User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pada suatu malam sekitar akhir bulan Juli 2016, mukjizat mulai terjadi. Waktu itu aku berseru dengan kuat dan dengan sepenuh hati meminta petunjuk Tuhan Yesus mengenai apa yang Ia kehendaki bagi masa depanku: “Tuhan Yesus, apa yang Engkau kehendaki bagi hidupku? Adakah aku selama ini melewati rancangan yang hendak Engkau nyatakan di dalam hidupku? Jalan mana yang harus aku pilih? Apakah aku harus menyerah pada impian di dalam hatiku yang aku yakin Engkau sendiri yang menaruhnya di dalam lubuk hatiku? Ataukah Engkau ingin agar aku tetap bersabar dan tidak patah semangat dalam mengejar mimpiku tersebut? Tetapi, jikalau Engkau ingin agar aku berusaha terus untuk meraih impianku, mengapa aku selalu gagal di dalam interviewku? Mengapa tidak ada pintu yang terbuka bagiku? Ataukah Engkau ingin menyerahkan aku kembali ke pamanku? Aku mohon petunjuk dari-Mu, Tuhan. Tolonglah anak-Mu yang mulai kurang percaya ini. Doa ini terinspirasi dari Mazmur 34:5-7,16,18-19 dan Mazmur 91 di mana di situ dinyatakan bahwa Daud senantiasa berseru dan memohon pertolongan Tuhan di saat kesesakan hebat mulai melanda.

Keesokan harinya, Tuhan Yesus langsung menjawab doaku dengan memberikanku panggilan interview di salah satu kantor konsultan pajak ternama di Jakarta Selatan. Hari itu juga adalah tepat hari kesembilan aku mendoakan doa Novena Tiga Salam Maria. Memang pada awal bulan Juli itu aku sempat mengikuti psikotes di perusahaan konsultan pajak ini. Namun, aku tidak menyangka akan dipanggil kembali ke tahapan selanjutnya sebab dalam psikotes itu aku tidak bisa mengerjakan soal akuntansinya. Aku yakin kalau itu ujian, pasti nilaiku sudah merah. Aku yakin tidak akan lolos. Tetapi, Tuhan berkata lain! Pintu yang sudah dibuka oleh-Nya, tidak akan bisa ditutup oleh satu manusia pun (bdk. Why 3:7-11). Panggilan interview ini membuatku yakin bahwa ini adalah jalan yang Ia kehendaki bagi masa depanku. Ia membuat yang tampaknya mustahil menjadi mungkin. Ia membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapa pun. Aku begitu bahagia karena Ia menjawab doaku dengan begitu cepat.

Selanjutnya, aku interview dengan HRD (Human Resources Development, red.) dan user perusahaan tersebut. Seminggu kemudian, aku interview dengan partner perusahaan sebagai tahap terakhir. Kali ini aku tidak takut atau khawatir akan gagal sebab aku yakin bahwa Tuhan Yesus akan menyertaiku melalui kuasa Roh Kudus yang Ia curahkan kepadaku. Selama tahap ini, aku dimampukan untuk menjalani seluruh proses interview dengan lancar. Meskipun interview dengan menggunakan bahasa Inggris, tetapi aku tidak gugup sama sekali. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Dan, tentunya bukan bagian kita untuk menyelami pekerjaan-Nya dari awal sampai akhir. Bagian kita hanyalah percaya dengan sepenuh hati meskipun tampaknya tidak ada dasar sama sekali untuk percaya karena keadaan yang sudah semakin mendesak karena kondisi tabunganku yang hanya dapat bertahan sampai bulan Juli.

 

Pada tanggal 15 Agustus 2016, aku diterima bekerja di perusahaan tersebut. Sungguh luar biasa sekali mukjizat yang Tuhan nyatakan di dalam hidupku! Memang betul bahwa pengharapan di dalam-Nya tidak pernah mengecewakan. Tuhan Yesus tahu betul keadaanku. Dan, di waktu yang indah, Ia menyatakan Diri-Nya dengan cara yang sungguh di luar dugaanku sama sekali. Aku tidak akan pernah melupakan mukjizat-Nya ini. Semoga aku senantiasa dapat mengandalkan-Nya, baik dalam keadaan suka maupun duka. Terima kasih Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas kesempatan kedua yang telah diberikan padaku.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting