User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Biasa Pekan I Prapaskah, Jumat, 15 Maret 2019

Yeh 18:21-28, Mzm 130:1-8, Mat 5:20-26

Gambar terkait

Hukum Cintakasih

“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:20)

Dari ayat di atas tampak Yesus menjadikan para ahli Taurat dan orang Farisi sebagai “tolok ukur” bagi kita untuk menentukan layak tidaknya kita masuk dalam kerajaan Surga, yaitu jika hidup keagamaan kita tidak lebih benar daripada hidup keagamaan mereka, maka kita tidak masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jadi, kita harus lebih benar daripada mereka.

Kita mungkin bertanya, “Apa yang benar pada orang Farisi?”  dan “Mengapa, atau dalam hal apa, kita harus lebih benar?” Jika kita melihat keempat Injil, sudah jelas bahwa hal yang benar yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah mereka sangat menjunjung tinggi Hukum Taurat, dan itu sungguh benar. Namun, masalahnya adalah walaupun mereka menjunjung tinggi Hukum Taurat, mereka mengabaikan hukum yang terutama, seperti yang dikatakan Kristus sendiri, yaitu hukum cintakasih. Dengan demikian, mereka melaksanakan hidup keagamaan mereka seakan-akan “dengan terpaksa”, hanya karena takut akan hukuman Tuhan dan tidak dijiwai (dimotivasi) cintakasih. Tuhan menghendaki agar kita lebih daripada mereka, yaitu melaksanakan hidup keagamaan dengan cintakasih, tidak karena takut atau pun terpaksa, seperti yang diajarkan Kris-tus, “"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:37).

Fr. Charlez Mary, CSE

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting