User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Biasa Pekan I Prapaskah, Rabu, 13 Maret 2019

Yun 3:1-10, Mzm 51:3-4.12-13.18-19, Luk 11:29-32

Gambar terkait

Pertobatan yang Terus-Menerus

“[…] Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Luk 11:32)

Alkisah: ada seorang bapak yang pemabuk. Suatu hari ia pulang dalam keadaan mabuk dan “berantakan”. Melihat ini, si istri mengambil sebuah kamera dan memotret suaminya. Kemudian, foto itu dicetak dan dibesarkan, lalu digantungkan pada dinding ruang makan mereka.

Ketika esoknya, si bapak masuk ke ruang makan, tampaklah di hadapannya suatu gambar yang aneh. Ia bingung dan bertanya dalam hati, “Gambar apa itu?” Ia mendekat untuk melihat, maka nyatalah bahwa itu adalah foto dirinya sendiri. Ia pun merasa malu, menyadari tingkah lakunya yang salah, dan bertobat.

Sering kita tidak sadar betapa “berantakan”-nya keadaan batin kita karena dosa-dosa kita. Mari saat ini kita bersama Yesus kita masuk ke dalam hati kita untuk melihat dari dekat “wajah dan keadaan kita”: apa saja yang telah kita perbuat terhadap Tuhan, sesama, dan diri kita sendiri. Kita mohon pengampunan dari Tuhan dan berusaha untuk tidak berbuat dosa lagi.

Bertobat berarti berbalik dari segala tingkah laku kita yang jahat dan dari segala kekerasan yang kita lakukan (bdk. Yun 3:8). Bertobat tidak hanya pada saat-saat ter-tentu saja, tetapi setiap saat. Di sisi lain, kita perlu menyadari akan kasih dan kerahiman Tuhan karena kalau kita hanya menyadari “kedosaan” kita, kita bisa putus asa dan berputar-putar pada diri sendiri. Kita lupa bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada dosa kita.

Sr. M. Irena, P.Karm

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting