User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pendahuluan

Adorasi berasal dari bahasa Latin “Adoratio” yang berarti penyembahan atau “Adorare” yang artinya menyembah. Dalam adorasi kita menyembah Tuhan Yesus sendiri yang hadir dalam Sakramen Mahakudus, karena itu adorasi hendaklah dilakukan dengan kesadaran bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Dengan mata jasmani kita memandang hosti, tetapi dengan mata iman kita memandang Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus menantikan kita, maka hendaklah kita menyembah Dia dengan iman dan cinta yang penuh kerinduan.

 Pelayanan adorasi yang kami tekankan di sini adalah pelayanan adorasi yang selalu kami bawakan dengan semangat dan gaya pembaharuan hidup dalam Roh. Tentu gaya dan coraknya beda dengan apa yang kita lakukan dalam penyembahan sakramen maha kudus di setiap paroki dalam setiap Jumaat pertama. Namun apabila gaya dan corak yang kami ungkapkan di sini, diadaptasikan dalam adorasi saat jumaat pertama, mengapa tidak. Yang penting ada kerja sama dengan pastor parokinya.

 Dalam pelayanan Adorasi hendaklah diperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:

1.  Adorasi merupakan penyembahan kepada Tuhan Yesus sendiri, karena itu hendaklah dipilih lagu-lagu yang dapat membawa orang untuk menyembah Tuhan Yesus dan lagu-lagu tersebut lebih mengarah kepada Pribadi Kristus sendiri.

2.  Hendaknya dalam Adorasi ada cukup waktu untuk hening di hadirat Tuhan, mengajak umat untuk menyadari kehadiran dan kasihNya, serta memberi kesempatan umat untuk berdoa secara pribadi di dalam hati masing-masing.

 

Kerangka Pelayanan Adorasi

1. Sebelum masuk dalam Adorasi umat dapat diajak untuk memuji Tuhan melalui beberapa lagu yang bernada gembira untuk menciptakan suasana sukacita, iman, kasih dan persaudaraan. Dengan memuji Tuhan banyak orang terbantu untuk melupakan permasalahan sehari-hari, dan merupakan awal yang baik untuk mempersiapkan hati mereka masuk ke dalam penyembahan. Di samping itu pertama-tama lagu-lagu pujian bila dinyanyikan dengan segenap hati merupakan pujian kepada Allah sendiri. Pada prakteknya banyak umat yang membutuhkan suasana ini, tetapi perlu diingat bahwa hal ini bukan suatu yang mutlak dan dipergunakan sesuai kebutuhan dan situasi.

2. Setelah itu umat diajak untuk mempersiapkan hati dengan mengundang kehadiran Roh Kudus, agar Roh Kudus sendiri yang membantu kita untuk menyembah Tuhan dalam Adorasi, di sini dapat dinyanyikan lagu Roh Kudus atau lagu lembut yang bernada syukur untuk menyadari kebaikan dan kasih Allah. Bagian ini dapat juga diletakkan sebelum puji-pujian.

3. Masuk ke dalam Adorasi.

  • Pentakhtaan Sakramen.

Mengiringi Imam yang mentahtakan Sakramen Mahakudus dapat dinyanyikan lagu penyembahan yang mengajak umat masuk ke dalam hadirat Allah atau menyambut kehadiran Allah.

  • Setelah Sakramen ditahtakan, umat diajak bersembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus.
  • Umat diajak menyadari kehadiran Tuhan Yesus dalam Sakramen Mahakudus.
  • Dalam kesadaran bahwa Hosti Kudus itu sungguh-sungguh Tuhan Yesus sendiri, maka umat diajak menyembah Tuhan dengan menyanyikan beberapa lagu penyembahan.
  • Setelah itu umat dapat dibawa masuk untuk bersenandung dalam Roh, masuk ke dalam keheningan untuk mendengarkan Tuhan yang berbicara secara langsung dalam hati masing-masing atau mendengarkan Tuhan yang berbicara melalui nubuat. Di sini tergantung kepekaan bagi yang memimpin Adorasi.
  • Dengan persetujuan Imam yang bertugas, maka dapat diadakan pemberkatan keliling oleh Sakramen Mahakudus, jika memungkinkan dapat diberikan berkat satu per satu atau berkat per baris. Di sini umat diajak untuk memandang Sakramen dan berlutut, saat diberkati. Sambil mengiringi pemberkatan Sakramen, dapat dinyanyikan lagu-lagu pendek dan pengungkapan manifestasi Roh Kudus.
  • Adorasi dapat ditutup dengan lagu syukur untuk mengiringi masuknya Sakramen, dan sebelumnya umat diajak menerima berkat secara umum dan bersembah sujud kepada Sakramen Mahakudus.

 

Pemilihan Lagu–lagu

Pemilihan lagu-lagu hendaknya dilakukan secara bersama-sama dalam team, dan hendaknya dipilih lagu-lagu yang sesuai. Lagu-lagu yang telah dipilih dan disiapkan dapat diganti  sesuai kebutuhan dan bimbingan Roh pada saat Adorasi berjalan. Hendaknya diperhatikan juga musik untuk lagu-lagu tersebut, tentunya setiap lagu mempunyai aransir musik yang berbeda-beda, sesuai jenis dan karakter lagunya. Adapun pemilihan lagu-lagu dapat dilakukan dengan beberapa kriteria sbb:

  • Dalam puji-pujian hendaknya dipilih lagu-lagu yang bersifat memuji yang diarahkan kepada Tuhan atau lagu-lagu yang mengajak untuk memuji atau bersyukur dengan warna gembira dan riang.
  • Demikian pula dengan penyembahan hendaknya dipilih lagu-lagu yang bersifat menyembah. Bisa diambil dari lagu-lagu karismatik yang lembut dan tenang atau lagu-lagu Taize, dll.
  • Sedangkan saat pemberkatan keliling dengan Sakramen Mahakudus (bila ada) dapat dipilih lagu-lagu pendek yang mudah dinyanyikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan umat saat itu, dapat dipilih lagu-lagu yang membangkitkan iman, harapan atau ungkapan cinta kasih, tobat, dsb.

 

Variasi Kerangka Adorasi

Variasi A:

  1. Lagu mengundang kehadiran Roh Kudus atau lagu syukur.
  2. Puji-pujian.
  3. Lagu untuk menyambut Sakramen.
  4. Lagu penyembahan.
  5. Lagu-lagu untuk pemberkatan keliling.
  6. Lagu syukur.
  7. Lagu Maria (fakultatif) atau lagu Roh Kudus (bila ada pelayanan doa sesudah Adorasi).

 

Variasi B:

  1. Puji-pujian.
  2. Lagu mengundang kehadiran Roh Kudus.
  3. Lagu untuk menyambut Sakramen.
  4. Lagu penyembahan.
  5. Lagu untuk pemberkatan keliling.
  6. Lagu syukur.
  7. Lagu Maria (fakultatif) atau lagu Roh Kudus (bila ada pelayanan doa sesudah Adorasi).

 

Variasi C:

  1. Lagu untuk mengundang kehadiran Roh kudus
  2. Lagu untuk menyambut sakramen maha kudus
  3. Lagu penyembahan
  4. Lagu untuk pemberkatan keliling
  5. Lagu syukur
  6. Lagu Maria (fakultatif atau bisa diakhiri doa salam Maria saja)

 

Manifestasi dalam Adorasi

Dalam Adorasi, di mana Tuhan Yesus sungguh-sungguh hadir, Dia juga mencurahkan kuasaNya demi kepentingan umat yang hadir. Dia dapat menjamah secara langsung dalam setiap pribadi, atau saat diberkati dengan Sakramen Mahakudus, atau Dia dapat menjamah melalui manifestasi karisma-karisma Roh Kudus, baik dalam bentuk nubuat, sabda pengetahuan, karisma penyembuhan, dsb. Oleh karena itu diperlukan kerja sama team, ada yang menyanyi, ada yang mengarahkan, ada yang bermain musik, ada yang bernubuat, dsb. Tentunya harus disadari bahwa dalam pelayanan ini yang menjadi pelaku utama adalah Roh Kudus sendiri, bahkan untuk berseru bahwa Yesus adalah Tuhan kita membutuhkan Roh Kudus ( 1 Kor 12:3). Karena itu kita perlu terbuka terhadap bimbinganNya. Dia dapat mengarahkan Adorasi sesuai dengan kehendak Allah sendiri dan kebutuhan umat saat itu. Sehingga Roh Kudus dapat membawa Adorasi ke arah pertobatan, penyembuhan fisik atau batin, perutusan dan pelayanan, dsb. Tetapi harus selalu disadari bahwa yang paling utama dalam Adorasi adalah penyembahan kepada Tuhan Yesus sendiri yang hadir dalam Sakramen Mahakudus dan selalu perlu diberikan waktu untuk hening agar umat dapat berdoa dan mengarahkan hati kepada Tuhan yang hadir. 

 

Sumber: Pengajaran Karismatika CSE dan P.Karm

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting