User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

MARIA RATU ROSARIO BERPERANG MELAWAN KUASA KEGELAPAN

Maria adalah Ratu Rosario suci, Maria menghantar kita kepada Yesus Putranya. Maria meyakinkan kita bahwa umat manusia merupakan bagian umat Allah, yang dimenangkan oleh Yesus dengan darahNya yang ditumpahkan sampai titik terakhir bagi keselamatan. Allah adalah pemenang satu-satunya. Ia mengasihi semua umat manusia yang malang yang dirampas Iblis dari padaNya. Ia mempersiapkan saat-saat di mana mujizat kerahimanNya akan memimpin umat manusia ke jalan kembali kepada DiriNya, sehingga manusia dapat mengenal era baru, yaitu kedamaian, kasih, kesucian, sukacita. Oleh sebab itu Maria memanggil kita agar selalu menggunakan senjata yang ampuh, yaitu: berdoa Rosario, dengan sikap pasrah, penyangkalan diri, kesalehan yang besarnya tanpa batas, kesanggupan seutuhnya akan kebutuhan rohani sesama, dan kepercayaan akan kerahimanNya yang tak terukur.

Maria memimpin dan membimbing kita dalam peperangan melawan Setan dan roh jahat yang berkeliaran di dunia ini membinasakan jiwa-jiwa. Maria digambarkan sebagai seorang wanita yang menginjak kepala ular, lambang bahwa Maria telah mengalahkan setan, berkat jasa Yesus Kristus Putranya yang telah wafat dan bangkit untuk mengalahkan kuasa kegelapan. Sarana yang hendaknya digunakan untuk melawan serangan si jahat adalah penyerahan diri kepada Hati Maria yang tak bernoda, karena Gereja, umat Allah yang terluka karena serangan dosa, akan memperoleh penghiburan dan kesembuhan dan perlindungan yang penuh kasih melalui Hati Maria yang tak bernoda. Berdoa Rosario bersama Bunda Maria memohon pencurahan istimewa Roh Kudus, yang akan menghantar Gereja kepada pengalaman Pentakosta ke dua yang baru dan gemerlapan. Doa Rosario akan membawa membawa damai bagi kita. Dengan doa ini kita akan memperoleh dari Tuhan karunia besar, yaitu: perubahan sikap hati, pertobatan jiwa-jiwa, dan kembalinya seluruh umat manusia kepada Allah, di sepanjang jalur penyesalan, kasih, karunia ilahi dan kesucian. Dengan doa Rosario, Maria Ibu surgawi kita sedang melaksanakan pertempuran melawan musuhNya untuk mengubah hati seluruh umat dunia agar bertobat dan berbalik kepada Tuhan.

 

MENGAPA MARIA MASIH BERDUKACITA?

Maria adalah ibu rohani kita, Maria adalah mitra penebusan Yesus Kristus. Maria berduka Maria berduka karena hanya sedikit sekali yang menjalankan permintaannya, yakni berdoa, bersilih, menderita demi Dia, mempersembahkan salib-salibnya kepada Kristus.

Maria berduka karena, Allah telah berbicara dan manusia tidak mendengarkan, Allah memberi tanda-tanda dan mujizat namun manusia tidak percaya, Allah terus menerus menyatakan diri kepada manusia namun manusia tidak mau membuka hati bagiNya.

Maria mengajak kita untuk turut merasakan duka hatinya, luka besar dari hatinya yang tak bernoda, karena jutaan anak-anak manusia yang dibantai dalam kandungan ibunya, dosa aborsi, dosa-dosa yang menyebar dan menghancurkan jiwa-jiwa, kerusakan moral yang merusak hati nurani laksana kanker yang ganas, kaum muda yang tersesat korban narkoba, pergaulan bebas, hancurnya begitu banyak ikatan kekeluargaan dll.

Kita diharapkan memandang dengan mata kerahimanNya kejahatan yang sedang menyerang umat manusia dan Gereja. Maka kita akan meneteskan airmata kesedihan dan duka yang mendalam. Maria adalah Ratu segala bangsa dan kerajaannya adalah kerajaan cintakasih, Maria rindu untuk merangkul semua hati manusia ke dalam persatuan dengan Yesus sedemikian rupa, sehingga Bapa akan dipermuliakan, di dalam kejayaan Roh kasihNya.

Dalam kitab Wahyu sudah dikatakan bagaimana Wanita berselubungkan matahari akan melawan si naga merah dan semua pengikutnya. Kita sebagai anak-anak Allah, anak-anak Maria harus berperang melawan dosa dan kuasa gelap di dunia ini. Maria adalah Ibu yang memimpin pertempuran. Kita dapat memerangi dosa dengan doa dan penderitaan yang ditanggung demi Kristus. Dalam ketersembuyian, dalam sikap kerendahan hati, dalam cintakasih yang tanpa pamrih melakukan kewajiban sehari-hari, dalam sikap lepas bebas dari keinginan-keinginan duniawi, bersatu dengan Yesus dan Bunda Maria dalam peperangan rohani ini. Dengan keyakinan besar kita akan memperoleh kemenangan dalam pertempuran rohani, berasama Yesus, Bunda Maria dan lascar surgawiNya.


MEMANDANG KEPADA FIRDAUS, TUJUAN HIDUP KITA

Dengan hati dan jiwa, kita memandang kepada firdaus, yang menantikan kita semua. Firdaus adalah tujuan yang sejati. Kita tidak diciptakan untuk kehidupan dunia yang sementara ini, kehidupan dunia yang seringkali begitu begitu menyerap dan meletihkan jiwa. Maria ingin agar kita memandang kepadanya, sehingga kita dipenuhi kepercayaan dan pengharapan akan kehidupan kekal bersama Maria yang telah diangkat dalam kemuliaan surgawi bersama tubuh dan jiwanya.

Kehidupan di dunia ini adalah masa penantian yang panjang dan menyakitkan, yang harus kita lewati agar kita dapat masuk dalam kerajaan yang telah disediakan bagi kita oleh Bapa Surgawi. Di dalam kerajaan surga, Yesus Kristus sudah mempersiapkan tempat bagi kita masing-masing. Para malaikat dengan girang menantikan kedatangan kita, semua santo dan santa membara dengan cintakasih menantikan agar tempat itu diisi oleh kita semua untuk selama-lamanya.

Kita hendaknya dengan sungguh-sungguh memperhatikan firdaus yang menantikan kita, bila kita ingin berjalan dalam ketenangan, pengharapan dan kepasrahan. Dalam cahaya firdaus, kita juga akan lebih mengerti zaman yang harus kita lalui, yaitu zaman kesengsaraan. Inilah waktu yang disebutkan oleh kitab wahyu, dimana setan telah mendirikan kerajaannya, yakni kerajaan kebencian dan kematian di dunia ini. Banyak manusia yang lemah dan tidak berdaya yang begitu banyak menderita. Manusia mengalami penderitaan karena penyakit, kecelakaan, peperangan, bencana alam, ancaman kejahatan, peperangan, dan dosa yang merajalela. Agar kita jangan takut melewati zaman ini, kita diharapkan melangkah dalam iman yang pasti dan teguh, dengan mata memandang kepada firdaus, dimana Yesus dan Bunda Maria, mencintai kita, dan menyertai kita dalam perjuangan hidup ini

 

BERSATU BERSAMA DALAM DOA DAN CINTA KASIH.

“Datanglah kemari dalam arak-arakan”, demikianlah kata Maria kepada Bernadette, ketika Maria menampakkan diri kepadanya di gua Massabielle. Mengapa Maria mengajukan permintaan ini? Karena Maria ingin agar anak-anaknya berjalan bersama-sama, bersatu dalam doa-doa dan dalam cintakasih.

Si iblis, selalu berusaha memecah belah umat manusia. Mengucilkan manusia satu dengan yang lain, mengadu domba satu dengan yang lain. Iblis adalah penabur kebencian dan memutuskan tali persaudaraan. Maka itulah yang sering terjadi seorang dengan yang lain, kelompok dengan kelompok. Maria menghendaki agar kita sekalian bersatu, dalam doa-doa, silih, dan saling mengasihi. Sangatlah perlu menghayati perintah baru yang diberikan oleh Yesus pada hari kamis putih, pada perjamuan malam terakhir. “Kasihilah satu sama lain, seperti Aku telah mengasihimu”. Maria ingin agar kita semakin terbuka dan saling mengasihi satu sama lain. Memberi kesaksian akan kebajikan Gereja yang mempersatukan kita sekalian dan kesempurnaan kasih, agar dapat mengalahkan siasat si jahat yang memecah belah.

Maria rindu agar kita berjalan menembus kesukaran-kesukaran dewasa ini, berdoa bersama-sama, memuji dan menyembah Allah bersama-sama dan saling mengasihi. Berjalan bersama-sama untuk menguatkan yang lemah, Maria rindu untuk membimbing kita dalam persatuan dengan Yesus Kristus Putranya yang hadir dalam Ekaristi. Yesus hadir dalam Ekaristi untuk membantu kita sekalian membangun kesatuan, untuk memberi teladan bagaimana caranya mengasihi, dengan memberikan diri seutuhnya kepada sesama saudaranya. Maria rindu agar kita datang bersama-sama, agar kita dapat membawa kita sekalian kepada Yesus dalam Sakramen Ekaristi, yang menantikan kita semua dalam penderitaanNya yang diam-diam, yang sungguh-sungguh hadir diantara kita sekalian di dalam tabernakel di seluruh dunia. Maka kita akan merealisir kerinduan hati Maria, yakni rencana penyelamatan Allah.


JALAN PERTOBATAN, KEMURNIAN HATI DAN PENYANGKALAN DIRI

Doa dan pertobatan adalah senjata untuk melawan musuh jiwa. Sangatlah penting untuk menyangkal diri sendiri, melepaskan diri dari kelekatan yang tidak teratur dan keterikatan yang tidak beres, tidak menuruti hawa nafsu yang tidak baik, memurnikan motivasi dalam karya kerasulan kita, bebas dari ambisi, tidak mencari pujian sia-sia. Lebih baik berkarya tanpa kelihatan, dalam kerendahan hati dan setia memenuhi tugas-tugas kita sehari-hari dengan cintakasih yang besar. Dengan cara ini, kita mematikan egoisme dan kesombongan yang merupakan hambatan terbesar , perangkap yang paling mudah dan umum yang digunakan musuh untuk menghalangi perjalanan kita menuju Allah.Dengan demikian  kita akan mengalami kebebasan rohani, sehingga lebih mudah untuk membeda-bedakan dengan jelas kehendak Allah dan semakin sempurna dalam cintakasih.

Pertobatan berarti juga bertumbuh dalam kebajikan kemurnian. Kemurnian sangat perlu untuk melayani Tuhan dan sesama. Dengan kemurnian pikiran, hati, jasmani, kita akan melihat kebenaran dengan jelas. Injil Yesus kristus akan Nampak dengan segala keindahannya bagi kita. Dengan kemurnian hati, kita akan memperoleh ikatan cintakasih yang mesra dengan Yesus dan kita akan dibimbing untuk memahami misteri-misteri cintakasihNya. Kita akan berkobar-kobar untuk sungguh-sungguh mencintai semua orang dengan api cintakasihNya yang akan membakar dan mengubah diri kita. Dengan kemurnian, kita akan mengalami sukacita, karena merasakan kehidupan yang akrab dengan Yesus, Bunda Maria, para kudus di surga dan para malaikatNya. Maka kita akan menyebarkan cahaya rahmat dan kesucian ilahi kepada sesama di sekitar kita.

Jalan yang tak kalah pentingnya adalah memanggul salib dengan baik. Salib ini terdiri dari kesulitan-kesulitan sehari-hari yang harus kita hadapi bila ingin sepenuhnya melaksanakan kehendak Allah, termasuk kesetiaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban sehari-hari dalam kehidupan kita masing-masing. Kesetiaan melakukan tugas sekecil apapun dengan sempurna, segala sesuatu dilakukan dengan penuh kasih, setiap hari dilakukan untuk memenuhii kehendak Allah.

Disini kita dibentuk untuk menjadi seperti Yesus yang tersalib, dan penyaliban rohani ini akan terjadi setiap hari, dan setiap saat dalam hidup kita. Salib-salib itu akan kita temui dalam panggilan hidup kita, dalam keluarga, dalam komunitas, dalam pergaulan dengan sesama, dalam doa-doa yang terasa kering, dalam tantangan dan kesulitan ketika mewartakan Injil, dalam menanggung sakit penyakit, dalam menghadapi kelemahan-kelemahan sesama dan diri sendiri. 

Yesus menghendaki kita agar kita bertobat dari segala dosa, kelemahan dan cacat cela. Melayani Yesus dengan hati yang murni, memberikan diri kepada Tuhan dan sesama dengan kasih tanpa batas dan tanpa pamrih. Tidak mencari kepuasan diri sendiri, atau keuntungan pribadi. Janganlah kita menjadi letih lesu dan tidak bersemangat bila menghadapi rasa kurang terimakasih dari sesama, sikap kurang kerjasama, penolakan dan penghinaan, sebab justru lewat penderitaan, jiwa-jiwa dapat dimenangkan ke dalam hidup berahmat dan penyelamatan. Yesus dikhianati, ditangkap, diadili, dihukum, didera, dimahkotai dan dibunuh disalib oleh milikNya sendiri. Yesus  selalu melangkah ke arah pemenuhan Paskah dan pengorbananNya bagi umat manusia. Demikian juga kita dipanggil menuju pengurbanan Paskah, bagi keselamatan semua orang. Panggilan untuk tetap setia kepadaNya, adalah jalan sulit dan menanjak menuju Kalvari. Namun bersama Yesus dan Maria yang menjalani jalan salib menuju Kalvari, kita akan dikuatkan untuk tetap tabah dan setia mengikuti Dia. “Barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus menyangkal dirinya dan mengikut Aku” demikian sabda Yesus dalam Injil.   

 

BUNDA MARIA, RATU ROSARIO

Rosario berarti “Mahkota Mawar”. Setiap kali kita mendaraskan satu Salam Maria, kita memberikan sekuntum mawar yang indah kepada Bunda Maria, dan setiapkali kita mendaraskan Rosario secara lengkap, kita memberikan mahkota mawar kepada Bunda Maria. Dengan doa Rosario kita memohon Bunda Maria mendoakan kita kepada Yesus Putranya. Ia menyatukan doanya dengan doa kita, sehingga Rosario menjadi doa yang ampuh sebab apa yang diminta Bunda Maria kepada Putranya, pasti didapatnya. Yesus tidak pernah menolak apapun yang diminta ibuNya. Doa Rosario adalah sarana yang ampuh untuk melawan kejahatan dan dosa, kita dapat memperoleh rahmat yang besar untuk menghasilkan pertobatan.


15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO:

  1. Mereka yang dengan setia mengabdi kepadaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
  2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka yang mendaraskan Rosario.
  3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa, dan menaklukkan kesesatan.
  4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan mendapatkan bagi jiwa belaskasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendambakan hal-hal abadi. Oh betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
  5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario, tidak akan binasa.
  6. Ia yang mendaraskan Rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilanNya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan, jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
  7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario, tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
  8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah, pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran di surga.
  9. Aku akan membebaskan mereka yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
  10. Putra-putri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.
  11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.
  12. Aku akan menolong semua mereka yang menganjurkan Rosario suci dalam segala kebutuhan mereka.
  13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
  14. Semua mereka yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra Tunggalku, Yesus Kristus.
  15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keslamatan yang luhur.

 

KESAKSIAN PENGALAMAN SEORANG IBU LEWAT HATI YESUS DAN HATI BUNDA MARIA YANG TERSUCI

Ada seorang Ibu yang diberi tugas oleh seorang pastor untuk mengajar para katekumen, calon baptis. Ibu ini sudah menikah dan memiliki beberapa orang anak. Suatu saat, ibu ini mengajar seorang bapak calon baptis. Ibu ini heran, karena setiap kali mengajar bapak ini, ibu ini merasa jatuh cinta. Ketika ia pulang ke rumahnya, ibu ini merasa bersalah di dalam hati, ibu ini tidak mau mengikuti perasaan hatinya, dia berdoa kepada bunda Maria. “Bunda Maria aku tidak mau mendua hati, aku ingin melayani Yesus dengan hati yang murni, hilangkanlah perasaan jatuh cinta ini dari hatiku agar aku tetap setia terhadap suamiku”. Pada suatu hari tibalah hari untuk mengajar bapak calon baptis itu. Kembali ibu ini berdoa di kamarnya sebelum dia pergi mengajar para katekumen. Ketika dia memjamkan mata, tiba-tiba dia mendapat inspirasi doa demikian bunyinya: “YA HATI YESUS YANG TERSUCI DAN HATI MARIA YANG TAK BERNODA, MASUKKAN AKU, KELUARGAKU, JUGA BAPAK CALON BAPTIS ITU, KE DALAM HATI YESUS DAN MARIA YANG SUCI DAN TAK BERNODA, LENYAPKANLAH SEGALA DOSA, GANGGUAN SI JAHAT DAN BEBASKANLAH AKU DARI SEGALA IKATAN, BERILAH AKU HATI YANG MURNI UNTUK MELAYANI YESUS KRISTUS JURU SELAMAT KAMI, AMIN.” Selesai mendoakan doa ini, ibu ini berangkat untuk mengajar para calon baptis. Ibu ini merasakan bahwa perasaan jatuh cinta itu sudah hilang dan setelah pelajaran selesai, bapak itu mendatangi ibu ini dan membawa jimat-jimat dari para dukun yang dipercayainya dapat membantu dan menolong dia dalam berbagai persoalan. Bapak itu mau bertobat dan mau membuang jimat-jimatnya. Bapak itu mengatakan bahwa salah satu jimatnya adalah ‘pelet’ yaitu jimat untuk memikat para wanita agar para wanita menyukainya. Ibu itu terkejut dan bersyukur atas pertolongan Yesus dan Maria lewat HATI YESUS DAN HATI MARIA YANG TAK BERNODA. Ibu ini bersama timnya mendoakan bapak itu agar dilepaskan dari kuasa gelap dan mendoakan jimat-jimatnya. Akhirnya bapak ini mengalami pertobatan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya, ia menerima sakaramen baptis, dan ibu ini mengalami sukacita besar atas kasih Yesus dan Bunda Maria.

Mengapa setan cepat keluar dan merasa panas atau tidak tahan dengan Hati Kudus Yesus dan Maria, karena Hati Yesus dan Maria bernyala-nyala dengan Cintakasih ilahi, sedangkan setan menyala-nyala dengan kebencian, maka suatu hal yang kontras, sehingga si jahat merasa panas atau tidak tahan  berada dalam lautan Kasih yang bernyala-nyala dari Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria. Maka si iblis segera pergi karena tidak tahan. Semoga Tuhan menyimpan kita semua dalam Hati Kudus Yesus dan Maria sehingga kita berada dalam lindungan-Nya dan dibebaskan dari gangguan roh jahat yang berkeliaran di dunia ini untuk menjerat jiwa-jiwa.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting