User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 


BERSYUKUR ATAS SEMUA BERKAT YANG KITA TERIMA

Sebenarnya dalam kehidupan kita, kita telah menerima banyak sekali rahmat dan Tuhan: mengenal Tuhan sebagai sahabat dan Bapa kita; ditebus dan dijadikan anak Allah yang serupa dengan gambaran Putra-Nya sendiri; diciptakan sebagai manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah; kehidupan; keluarga, komunitas, sahabat; kedamaian, sukacita, kebahagiaan; panggilan hidup; harta duniawi; udara yang segar, alam yang indah; kesehatan; pakaian, makanan, minuman; istirahat; tempat tinggal; pekerjaan, pendidikan; kemampuan intelektual, kekuatan, keamanan, bakat-bakat; hal-hal kecil yang nampaknya sepele atau tak berarti;berkat-berkat yang tidak kita sadari atau pikirkan; dan sebagainya.

Bukalah mata kita dan sadarilah bahwa kita tidak dapat menghitung berkat-berkat yang telah kita terima karena begitu berlimpahnya. Baik berkat jasmani, apalagi berkat rohani, semuanya kita terima dan kemurahan Tuhan, dan diberikan kepada kita bukan karena jasa kita.

Juga jangan lupa, betapa banyaknya doa-doa kita yang telah Tuhan kabulkan dan pertolongan-Nya selalu datang pada saat kita butuhkan, seperti: sembuh dan penyakit, lolos dan kecelakaan, lulus ujian, mendapat pekerjaan atau jodoh atau anak, keluar dan problem, dll. Ingatlah akan kebaikan dan kemurahan Tuhan pada saat-saat sulit. Ingatlah uluran tangan-kasihNya. Ingatlah bahwa Ia tidak pemah meninggalkan kita, slap mendengarkan dan menolong kita. Bayangkan bagaimana jadinya bila la melupakan kita. Seringkali pada waktu kesulitan, orang datang meratap kepada Tuhan, tetapi bila kesulitan telah berlalu orang lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Inilah kecenderungan kita yang lemah.

Dengan bersyukur kita membuka diri terhadap rahmat Allah, dan keterbukaan ini memampukan kita untuk menerima lebih banyak berkat. Orang yang tidak pemah bersyukur atau menolak untuk bersyukur berarti menolak dan menutup diri terhadap rahmat Tuhan. Orang seperti ini adalah orang yang sombong, merasa dirinya tidak memerlukan Allah. Dalam I Ptr. 5:5 dikatakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Sikap ini membuatnya kehilangan banyak rahmat yang Tuhan akan berikan kepadanya, dan bukan itu saja, bahkan ia dapat kehilangan berkat-berkat yang ada padanya; Yesus mengatakan: “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia akan berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya” (Mat. 13:12). Jelas ini kerugian besar. Maka janganlah lupa untuk bersyukur, apalagi bila hidup kita sukses, makmur, senang. Jangan pernah melupakan Tuhan.

Orang yang bersyukur dapat dikatakan sebagai “orang yang kaya”, karena mereka mampu menghargai dan menikmati apa yang mereka miiki. Terlebih lagi jika mereka ingat betapa banyaknya orang yang tidak memiliki apa yang mereka punyai, dan betapa banyaknya orang yang menderita. Sedangkan orang yang tidak pemah bersyukur seringkali menjadi “orang yang miskin”, karena menganggap yang yang dimilikinya itu sedikit dan ia tidak puas. Masalahnya adalah bukannya berapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa jauh kita menikmati dan merasa puas terhadap apa yang kita miliki. Apa guna bila seseorang mempunyai banyak harta, tetapi tidak dapat menikmatinya karena hidup dalam kecemasan, kekecewaan, kemarahan, penyakit, dll. Bukankah sikap ini membuat diri sendiri menjadi bodoh.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting