User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pekan Biasa II, Minggu, 14 Januari 2018

1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a, 8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42

Melihat dan Tinggal bersama untuk mengenal dan mengikuti-Nya.

        Ada dua poin penting yang bisa saya renungkan dalam perikop Injil ini. Yang pertama, prinsip dasar sebuah komunikasi lisan-sederhana. Yang terjadi adalah “melihat – mengatakan – pergi mengikuti. Katakan saja bahwa hal ini merupakan sebuah sistem penjaringan para Murid Yesus. Yohanes memerlihatkan kepada kedua bersaudara itu: Andreas dan Kaifas (Petrus). Keduanya memutuskan berjalan mengikuti Yesus. Yohanes tidak melarang, tidak juga menghalangi, bahkan dia tidak menyusuli mereka. Dia seakan-akan menghilang; dia pergi sendiri di jalannya sendiri. Di jalan, Yesus dan kedua bersaudara itu berdialog. Kedua bersaudara ingin melihat tempat kediaman Yesus. Entah seperti apa, tidak dinyatakan.

        Yang kedua, adalah “tinggal bersama”. Keingnan kedua bersaudara itu disambut Yesus dengan positif. “Mari dan lihatlah”. Boleh saja kedua bersaudara itu mempunyai motivasi awal yang materialistis, artinya itu terlihat lewat pertanyaan mereka “Guru, di manakah Engkau tinggal?” Saya membayangkan kalau-kalau mereka itu ingin melihat rumah  kediaman Yesus. Sekali lagi, seperti apa? Namun yang terpenting dan jauh dari bayangan saya itu, kedua bersaudara itu berkeinginan “tinggal bersama”. Ya tentu ada sebuah rumah kediaman untuk bisa tinggal bersama-sama, tetapi itu lebih mengarah kepada sebuah relasi yang mau dibangun untuk bisa saling dan lebih mengenal. Mengenal Yesus dari dekat dan juga sebaliknya. Kedua murid itu menunjukkan keiklasan hatinya untuk megenal dan mencintai Yesus. Boleh saja mereka berdua juga mau belajar dari dekat visi-misi dari Yesus sendiri.

        Saya menyadari bahwa tugas saya yaitu menghantar sesama untuk mengenal dan mengikuti Yesus. Bahwa seluruh kesaksian hidup saya tentunya bisa menuntun sesama untuk datang kepada Yesus dan mengenal serta mencintai Yesus dalam hidup mereka. Namun yang patut saya lakukan sebelum tugas kesaksian itu saya jalani, saya sendiri harus sudah lebih dahulu datang kepada Yesus, tinggal bersama Yesus, mengenal Yesus, mencintai Yesus. Dengan semua hal itu kesaksian saya akan lebih solid dan berdaya tarik dan menuntun sesama kepada mengimani Yesus, mencintai-Nya dan bersedia menjadi murid/pengikut-Nya. Dan rahmat yang saya minta dalam doa dan renungan saya ini yaitu biarlah Tuhan memberikan saya rahmat kerendahan hati, seperti yang dicontohi oleh Yohanes Pembaptis.

Doa: Ya Yesus, teguhkanlah dan kuduskanlah kesaksian iman dan hidup saya, biar nama-Mu tetap dipuji dan diluhurkan..

Rm. Zakarias, Pr

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting