User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Paus Fransiskus yang memimpin Misa di Basilika St. Petrus pada hari Minggu Pentakosta mengatakan bahwa dunia memerlukan orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Di bawah ini adalah terjemahan dari homili Bapa Paus hari Minggu Pentakosta kemarin.

“Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu… Terimalah Roh Kudus” (Yoh 20:21-22). Karunia Roh Kudus pada sore hari Kebangkitan terjadi lagi pada hari Pentakosta, kali ini diperkuat dengan tanda-tanda jasmaniah yang luar biasa. Pada sore hari Paskah, Yesus menampakkan diri pada para Rasul dan menghembusi mereka dengan Roh-Nya (bdk. Yoh 20:22); pada pagi hari Pentakosta, pencurahan pun terjadi dengan cara yang gemilang, seperti angin yang mengguncangkan tempat di mana mereka berada, mengisi pikiran dan hati mereka. Mereka menerima kekuatan baru yang luar biasa sehingga mereka mampu memberitakan kebangkitan Kristus dalam bahasa-bahasa lain, “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka yang mengatakannya” (Kis 2:4). Bersama dengan mereka ada pula Bunda Maria, Bunda Yesus dan para rasul, serta Bunda Gereja yang baru lahir. Dengan damai dan senyumnya, ia menyertai Sang Mempelai yang berbahagia, Gereja Yesus.

Firman Allah, terutama dalam bacaan hari ini, mengungkapkan pada kita bahwa Roh Kudus bekerja dalam tiap-tiap pribadi dan masyarakat, memenuhi kita dengan Roh Kudus: Ia memimpin kita kepada seluruh kebenaran (bdk. Yoh 16:13), Ia membaharui muka bumi (Mzm 104:30), dan memberi kita buah-buah-Nya (bdk. Gal 5:22-23).

Dalam Injil, Yesus menjanjikan pada para rasulnya bahwa, ketika Ia sudah kembali pada Bapa, Roh Kudus akan datang untuk menuntun mereka kepada seluruh kebenaran (bdk. Yoh 16:13). Memang Ia menyebut Roh Kudus sebagai “Roh Kebenaran”, dan menjelaskan pada para rasul-Nya bahwa Roh Kudus akan membawa mereka untuk memahami dengan lebih jelas apa yang Ia, Sang Mesias, telah katakan dan perbuat, terutama sehubungan dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Kepada para Rasul, yang tidak bisa menanggung skandal penderitaan Guru mereka, Roh Kudus memberikan pengertian yang baru tentang kebenaran dan keindahan peristiwa penyelamatan tersebut. Pada awalnya, mereka tak mampu berbuat apa-apa karena ketakutan, mengunci diri mereka dalam Ruang Atas untuk menghindari akibat dari kejadian saat Jumat Agung. Sekarang mereka tidak lagi malu menjadi pengikut Kristus; mereka tidak lagi gemetar menghadapi pengadilan manusia. ketika dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka mengerti “seluruh kebenaran”: bahwa kematian Yesus bukanlah kekalahan-Nya, melainkan merupakan penyataan terbesar dari kasih Allah, kasih yang, dalam Kebangkitan, mengalahkan kematian dan meninggikan Yesus sebagai Ia Yang Hidup, Tuhan, Penyelamat umat manusia, dalam sejarah dan dalam dunia. Kebenaran ini, di mana para Rasul menjadi saksinya, menjadi Kabar Baik, yang harus diwartakan kepada semua orang.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting