User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tuhan kita sungguh luar biasa. Ia adalah Penyembuh dan Penolong kita. Seperti yang dikatakan dalam Injil, “Tidak ada yang mustahil bagi Allah” asalkan kita percaya kepada-Nya. Tuhan mampu menolong dan membantu kita dalam segala kesesakan kita. Seperti yang dialami oleh umat yang dikasihi-Nya, di mana mereka mengalami secara nyata kasih dan kebaikan Tuhan.

“Panas suhu puteriku semakin tinggi,” demikianlah ibu Laura Djatnica mengawali kesaksiannya. Segala usaha medis telah saya lakukan demi kesembuhannya. Tidak hanya itu, saya berdoa dengan berbagai macam metode doa penyembuhan yang saya ketahui, yaitu melalui ayat-ayat Kitab Suci, dengan mengusir demam dalam nama Yesus. Akan tetapi, segala doa yang saya panjatkan kepada Tuhan tidak membawa pengaruh apa-apa untuk kesembuhan anakku. Akhirnya, dokter memutuskan agar anakku dibawa ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan darah, ternyata anakku terkena demam berdarah.

Di rumah sakit, anak saya telah menghabiskan tujuh botol infus, tetapi ternyata trombositnya tidak mengalami kenaikan seperti yang diharapkan. Trombositnya masih berada di bawah normal. Pada infus terakhir yaitu ke delapan, suster (perawat) mengatakan kepada saya: “Ibu, ini infus yang terakhir yang dapat kami berikan, bagaimana kalau trombositnya masih di bawah normal? Padahal seharusnya, trombositnya mengalami kenaikan.”  Ketika hal itu dikatakan kepadaku, saya tidak tahu harus berbuat apa, jika secara medis telah diusahakan untuk menormalkan trombosit anakku, hal itu ternyata tidak banyak menolong.

Tetapi saya tidak putus asa. Pada malam itu, sambil duduk di samping pembaringan anakku, saya berseru kepada Tuhan: “Tuhan segala usaha telah kami lakukan tetapi semuanya itu sia-sia. Sekarang ajarilah saya bagaimana seharusnya berdoa.” Saat itu juga, saya mendengar Tuhan berkata: “Lihat dan katakanlah kepada setiap tetes infus yang jatuh dan masuk ke dalam selang, dalam nama Yesus biarlah tetesan infus ini berubah menjadi darah Yesus yang menyembuhkan.” Saya imani hal itu dan semalam-malaman saya melakukan seperti yang diajarkan Tuhan. Saya percaya bahwa akan terjadi penyembuhan pada anakku.

Menjelang pagi hari maka habislah isi botol infus itu. Pada pukul 06.00, seorang perawat kembali mengambil darah anakku untuk diperiksa. Pada pukul 09.00 pagi, dokter seperti biasanya datang untuk memeriksa keadaan anakku. Tanpa disangka, dokter yang memeriksa anakku mengatakan: “Saat ini juga, anak ibu bisa pulang karena trombositnya sudah naik.” Saat itu, saya bersyukur kepada Tuhan. Ingin rasanya saya melompat karena sukacita. Sungguh benar apa yang difirmankan Tuhan, “… Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm. 8:26). Saya bersyukur karena kuasa Darah-Nya telah menyembuhkan anakku. Terpujilah Allah Bapa yang telah memberikan kepada kita Putra-Nya bagi kita semua. Amin.

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting