User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 


BERSYUKUR ATAS BERKAT-BERKAT YANG AKAN KITA TERIMA

Selain kita bersyukur atas berkat yang telah kita terima dan yang sekarang kita terima, kita pun mau bersyukur atas berkat-berkat yang akan kita terima. Hal yang terakhir ini seringkali kita tidak masuk dalam pikiran kita karena kita menganggap bahwa bersyukur itu hanyalah untuk apa yang telah lewat. Bersyukur atas berkat-berkat yang akan kita terima ini sebenarnya adalah faal iman yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bersyukur atas berkat-berkat yang telah kita terima. Inilah iman penuh harapan, iman yang aktif dan dinamis. Bukankah: “Iman adalah dasar dan segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dan segala sesuatu yang tidak kita lihat” (lbr. 11:1). Di sini kita berani berharap kepada Tuhan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik untuk kita, baik yang kita minta maupun yang tidak kita minta.

Dalam iman, berkat-berkat yang akan datang telah kita terima bila kita berdoa memintanya; Tuhan teiah memberikannya kepada kita. Sebab itu patutlah kita bersyukur atas kebaikan dan kemurahan hati-Nya. Syukur ini merupakan ungkapan terima kasih kita bahwa Tuhan telah mengabulkan doa kita dan kita telah menerimanya, walaupun secara fisik kita belum melihatnya pada waktu memohonnya. Contoh: kita berdoa dan bersyukur bahwa kuasa penyembuhan Tuhan sedang bekerja dalam din kita yang tengah sakit, maka kita akan sembuh.

Marilah kita lihat beberapa teks Kitab Suci yang mendorong kita untuk bersyukur atas berkat-berkat yang akan kita terima:

 

  • Flp. 4:6: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
  • Mrk. 11:24: “... Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
  • Yoh. 15:7: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”
  • Yoh. 16:24: “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

 

SYUKUR SEBAGAI SIKAP HIDUP KITA

Allah ingin agar kita tidak hanya bersyukur satu atau dua kali saja, melainkan agar syukur itu menjadi sikap atau kebiasaan hidup kita, atau dengan kata lain menjadi orang yang yang penuh syukur. Ini memang pantas mengingat akan kelimpahan kasih-Nya. Renungkanlah nasihat Paulus berikut ini:

 

  • Ef. 5:20: “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.”
  • Kol. 2:7: “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
  • Kol. 4:2: “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”

 

Paulus juga mengajarkan agar “segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kol 3:16-17).

Bagi orang yang mengasihi Allah, bersyukur itu merupakan suatu ungkapan cinta, menjadi suatu kesukaan dan kegembiraan baginya, suatu pujian untuk menyenangkan Bapanya.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting