User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Biasa Pekan I Prapaskah, Sabtu, 16 Maret 2019

Ul 26:16-19, Mzm 119:1-2.4-5.7-8, Mat 5:43-48

Gambar terkait

Mengasihi Musuh

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44)

Orang yang bersikap baik kepada kita harus kita perlakukan dengan baik, sedangkan orang yang berbuat jahat kepada kita patut kita benci dan musuhi.  Inilah sikap sebagian besar manusia, bahkan banyak orang yang bertindak semena-mena terhadap orang lain. Yang kuat menekan yang lemah, yang kaya menindas yang miskin. Hanya karena memiliki “prinsip yang berbeda”, seseorang bisa dimusuhi, diserang, dianiaya, diintimidasi, bahkan dibunuh!

Prinsip Kristiani berbeda dari prinsip dunia seperti itu. Sabda Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi musuh kita. “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” (ay. 46).

Kejahatan tidak akan dapat ditaklukkan oleh kejahatan, tetapi kebaikanlah yang mampu mengalahkan kejahatan!  Kita mungkin berkata, “Saya adalah manusia biasa, mustahil bisa mengasihi musuh.” Namun, Tuhan memerintahkan kita, “[…] haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (ay. 48). Mustahilkah? Tentu tidak, karena pastilah Allah tidak pernah memberi perintah yang mustahil untuk kita lakukan.

Mengasihi musuh adalah salah satu bentuk dari penyangkalan diri. Tuhan menghendaki kita memiliki hidup yang berbeda dari dunia. Kita dipanggil supaya hidup kita menjadi berkat, salah satunya adalah dengan mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka!

Fr. Flavianus Maria, CSE

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting