User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

pertobatan untuk mengatasi malapetaka

Masih teringat dan masih segar dalam pikiran saya, kejadian di tahun delapan puluhan ketika ada retret imam di Klender, yang dipimpin oleh Robert Veristi dari Roma. Dalam retret tersebut ada persekutuan doa yang menyampaikan sebuah nubuat yang cukup jelas bahwa akan tiba saatnya suatu penganiayaan. Penganiayaan tersebut merupakan pemurnian bagi kita. Ini juga merupakan suatu panggilan bagi kita untuk bertobat. Panggilan itu disampaikan berulang-ulang oleh Bunda Maria dewasa ini. Banyak sekali terjadi penampakan Bunda Maria di berbagai negara dan di berbagai tempat. Dewasa ini, yang mempunyai pengaruh yang besar sekali adalah penampakan Bunda Maria di Medjugorje, bekas Yugoslavia. Dan, pesan-pesan Bunda Maria kalau kita lihat di pelbagai tempat, inti sebenarnya hanya satu, yaitu: “Bertobatlah!” Kalau manusia tidak bertobat, malapetaka-malapetaka lebih besar akan menimpa dunia. Dari tempat-tempat penampakan Bunda Maria ini—yang akhirnya meluas ke seluruh dunia—mau menyadarkan manusia akan pentingnya pertobatan. Namun, kita perlu waspada terhadap penampakan Bunda Maria yang palsu.

Kalau kita mengenangkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia di mana terjadi peristiwa-peristiwa yang sudah sekian lama tidak terjadi, misalnya hama belalang yang tidak pernah ada tiba-tiba datang di Lampung dan di Sumba, atau gempa yang dahsyat menimpa Flores beberapa tahun yang lalu, dan sebagainya. Semuanya itu adalah peringatan-peringatan dari Tuhan agar kita bertobat dari semua dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan serta kembali kepada Tuhan.

 

bangun dari kepuasan dan kesuaman

Sesungguhnya, semua hal ini dikatakan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi supaya kita sadar bahwa Tuhan memperingatkan kita. Ia sangat mencintai kita semua dan Ia tidak ingin membiarkan kita binasa, maka kita disadarkan agar bertobat sebelum terlambat. Beberapa peringatan yang terjadi kadang-kadang tidak mempan dan tidak menyadarkan manusia sehingga harus terjadi peristiwa yang mengerikan supaya kita bertobat.

Saya kira, Gereja sendiri sudah terlalu suam, mungkin kehilangan semangat dan mungkin merasa puas akan diri sendiri. Justru kepuasan dan kesuaman inilah yang mau dibangunkan oleh Tuhan. Ada orang yang mengatakan bahwa Gereja Katolik itu seperti raksasa, tetapi raksasa yang masih tidur. Kalau raksasa tertidur lelap, berarti ia tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, Gereja Katolik perlu disadarkan untuk lebih bersemangat dan untuk lebih baik lagi.

Dulu ketika saya di Malang, ada seorang romo yang bertugas di daerah. Ia mengenal seorang kiai yang sangat baik dan yang saleh, di mana hidupnya sungguh-sungguh dekat dengan Allah. Romo ini kebetulan kenal baik dengan dia pada tahun delapan puluhan. Kiai ini pernah mengatakan kepada romo tersebut bahwa suatu saat nanti Gereja Katolik akan mengalami banyak kesukaran dan pemurnian. Namun, suatu saat ia akan keluar dari itu semua.

 

ajakan bunda maria untuk bertobat, berdoa, dan berpuasa

Terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang ini, apa yang harus kita perbuat? Memang, hidup dan mati kita berada di tangan Allah. Akan tetapi, bila kita percaya kepada Tuhan, maka kita akan mempunyai harapan. Oleh karena itu, kita harus melihat kembali ajakan Bunda Maria supaya kita bertobat kepada-Nya dan berpuasa supaya kita bisa menghentikan itu semua. Bunda Maria mengatakan, “Berdoalah untuk perdamaian.” Bunda Maria mengatakan bahwa dengan doa dan puasa, kita bisa menghentikan peperangan-peperangan dan bisa menghindari bencana-bencana, termasuk bencana alam.

Kalau kita berpaling kepada Tuhan, berdoa, dan berpuasa, maka kita benar-benar menghayati hidup kita bersama dengan Tuhan Yesus. Dengan demikian, apapun yang terjadi, kita tidak usah takut karena pada saat itu kita mempunyai keyakinan untuk berdiri di hadapan Tuhan. “Bertekunlah, berbahagialah orang yang bertekun sampai akhir karena mereka akan mendapat upahnya.” Kita tidak akan bisa berdiri di hadapan-Nya, bila kita tidak lebih dahulu bertobat.

Apapun bahaya dan bencana yang terjadi pada kita, kita tidah perlu takut karena Ia mampu melindungi kita. Kalaupun seandainya kita dibunuh karena iman, berbahagialah kita. Pada suatu saat—cepat atau lambat—kita semua akan meninggal. Tidak ada orang yang hidup selama-lamanya. Ada yang meninggal di rumah sakit, yang lain ditabrak mobil, yang lain meninggal karena bunuh diri, atau tersetrum listrik, dan sebagainya. Daripada kita mati dengan cara demikian, lebih baik kita mati demi nama Yesus.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting