User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Minggu Prapaskah II, Minggu, 17 Maret 2019

Kej 15:5-12.17-18, Mzm 27:1.7-9.13-14, Flp 3:17-4:1 (Flp 3:20-4:1), Luk 9:28-36

Gambar terkait

Kemuliaan Tuhan

“Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan” (Luk 9:29)

Anda menyaksikan kemuliaan Tuhan? Tuhan sangat ingin berbagi kemuliaan-Nya dengan kita! Kita bisa sekilas membayangkan ini saat beberapa murid menyaksikan Yesus bertransfigurasi dalam kemuliaan di atas gunung yang tinggi. Ketika Musa bertemu dengan Tuhan di Gunung Sinai, kulit mukanya bercahaya karena ia telah berbicara dengan Tuhan (lih. Kel 34:29). Paulus mengatakan bahwa umat Israel tidak bisa melihat wajah Musa karena wajahnya sangat terang (lih. 2Kor 3:7). Dalam kisah Injil, Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan bersama dengan Musa “sang pemberi hukum bangsa Israel” dan Elia “nabi terbesar dari para nabi”, di hadapan tiga rasul-Nya (Petrus, Yakobus, dan Yohanes).

Injil Lukas mengatakan kepada kita bahwa sementara Yesus berubah rupa, Petrus, Yakobus, dan Yohanes sedang tidur (Lukas 9:32)! Sewaktu terjaga dari tidur, mereka menemukan Yesus dalam kemuliaan bersama dengan Musa dan Elia. Berapa banyak kita kehilangan kemuliaan dan tindakan Allah karena kita tertidur secara rohani? Ada banyak hal yang dapat membuat pikiran kita tertidur untuk hal-hal Allah, a.l. kelesuan mental dan “hidup yang tak terpuji”. Ini bisa membuat kita tidak berpikir secara benar dan menyeluruh dalam menghadapi berbagai keraguan dan pertanya-an. Prasangka bisa membuat kita buta terhadap sesuatu yang baru yang mungkin Tuhan tunjukkan bagi kita. Kese-dihan bisa menjadi penghalang besar untuk bisa melihat masa lalu itu sebagai suatu bentuk kemuliaan Allah. Apakah Anda berjaga terus secara rohani? Tuhan ingin mengungkapkan kemuliaan-Nya kepada kita, apakah kita menginginkannya?

Fr. Flavianus Maria, CSE

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting