User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Minggu Biasa XXXI, Minggu, 3 November 2019

Keb 11:22-12:2, Mzm 145:1-2.8-11.13-14, 2Tes 1:11-2:2, Luk 19:1-10

Hasil gambar untuk Luk 19:1-10

Perjumpaan Penuh Makna

“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu’” (Luk 19:5)

Zakheus adalah seorang yang kaya raya. Ia mengumpulkan kekayaannya dengan bekerja sebagai kepala pemungut cukai. Bagi rakyat sebangsanya, ia adalah seorang pengkhianat yang bekerja untuk penjajah dan memeras bangsanya sendiri. Tidaklah mengherankan jika ia sangat dibenci oleh saudara-saudaranya.

Saat Zakheus mendengar bahwa Yesus melintasi kota Yerikho, ia penasaran dan ingin melihat Sang Pembebas secara langsung. Hanya saja karena badannya pendek, ia tidak dapat melihat Sang Tamu Agung. Akan tetapi, kerinduannya untuk melihat Yesus sangat besar, maka tanpa malu, ia berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara hutan yang tumbuh di pinggir jalan.

Yesus melihat Zakheus dan menyapanya dengan akrab.  Bagaimana perasaan Zakheus saat Yesus memanggil namanya, bahkan bertamu di rumahnya? Tentu ia sangat bersukacita. Setelahnya, Zakheus secara luar biasa bertobat dan berjanji akan memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin serta mengembalikan apa yang telah diperasnya dari rakyat. Inilah perjumpaan yang penuh makna.

Pertobatan Zakheus terjadi karena anugerah Tuhan. Ia mendapat kunjungan istimewa dari Tuhan Yesus. Beranikah kita menyangkal diri seperti Zakheus setelah berjumpa dengan Yesus?  Menyangkal diri berarti mencintai Yesus dan mau hidup bagi Yesus.

Rm. Innocentius M., CSE

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting