User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari keenam dalam Oktaf Natal, Sabtu, 30 Desember 2017

1 Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a,8b-9,10; Luk 2:36-40

KASIH KARUNIA ALLAH MENJADI JAMINAN HIDUP KITA

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan dan kasih karunia Allah ada padaNya (Luk 2:40).”

       Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Dia menerima berbagai ritus yang berlaku untuk anak-anak Yahudi. Yusuf dan Maria tidak membiarkan peristiwa yang mengesankan itu berlalu, melainkan memaknainya. Dalam kebersamaan dengan kedua orangtua-Nya Yesus betumbuh: “Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” (Luk 2:40).

       Sebagai orang Kristiani, kita sudah menerima rahmat pengudusan melalui pembabtisan. Raga kita bertumbuh dan menjadi kokoh dan kuat bersamaan dengan berjalannya waktu. Namun, bagaimana dengan rohani kita? Apakah hikmat kita bertambah?

       Kasih karunia Allah menjamin hidup kita agar bertambah dalam hikmat. Kalau hikmat kita tetap kecil dan kerdil, berarti ada yang salah dalam diri kita. Hikmat kita tidak bertambah karena kita menutup mata hati kita akan sentuhan kasih karunia Allah. Kita terlalu sibuk dengan berbagai hal yang fana dan sekunder sehingga melalaikan yang utama. Waktu berlalu, kasih karunia Tuhan menjadi sia-sia dan kita pun tetap hidup dalam kepapaan rohani. Mari kita  membuka mata hati kita kepada sentuhan kasih karunia Allah sehingga kita semakin bertumbuh dalam hikmat dan kita mau membiarkan diri kita selalu terbuka akan rahmat-rahmat aktual yang dicurahkan Allah bagi kita setiap saat.

Fr. Paskalis, CSE

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting