User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Article Index


Jawaban I:

Kisah Para Rasul memberikan banyak contoh biblis tentang suatu pengalaman akan Roh Kudus. Namun ada pula kisah di dalam kitab itu yang menyatakan bahwa suatu penguatan atau suatu pemenuhan dengan Roh Kudus dapat terjadi lebih dari satu kali (Kis.4:31). Kejadian dalam kisah itu pun memiliki banyak persamaan dengan peristiwa pencurahan Roh Kudus yang pertama (Kis.2:1-11) dan memberikan suatu dasar yang dapat diterima bagi mereka yang sudah dibaptis dan yang telah menerima Sakramen Krisma untuk mengalami suatu “pencurahan dan Roh Kudus” dalam konteks pelayanan dan komunitas doa.

Suatu teks lain, 2 Tim.1:6 menyatakan, “Karena itu kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” Karunia Allah dalam teks itu adalah Roh Kudus sendiri. Menurut Paulus dalam teks itu, Roh Kudus sungguh perlu dikobarkan kembali; seperti api yang telah padam menjadi bara dan perlu ditiup angin agar berkobar menjadi lidah-lidah api lagi. Ini berarti: suatu karunia Allah yang telah lama diterima mungkin dapat dihidupkan kembali, biasanya dengan pengaruh atau pengalaman yang hams mempunyai sifat yang lebih kuat daripada yang diterima pertama kali, ibarat pengalaman “pertobatan kedua” yang biasanya dikatakan oleh para kudus dan mistikus.

 

Jawaban II

Rahner (seorang teolog terkemuka zaman ini, red.), membuat suatu komentar yang penting: Bila kita merefleksikan apa yang dikatakan di dalam Kisah Para Rasul tentang Sakramen Penguatan, adalah jelas bahwa Roh Kudus yang dicurahkan melalui penumpangan tangan ini selalu dianggap sebagai suatu Roh yang memanifestasikan hakekatNya secara nyata melalui karisma-karisma.

Hal itulah yang benar-benar ingin dikatakan dalam ajaran Pentakosta dan diteguhkan di dalam pengalaman akan penerimaan karisma-karisma.

Apa yang membuat perbedaan antara pengakuan iman yang murni akan Roh Kudus dalam Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma dengan pengalaman akan Roh Kudus dalam Pencurahan Roh Kudus terletak pada keterbukaan kita terhadap karunia Allah itu. Amin.

“Oleh karena itu, marilah kita akui bahwa hidup Kristen kita harus mengambil teladan dan inspirasi dan sesuatu yang agung dan rahmat yang baru, itu adalah, karya Roh Kudus di dalam jiwa-jiwa, bersatu dengan Yesus Kristus” (Paus Paulus VI dalam sebuah suratnya)

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting