header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Maria dalam Kitab Suci (Bagian Kempat)

User Rating:  / 1
PoorBest 

 

Banyak sekali orang Kristen yang baik-baik tetapi tidak memiliki devosi kepada Bunda Maria. Berdasarkan hal ini, apakah devosi semacam ini masih aktual untuk diteruskan?

Jawab:

Tidak pada tempatnya bila pertanyaan ini ditanyakan di sini. Pertanyaan ini sepertinya menyatakan bahwa kalau sesuatu dapat dikerjakan dengan cara lain, maka tidak boleh dikerjakan dengan cara ini. Sama seperti kalau kita mengatakan, karena Ekaristi bukanlah cara satu-satunya yang dipakai Allah untuk menyalurkan rahmat-Nya, maka kita tidak perlu berpartisipasi dalam Ekaristi. Hal yang hakiki adalah bahwa Allah telah menetapkan sebuah rencana keselamatan. Bila kita mengimani hal ini dan melaksanakan secara penuh rencana-Nya, maka dapat dikatakan kita sebagai manusia adalah yang paling beruntung. Jadi lebih tepat kalau pertanyaan dibagi dua: Apakah devosi semacam ini perlu lebih digalakkan lagi? Jawabannya adalah Tidak. Apakah devosi semacam ini sesuai dengan kehendak dan rencana Allah? Jawabannya adalah Ya. Yang masih kurang sehubungan dengan devosi kepada Maria adalah penghormatan baginya karena dia seorang kristen yang paling patut di puji dan pada orang kristen lainnya. Dalam referensi yang ditunjukkan oleh Kitab Suci tentang Maria, yaitu dalam Lukas Bab 1, Maria disebut sebagai Yang Terpuji atau Yang Tersayang. Kita dapat menolak menghubungkan Maria dengan Sabda Allah melalui Roh Kudus-Nya: ”Semua bangsa menyebut diriku berbahagia.” Tetapi apakah penolakan ini sudah bersifat biblis? Dengan kata-kata kudus yang selalu kita ingat itu, mengapa kita tidak menghubungkan devosi kepada Maria sebagai Perawan yang Terberkati.

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting