User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Yesus yang Bangkit Mengutus Kuasa Roh Kudus

Yesus yang telah bangkit akan mengutus Roh Kudus-Nya, yang akan kita rayakan pada hari Pentakosta. Dengan perantaraan Roh Kudus, Tuhan Yesus Kristus menganugerahkan kita suatu kehidupan yang baru. Inilah yang memungkinkan kita hidup sesuai dengan rencana Allah. Melalui kuasa Roh Kudus kita dapat mengenal Yesus secara pribadi. Dalam Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita, kita mengenal bahwa Yesus adalah Tuhan, seperti yang dikatakan Santo Paulus, “Tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus” (1Kor 12:3). Maka dengan kuasa Roh Kudus, kita dapat mengalami bahwa Yesus terlebih dahulu mengasihi kita. Namun timbul pertanyaan, Mengapa Yesus disalibkan? Karena Ia sangat mengasihi kita. Begitu besar kasih-Nya kepada kita sehingga Ia rela menderita demi penghapusan dosa-dosa kita. Bila kita sungguh meresapkan hal ini, kita juga akan mampu mengasihi Dia di atas segala-galanya.

Dalam situasi dunia sekarang ini yang diwarnai dengan dosa-dosa manusia, maka dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, kita perlu memikul salib kita masing-masing. Sebab, Yesus mengajarkan kita, Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku (Mat 16:24; Luk 9:23). Menyangkal diri berarti kita berkata “tidak” terhadap semua keinginan-keinginan kita yang tidak terarah kepada Allah.

Di dalam dunia ini kita tidak akan bisa menghindar dari salib kita masing-masing. Salib bagi yang seseorang bisa lebih berat dibandingkan salib yang lain. Bila kita melihat orang yang memikul salib dengan gembira belum tentu salibnya kecil. Kadang-kadang salibnya berat sekali tetapi dia memikulnya dengan gembira karena kekuatan dan kuasa Roh Kudus yang diberikan kepadanya. Kalau kita mempunyai salib, Tuhan tahu kekuatan kita masing-masing untuk memanggulnya. Seperti yang dikatakan Santo Paulus, “Allah tidak membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita masing-masing” (bdk. 1Kor 10:13). Kalau kita mengalami pencobaan, pasti Allah memberikan rahmat kekuatan yang jauh lebih besar.

Allah secara bertahap memberikan kekuatan kepada kita melalui Roh Kudus-Nya supaya kita dapat mengenal Allah, sumber segala kebahagiaan, sumber segala kekuatan, dan sumber segala kebenaran. Kita mengenal Allah yang hidup sehingga kita menyadari bahwa kita sungguh berharga di hadapan-Nya. Kesadaran ini sangat penting. Apabila orang lain berbicara tentang kita, kita tidak akan peduli, kita tidak akan goyah. Sebab, kita memperoleh kekuatan dari atas, dari surga, dari Allah. Oleh sebab itu, betapa pentingnya supaya kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas rahmat dan kasih-Nya kepada kita.

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting