User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index


B. DISATURAGAKAN DALAM KRISTUS

 

Oleh Pembaptisan kita sungguh-sungguh dipersatukan dengan Kristus secara total. Kita disaturagakan di dalam Dia. Rasul Paulus dengan indah mengatakan, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27). “Manusia lama” kita dilepaskan pakaiannya dan selanjutnya diganti pakaian baru dengan “manusia baru”, yaitu dengan Kristus sendiri (bdk. Kol 3.9-10; Ef 4:22-24).

Pembaptisan telah menjadikan kita SATU di dalam Kristus. Bahwa kita ini adalah SATU di dalam Kristus. KeSATUan ini hendaknya menjadi warna yang indah, Paulus menandaskan, bahwa dengan dibaptis dalam Kristus, “Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah SATU di dalam Kristus Yesus” (Gal 3:28).


C. DIGABUNGKAN KE DALAM GEREJA

 

Pembaptisan bukan hanya menyatukan kita sebagai manusia baru dalam Kristus tetapi juga sebagai umat manusia yang baru di dalam Kristus, yaitu Gereja. Pembaptisan menggabungkan kita ke dalam Gereja. Oleh sebab itu rasul Paulus juga mengatakan, “Dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh” (1 Kor 12:13). Dengan kata lain, pembaptisan menjadikan kita anggota-anggota Tubuh Kristus. Dan sebagai anggota, “kita adalah sesama anggota” (Ef 4:25) yang hidup di dalam persekutuan gereja.

Sebagai sesama anggota Gereja, setiap orang yang telah dibaptis di dalam Kristus mempunyai hak-hak seperti menerima Sakramen-sakramen, hak untuk dikuatkan oleh Sabda Allah dan ditopang oleh bantuan rohani Gereja (bdk. LG 37). Kecuali karena seseorang terkena ekskomunikasi, maka hak-hak tersebut, terutama penerimaan Sakramen-sakramen dibekukan. Hak-hak tersebut diberikan kepada setiap anggota Gereja demi kesuburan pertumbuhan hidup rohaninya, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota komunitas Gereja.

D. DIJADIKAN ANAK ANGKAT ALLAH

Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Liturgi art.6 menguraikan mengenai arti Baptis sebagai berikut: “Melalui pembaptisan orang-orang dmasukkan ke dalam misteri Paskah Kristus: mereka mati, dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia; mereka menerima Roh pengangkatan menjadi anak, dan dalam Roh itu berseru: ‘Abba, Bapa’ (Rm 8:15; Gal 4:6); demikianlah mereka menjadi penyembah sejati, yang dicari oleh Bapa.”

Pembaptisan telah mengangkat kita menjadi anak-anak Allah (bdk. Rm 8:15). Betapa luhur dan tinggi martabat yang dikenakan kepada kita ini; suatu anugerah Allah yang luar biasa, yang diberikan kepada kita semata-mata karena kasih-Nya. Mata kita terkadang kurang bisa melihat anugerah agung yang diberikan oleh Allah. Maka kita kadang masih perlu dicelikkan supaya dapat melihat dalam terang iman, mensyukuri dan menjunjung tmggi martabat itu. Sebab itu rasul Yohanes mengingatkan, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1 Yoh 3:1).

Pengangkatan. sebagai anak-anak Allah adalah suatu rahmat yang sangat menggembirakan. Mengapa? karena Allah, Bapa kita adalah Allah yang kaya (bdk. Ef 2:4). Dalam kekayaan-Nya Allah tidak menghendaki anak-anak-Nya miskin, kelaparan dan mati. Sebaliknya Allah memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati (bdk. 1 Tim 6:17). Kekayaan-Nya adalah kekayaan anak-anakNya juga (bdk. 1 Kor 1:5; 2 Kor 8:7).

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting