User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Yang pertama-tama harus kita sadari adalah Roh Kudus itu sungguh-sungguh ada dan hadir dalam jiwa kita, persis seperti di surga. Tahukah Anda bahwa Anda adalah kenisah Roh Kudus, bahwa Roh Kudus tinggal di dalam Anda? Bahkan dalam yang terkecil dari kalian, Roh Kudus hadir. Bukankah ini luar biasa? Tuhan yang Mahabesar, yang tidak bisa ditampung oleh seluruh alam semesta, mau datang dan tinggal di dalam jiwa kita yang sempit itu.

Roh Kudus hadir dalam jiwa kita sama nyatanya dengan kehadiran Yesus di dalam tabernakel, hanya caranya lain. Bila masuk gereja atau kapel, apa yang kita lakukan? Bukankah kita memberi hormat dan menyembah Tuhan Yesus dalam tabernakel? Kita menyadari kehadiran Yesus secara istimewa dalam Sakramen Mahakudus. Lalu, mengapa masih banyak dari kita yang kurang mengenal Roh-Nya, padahal Ia tinggal begitu dekat dengan kita; padahal kita hanya bisa mengenal Yesus melalui Roh Kudus-Nya? Yesus sendiri memohon kepada Bapa agar Roh Kudus itu diberikan kepada kita sebagai Penolong, yang tinggal dalam diri kita. Memang dunia tidak melihat Dia, tidak mengenal Dia. Akan tetapi, Anda. . . kamu mengenal Dia sebab Ia menyertai kamu dan tinggal di dalam kamu (Yoh
14:16-17).

Roh Kudus itu hadir dan tinggal di dalam kita. Kita adalah tabemakel-Nya. Coba pikirkan hal ini dengan baik-baik. Kita membawa Allah di dalam diri kita sepanjang waktu. Jiwa kita adalah surga kecil tempat Allah tinggal. Karena itu, kita clisebut ilahi. Roh Kudus bersatu dengan kita. Kita mengambil bagian dalam kodrat Allah yang tidak kita pahami. Berkat Roh Kudus di dalam jiwa, kita dibuat ilahi Seperti Allah sendiri. Sekali lagi, ini sangat luar biasa.

Roh Kudus berada di dalam jiwa kita tidak hanya sebagai tamu. Ia hadir sebagai mempelai jiwa. Persatuan-Nya dengan kita adalah persatuan yang mesra dan penuh cinta. Ia mendampingi kita sebagai mempelai dan pembimbing kita. Ia membimbing kita seperti seorang ibu membimbing anaknya atau seperti sebuah lampu yang menerangi jalan kita yang gelap. Mereka yang menyadari kehadiran Roh Kudus dan mencintai-Nya akan mengalami segala kegembiraan di dalam hatinya dan tidak akan mengalami ketakutan lagi, sebab ia tahu bahwa Allah selalu besertanya. Dengan demikian, mereka juga akan menemukan doa yang begitu menyenangkan sehingga mereka tidak akan mempunyai waktu cukup untuk berdoa.

Kita sering merasa malas untuk berdoa karena kita sering tidak mau menyadari bahwa Roh Kudus hadir dalam diri kita. Ia juga hadir meskipun kita tidak merasakan kehadiran-Nya. Perasaan kita itu tidaklah cukup untuk menampung kehadiran Allah. Hanya dengan mata imanlah kita dapat menemukan kehadiran terus-menerus-Nya di dalam jiwa kita. Lihatlah dengan mata iman siapa yang ada di dalam hatimu maka engkau tidak akan merasa kesepian atau ketakutan lagi.

Roh Kudus itu datang dan diam di dalam kita sejak kita dibaptis. Di situ Ia tinggal untuk selamanya. Ia ada di situ siang dan malam, sepanjang hari, baik kita terjaga atau pun tidur. Ia hadir dalam diri kita saat kita melakukan aktivitas-aktivitas kita, pekerjaan-pekerjaan kita, apa pun itu. Ia hadir kalau Anda sedang memasak, atau menyetir, atau belajar, atau apa pun yang Anda lakukan. Dan, sekali lagi Ia hadir bahkan bila kita sedang tidur. Roh Kudus tidak pemah tidur, bukan? Ia selalu menyertai kita siang dan malam, bahkan untuk selama-lamanya sampai kekal. Jiwa kita adalah tabemakel hidup untuk selama-lamanya. Coba Anda membayangkan seorang ibu yang sedang memomong anaknya yang kecil. Apakah ia akan membiarkan anaknya itu kelaparan, atau kepanasan, atau kekurangan sesuatu? Apakah kalau anaknya menangis, ia tidak akan mencari sebabnya dan berusaha menenteramkan anaknya? Apakah ia tidak akan menjaga anaknya dari segala marabahaya?

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting