User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Article Index


Kesimpulan untuk Zaman Sekarang Ini

Sumbangan besar dan karya Dunn terhetak dalam tesisnya yang pertama, yaitu perlunya menjadikan karunia Roh Kudus hal yang utama di dalam inisiasi menjadi orang Kristen. Roh Kudus dalam hal ini tidak dianggap sebagai suatu “rahmat kedua” yang istimewa atau “saat-saat kedua” dan pengalaman orang Kristen, namun sebagai hal penting yang hams ada sejak permulaan dalam inisiasi yang sesungguhnya untuk menjadi seorang Kristen.

Tidak satu teks Kitab Suci pun di dalam Perjanjian Baru, bahkan juga di dalam “Kisah Para Rasul”, yang mendukung tesis adanya dua pembaptisan berhubungan dengan pembaptisan Kristen yang sesungguhnya oleh Roh Kudus.
Hanya ada satu baptisan (Ef. 4:5), yaitu Pembaptisan dalam Roh. Tidak ada yang harus dipisahkan, bahkan kronologis dari ritual dengan air seungguhnya merupakan bagian yang menyeluruh dan pembaptisan orang Kristen, seseorang dilahirkan kembali dari air dan Roh. Namun pada kenyataannya tidaklah semudah itu untuk diterima karena bagi Gereja Awali, khususnya Santo Paulus, Roh Kudus adalah suatu pengalaman.

Kemunduran dan dimensi pengalaman mi dapat dianggap berasal dan beberapa faktor:

 

  • kemerosotan di dalam Gereja akan pengertian tentang akhir zaman,
  • reaksi dan bidaah Montanis yang menuduh inspirasi karismatik sebagai hal yang memamerkan otoritas Gereja, dan
  • pembaptisan dan krismasi bayi-bayi yang amat minim pengertiannya, yang jelas-jelas nampak seolah-olah sebagai suatu tanda saja.

 

Oleh sebab-sebab tersebut di atas, Sakramen Baptis seakan-akan semakin lama semakin meninggalkan realitasnya sebagai suatu sarana yang dapat dipercaya dan yang dapat “menjamin” kehadiran Roh Kudus secara penuh. Sehingga dapat dimengerti mengapa Gereja seakan-akan kehilangan sesuatu. Dan negeri Barat memecahkan masalah ini dengan keadaan yang sudah mapan dan pemisahan antara Sakramen Krisma dengan Sakramen Baptis, yaitu dengan menekankan nilai Sakramen Krisma sebagai suatu sakramen kedewasaan dan kelayakan akan peneguhan, tibanya suatu saat di mana mereka yang menerima sakramen mi akan memiliki pengalaman pribadi yang lebih besar akan Roh Kudus.

Tetapi harga yang harus dibayar untuk semuanya itu adalah kita kehilangan sesuatu berkenaan dengan aspek inisiasi dan keterikatan yang kuat akan pembaptisan dengan air.

Untuk menekankan hakekat pengalaman dan karunia Roh Kudus di dalam Pejanjian Baru dan menekankan perlunya bagi kita untuk menemukan kembali dimensi ini, ada dua pertanyaan yang harus dijawab:

  1. Teks-teks Kitab Suci apakah yang ada untuk menyadarkan kita akan suatu pengalaman rahmat rohaniah yang sudah diberikan itu? (Teori)
  2. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang Kristen untuk menghidupkan rahmat itu? (Tindakan praktis)

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting