oleh para Fransiskan dan Dominikan pada abad XIII mendapat reaksi negatif yang hebat dari kalangan hirarki, para imam dan uskup-uskup tertentu. Pada abad XVII, reformasi S. Teresa Avila yang mempunyai dampak besar sekali bagi Gereja mendapat tantangan hebat, sehingga Teresa dan Yohanes Salib harus menanggung banyak sekali aniaya dan kesengsaraan. Sejarah membuktikan bahwa motivasi utama dari perlawanan itu adalah iri hati dan kepentingan/ambisi pribadi.

Dewasa ini, Pembaruan Karismatik mengalami hambatan dan pertentangan di mana-mana meskipun telah memperoleh dukungan dari pimpinan Gereja, yaitu Sri Paus dan konferensi para uskup. Situasi ini memang berbeda dari zaman para Fransiskan dan Teresa, namun ada juga persamaannya. Kali ini pembaruan itu menyangkut seluruh lapisan umat dalam Gereja dan tersebar luas di kalangan umat. Tantangannya sama, yaitu iblis yang tidak senang dengan semua itu, sehingga ia membangkitkan perlawanan di mana-mana. Melihat teladan pendahulu kita dan belajar dari sejarah, dalam situasi yang sukar kita harus tetap setia dan taat. Kesetiaan dan ketaatan membutuhkan kedewasaan iman. Orang yang sungguh beriman akan taat kepada Yesus sendiri, yang adalah Kepala Gereja-Nya, di dalam diri para wakil-wakil-Nya, yaitu para pemimpin Gereja. Semangat untuk selalu setia dan taat telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam ketaatan-Nya kepada Bapa sampai wafat di kayu salib. Jadi bila kita mau mengikuti Kristus, kita juga harus meneladani ketaatan Kristus. Bila kita tetap setia dan taat, Tuhan akan memberkati kesetiaan itu dengan rahmat yang berlimpah-limpah.

Cara iblis yang paling ampuh untuk memecah-belah Pembaruan Karismatik adalah dengan berusaha menghancurkan pembaruan itu dari dalam. Iblis selalu berusaha menimbulkan perpecahan, permusuhan, iri hati dan persaingan tidak sehat diantara para pemimpin Karismatik sendiri. Inilah senjata yang paling ampuh untuk menghancurkan pembaruan itu sendiri.

Perpecahan dalam Pembaruan Karismatik paling sering diakibatkan oleh godaan kekuasaan. Orang-orang yang terlibat dalam Pembaruan Karismatik rawan sekali terhadap hal ini karena setelah mengalami pencurahan dan menerima kuasa Roh Kudus, orang bisa saja, kalau tidak waspada, menggunakan kuasa itu untuk kepentingan sendiri.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting