Tanya Jawab Iman

Saksi Yehowah di Pintu Anda


Cara Mereka Menambah Jumlah

Kalau saya boleh mengumpamakan ajaran keyakinan sebagai suatu produk, pewartaan berarti meliputi pengiklanan dan pemasarannya. Untuk urusan pemasaran ini rasanya jarang ada aliran keyakinan di dunia ini yang melampaui pengalaman dan dedikasi para saksi Yehowah. Kebanyakan dari mereka hanya mengambil kerja paruh-waktu supaya punya lebih banyak waktu untuk mewartakan. Anggota-anggota yang serius umumnya menghabiskan 60 hingga 100 jam setiap bulan untuk mewartakan. Sebagian bahkan menghabiskan lebih banyak daripada itu. Di pusat mereka di Amerika, “Watch Tower”, tidak jarang ada yang bekerja penuh-waktu.

Sejak awal salah satu prinsip keyakinan mereka ialah pewartaan. Bahkan boleh dikatakan kelangsungan keberadaan mereka bergantung penuh dari pewartaan. Namanya saja “Saksi Yehowah”. Nama itu menandaskan apa sesungguhnya jati diri mereka: saksi. Setiap anggotanya diharapkan melakukan pewartaan, atau mereka lebih suka memakai kata: kesaksian, sedapat mungkin. Jadi, jangan meremehkan kekuatan dan pengalaman mereka. Ibarat perusahaan, mereka punya pengalaman lebih dari seratus tahun di bidang ini!

Keberhasilan mereka menarik banyak orang ke kelompok mereka disebabkan juga oleh sifat ajaran mereka yang gamblang. Artinya, penjelasannya bisa ditangkap oleh masyarakat secara umum. Tidak ada unsur-unsur klenik atau esoterik (baca: hanya bisa diterima oleh orang-orang tertentu saja) yang menyertai ajaran mereka. Hal ini yang membedakan mereka dengan Mormonisme, khususnya mormon fundamentalis, misalnya sekte Yearning for Zion, yang pada awal tahun 2008 pernah menjadi berita di koran-koran dan majalah-majalah internasional. Ajaran saksi Yehowah lebih simpatik dan punya pandangan yang bisa diterima pula secara rasional.

Cara mereka mewartakan keyakinan sangat beragam. Semua sarana komunikasi dipakai. Sarana yang tetap menjadi ujung tombak mereka ialah majalah, pamflet, buku-buku tipis yang disebarluaskan secara gratis di seluruh dunia. Banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lokal dan didistribusikan secara rutin. Secara pribadi mereka juga rajin mengirimkan e-mail dan sms kepada kenalan dan sanak-saudara.

Meskipun sarana tulisan banyak dipakai, sarana lisan, komunikasi langsung dengan pendengar tetap merupakan sarana paling utama. Mereka dilatih secara intensif justru untuk itu. Pertama, mereka diberi teknik untuk mengenali orang-orang yang prospektif untuk diajak bicara. Umumnya, sasaran mereka ialah orang-orang yang sedang bingung soal keyakinan mereka atau yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup mereka, entah itu secara finansial ataupun relasi. Selain itu, mereka juga memiliki buku pegangan khusus dengan contoh-contoh pewartaan efektif kepada penganut agama Budha, Hindu, Islam, bahkan Yahudi. Mereka juga diberi bekal teks-teks Kitab Suci serta jawaban-jawaban untuk setiap tanggapan rekan bicara mereka atas teks-teks tersebut.


Beberapa Tips untuk Menghadapi Saksi-saksi Yehowah

Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa para saksi Yehowah siap menghadapi segala reaksi dari pendengar mereka, mulai dari tanggapan lisan sampai mimik muka. Saya akan memberikan beberapa tips dari mereka yang telah berpengalaman bercakap-cakap dengan para saksi Yehowah.


1. Perdalam pemahaman Anda tentang iman Katolik.

Sadarlah bahwa sebagian besar dari para saksi Yehowah memiliki pemahaman Kitab Suci yang sangat baik. Sebaliknya, sebagian besar orang Katolik tidak. Gunakan waktu Anda untuk membaca Kitab Suci. Lengkapi pemahaman Anda dengan membaca buku-buku tafsir Kitab Suci dari ahli-ahli Katolik. Bacalah pula literatur-literatur Katolik yang menunjang, terutama Katekismus Gereja Katolik. Selain itu, saya merekomendasikan buku-buku apologetis (soal mempertanggungjawabkan iman Katolik) yang sudah cukup banyak dijual di toko-toko buku Katolik. Anda tidak akan tahu kapan semua itu akan dibutuhkan.


2. Kenali inti-inti ajaran para saksi Yehowah, terutama perbedaan-perbedaan dengan ajaran Katolik. 

Di atas sudah cukup banyak dijelaskan.


3. Kenali pula teknik-teknik pewartaan mereka.

Sasaran mereka ialah orang-orang yang bingung akan iman mereka atau yang sedang mengalami kesulitan hidup. Namun, mereka juga siap untuk mewartakan kepada orang-orang yang tidak mereka kenal. Kalau bertemu dengan saksi Yehowah yang tidak Anda kenal, ingatlah bahwa mereka telah sangat terbiasa mendapatkan penolakan. Beberapa contoh cara mereka memulai percakapan:

Jika dijawab: “Saya tidak tertarik pada keyakinan Anda,” mereka akan menanggapi dengan kata-kata seperti ini: “Ya, ini bukan kali pertama kami mendengar jawaban seperti itu. Tapi, apakah Anda pernah berpikir mengapa saya dan banyak saudara saya yang lain mau bersusah-payah melakukan hal yang memalukan ini: keliling sambil mengetuk pintu orang, meskipun kami tahu sebagian besar dari Anda akan menolak kami?”

“Saya sudah tahu tentang agama Anda.” Para saksi Yehowah akan menjawab: “O, saya sungguh senang mendengar itu. Apakah ada kenalan atau keluarga Anda yang berasal dari kalangan kami? Apa pendapat Anda tentang keyakinan kami akan dunia ini? Setujukah Anda akan pendapat kami bahwa Tuhan sedang berencana untuk menghancurkan kejahatan dalam dunia ini?”

“Maaf, saya tidak tertarik.” Jawaban mereka biasanya: “Tidak tertarik? Bolehkah saya tahu apa maksud Anda. Apakah Anda tidak tertarik untuk berdiskusi soal agama? Atau Anda hanya sekedar tidak peduli soal agama? Bukankah agama itu sangat penting bagi banyak orang yang lain? Bahkan bukankah agama ada untuk menyelesaikan problem di dunia ini? Atau Anda setuju pada pendapat lain bahwa justru agamalah sumber masalah di dunia ini?”

Contoh-contoh di atas dapat memberikan gambaran betapa ngotot-nya (bersikukuh-nya) para saksi Yehowah ini. Mungkin penolakan bukanlah jalan terbaik untuk menghadapi mereka. Karena itu, perlu tips berikut:


4. Ajak mereka untuk berdoa dulu.

Katakan bahwa karena diskusi ini ialah diskusi rohani, baik kalau dimulai dengan doa. Berdoalah sesuai keyakinan Katolik. Gunakan kata-kata doa yang menegaskan posisi iman Anda, misalnya tentang Yesus dan Roh Kudus sebagai Allah. Kebanyakan saksi Yehowah akan gelisah mendengar kata-kata doa Anda.


5. Selama percakapan, ajak mereka untuk berdiskusi tentang ayat-ayat lain dalam KS.

Para saksi Yehowah akan selalu berusaha mengulang ayat-ayat Kitab Suci yang mereka kuasai dan menyetir pembicaraan seputar ayat-ayat itu. Jangan termakan oleh strategi ini. Ajak mereka untuk berbicara mengenai ayat-ayat lain yang sulit dijelaskan mereka. Misalnya, Yoh 1 tentang keilahian Kristus; Mat 16:18 tentang peran khusus Petrus; Yoh 6 tentang roti hidup; Yoh 20:28 Yesus disebut Allah oleh Tomas; ayat-ayat tentang surga dan neraka; dan lain-lain. Ingat, mereka akan menggunakan ayat-ayat Kitab Suci terjemahan mereka sendiri. Jika itu yang terjadi, gunakan kesempatan itu untuk menanyakan mengapa mereka harus menggunakan terjemahan Kitab Suci yang berbeda. Anda sudah tahu bahwa terjemahan Kitab Suci mereka tidak diterima oleh para ahli Kitab Suci. Perlu juga dicatat bahwa kadang-kadang mereka juga menggunakan versi terjemahan lain. Namun, ayat-ayat yang dikutip dari sana biasanya digunakan untuk mendukung pendapat mereka saja.


6. Kalau ada masalah yang tidak bisa Anda jawab, jangan malu untuk mengakuinya.

Berterus-teranglah kalau Anda memang tidak tahu jawaban atas pertanyaan rekan bicara Anda. Misalnya, Anda tidak siap untuk menjawab pertanyaan mengenai keperawanan Maria setelah melahirkan Yesus. Kalau itu yang terjadi, berjanjilah bahwa Anda akan mempelajari itu lebih lanjut. Baik pula kalau Anda menyediakan Katekismus Gereja Katolik di tempat yang mudah dijangkau. Cari indeks tentang Maria, tentang keperawanan Bunda Allah, lalu bacalah teks tersebut bersama dengan dia. Boleh juga Anda menyimpan pertanyaan itu untuk disampaikan kepada mereka yang tahu menjawabnya.


Penutup

Setelah membaca artikel ini dari awal, saya sadar bahwa masih banyak informasi yang seharusnya bisa disampaikan. Karena keterbatasan tempat, terpaksa saya sudahi artikel ini sampai di sini. Sayang, literatur dalam bahasa Indonesia mengenai saksi Yehowah dipandang dari sudut pandang Katolik belum ada. Kalaupun ada, hanya kalangan terbatas yang memilikinya. Saya sendiri tidak pernah menemukannya. Namun, harapan saya setidaknya artikel ini bisa membantu Anda untuk bersiap menghadapi para saksi Yehowah di pintu Anda. Di Indonesia, hal itu mungkin saja akan terjadi.