User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index


E. DIJADIKAN KENISAH ROH KUDUS

 

Dengan dibaptis kita bukan lagi milik kita sendiri melainkan milik Allah. Sebagai milik Allah, hidup kita disucikan oleh-Nya, diurapi dengan Roh Kudus-Nya dan dijadikan sebagai kenisah Roh Kudus. Rasul Paulus membangkitkan kesadaran akan hal demikian, “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dan Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Kor 6:19).

Di dalam bait Roh Kudus dan bersama Roh Kudus itulah kita dipanggil menjadi penyembah sejati dalam roh dan kebenaran sebagaimana dikehendaki oleh Allah (bdk. Yoh 4:23). Dan apabila Roh Kudus itu berkuasa penuh atas diri kita, Dia akan memperkenalkan dan mengajar kita bahwa Yesus adalah Tuhan (lh. 1 Kor 12:3) dan bahwa Allah itu Bapa kita (lh. Gal 4:6). Pengertian iman ini hanya mungkin dalam bimbingan Roh Kudus.

Roh Kudus yang hadir dalam diri kita itu juga yang memungkinkan kita berhubungan dengan Kristus dan semakin mengenal-Nya. Seperti tampak pada kata-kata Santo Ireneus: “Pembaptisan memberi rahmat kepada kita, supaya kita dilahirkan kembali dalam Allah Bapa oleh Putera dan dalam Roh Kudus. Mereka yang memiliki Roh Allah, dibawa kepada Sabda, artinya kepada Putera; tetapi Putera memperkenalkan mereka kepada Bapa, dan Bapa menganugerahkan kepada mereka keabadian.”

 

F. DIMETERAIKAN SECARA TAK TERHAPUSKAN

Pembaptisan mengukir suatu tanda khusus “meterai” pada setiap orang Kristiani, dengan satu meterai rohani yang tidak dapat terhapuskan oleh dosa mana pun, meskipun dosa menghalang-halangi pembaptisan untuk menghasilkan buah keselamatan. Meterai ini tidak terhapuskan, karenanya juga hanya diterimakan satu kali untuk selamanya dan tidak dapat diulangi (lh. Katekismus Gereja Katolik, 1272). Roh Kuduslah yang “mengurapi” orang yang dibaptis, dengan memberikan padanya meterai yang tak terhapuskan itu.

Dengan menerima meterai pembaptisan ini setiap orang Kristiani ”Ditugaskan untuk menyelenggarakan ibadat agama kristiani” (LG 11), untuk menghormati Allah seturut ajaran Katolik, untuk menghayati hidup iman katolik secara katolik atau untuk menjadi orang beriman katolik yang katolik.
Tugas tersebut mendapat tantangan besar tatkala orang dibaptis tidak mendapat iklim katolik dalam keluarga dan lingkungannya, dan tatkala orang menjadi acuh tak acuh dalam hidup keagamaannya, yang menganggap bahwa Allah seolah-olah tidak ada; Allah tidak berperan dalam hidupnya. Bila ada orang menghadapi tantangan atau hidup dalam keadaan demikian itu, Paus mengingatkan supaya kita tidak “tetap tinggal diam” (Lh. TMA 36).

Sampai di sini kita dapat melihat bahwa rahmat Pembaptisan itu luar biasa. Hal itu harus disadari. Karena itu Bapa Suci mengingatkan kepada setiap orang yang telah dibaptis supaya “memiliki penghargaan yang baru akan Baptis”. Dengan memiliki sikap mi maka orang tidak akan begitu gampang meninggalkan Yesus dan Gereja-Nya. Dalam kaitan dengan Baptis ini, penting sekali usaha memupukkembangkan iman kristiani secara terus menerus. Sebab dengan iman yang dalam dan subur maka buah-buah rahmat Pembaptisan itu semakin berlimpah dan nyata.

Bapa Suci Yohanes Paulus II dalam buku “Yubileum Agung Tahun 2000: Menjadi Manusia Barn Dalam Kristus (Persiapan Tahun Pentama)” menandaskan pentingnya memahami secara mendalam iman akan Kristus. Dikatakan demikian:
“Teguhlah dalam iman, pertama dengan pengetahuan yang cermat dan bertahap tentang isi ajaran-ajaran Kristiani. Tidak cukuplah menjadi Kristiani karena Baptis yang diterima... Jika kalian tidak menjadi sadar sendiri dan tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang apa yang harus diimani dan tentang alasan-alasan untuk iman ini, pada suatu saat tertentu segala sesuatu secara tak terhindarkan dapat runtuh dan lenyap, meski ada kehendak baik dan para orang tua dan para pendidik.” (No. 13). Pernyataan Bapa Suci ini menyiratkan akan pentingnya masa katekumenat yang cukup dan memadai dan masa mistagogi, pendalaman iman terus menerus setelah dibaptis.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting