User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Dalam Stanza 2, jiwa terus mencari Allah. Dia terus merindukan Allah. Ia tidak lagi menghiraukan apapun tentang dirinya. Jiwa tiada lagi menghiraukan kebutuhan lahiriah maupun kebutuhan batiniah, yang dia cari hanya Allah. Pada saat itu, jiwa bertemu dengan “para gembala”. Para gembala adalah pembimbing rohani, seorang guru, penunjuk jalan menuju Allah yang dicarinya itu. Kendati bisa saja terjadi bahwa pembimbing rohani memiliki kekurangan dan kelemahan, namun jika jiwa menyadari bahwa pembimbing rohani yang sejati adalah Roh Kudus, maka jiwa semakin yakin bahwa hanya dalam terang kasih Allah, dia akan sampai pada persatuan dengan Sang Kekasih Jiwanya. Karena itu, jiwa pun memohon bantuan kepada para kudus di surga, para malaikat di surga agar makhluk-makhluk rohani senantiasa membimbing, melindungi, dan menghantar jiwanya kepada Allah. Dalam keadaan ini, jiwa semakin “dimurnikan”, ia mengalami kegelapan dalam daya batin, yakni budi, ingatan dan kehendak. Namun jiwa sadar hanya Allah yang dapat memenuhi kehausan dan kerinduan terdalamnya.

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting