User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Selamat pagi saudara-saudari.

 

Dalam Katekese sebelumnya, kita melihat bagaimana Gereja merupakan suatu kumpulan orang, suatu kumpulan orang yang dipersiapkan dengan cinta dan kesabaran Tuhan di mana kita semua dipanggil untuk terlibat. Hari ini saya ingin menyoroti sifat baru yang menjadi ciri-ciri orang ini: benar-benar melibatkan orang-orang baru, yang didasarkan pada Perjanjian Baru, yang didirikan oleh Tuhan Yesus dengan anugerah hidup-Nya. Sifat baru ini tidaklah meniadakan perjalanan sebelumnya dan juga tidak menentangnya, tetapi sebenarnya mengarahkannya keluar kepada pemenuhan.

1. Ada sosok yang sangat berarti, yang bertindak sebagai engsel antara Perjanjian Lama dan Baru, yaitu Yohanes Pembaptis. Menurut Injil Sinoptik, ia adalah “perintis jalan”, orang yang mempersiapkan kedatangan Tuhan, mempersiapkan orang-orang untuk mengubah hati dan menerima penghiburan dari Tuhan yang sudah ada di tangan. Menurut Injil Yohanes, ia adalah “saksi”, sedemikian rupa sebagaimana ia membuat kita mengenal Yesus, Dia yang datang dari tempat tinggi untuk mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan umat-Nya sebagai mempelai-Nya, sebagai buah sulung dari manusia baru. Sebagai “perintis jalan” dan “saksi”, Yohanes Pembaptis memainkan peran penting untuk seluruh Kitab Suci karena ia menjembatani antara janji Perjanjian Lama dengan pemenuhannya, antara nubuat dan realisasinya dalam Yesus Kristus. Dengan kesaksiannya, Yohanes mengarahkan kita kepada Yesus, mengundang kita untuk mengikuti-Nya, dan memberitakan tanpa mengurangi kata-katanya di mana ini membutuhkan kerendahan hati, pertobatan, dan perubahan. Ini adalah suatu undangan yang memerlukan kerendahan hati, pertobatan, dan perubahan.

2. Sebagaimana Musa telah mengadakan perjanjian dengan Allah melalui hukum yang diterima di Gunung Sinai, begitu pula Yesus, dari suatu bukit di tepi Danau Galilea, memberikan suatu pengajaran baru kepada para murid-Nya dan orang banyak yang dimulai dengan Sabda Bahagia. Musa memberikan Hukum di Gunung Sinai, dan Yesus—Musa baru—memberikan hukum di bukit itu di tepi Danau Galilea. Sabda Bahagia adalah jalan yang Allah tunjukkan sebagai jawaban atas kerinduan mendasar manusia akan kebahagiaan, dan Sabda Bahagia ini menyempurnakan Perintah pada Perjanjian Lama. Kita terbiasa belajar Kesepuluh Perintah Allah—tentu saja Anda semua mengenalnya, Anda mempelajarinya dalam Katekese—tetapi, kita tidak terbiasa untuk mengulang-ulanginya. Maka, mari kita coba untuk mengingatnya dan menanamkannya pada hati kita. Mari kita lakukan satu hal: Saya akan mengatakannya satu kali dan Anda mengulanginya. Oke?

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena karena mereka akan memiliki bumi.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” [Umat mengulanginya]

“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” [Umat mengulanginya].

“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” [Umat mengulanginya].

Bagus sekali! Mari kita lakukan satu hal: Saya memberikan pekerjaan rumah kepada Anda, suatu tugas yang harus dilakukan di rumah. Ambillah Injil, yang Anda bawa bersama Anda.... Ingatlah bahwa Anda harus selalu membawa Injil bersama dengan Anda; dalam saku atau tas Anda, selalu;  Injil yang Anda miliki di rumah. Bawalah Injil, dan pada Matius bab pertama—Saya rasa pada bab lima—di sana ada Sabda Bahagia. Dan hari ini, besok di rumah, bacalah. Maukah Anda melakukannya? [Umat menjawab: “Ya!”] Agar tidak melupakannya, karena ini adalah Hukum yang diberikan Yesus kepada kita! Maukah Anda melakukannya? Terima kasih.

Sabda ini mengandung semua sifat baru yang Kristus bawa, semua sifat baru Kristus ada dalam sabda ini. Bahkan, Sabda Bahagia adalah gambaran Yesus, jalan hidup-Nya; dan sabda ini adalah jalan menuju kebahagiaan sejati yang dapat kita jalani bersama dengan rahmat yang Yesus berikan pada kita.

3. Selain Hukum Baru, Yesus juga memberi kita “rambu-rambu” yang olehnya kita akan dihakimi. Pada akhir zaman kita akan dihakimi. Dan pertanyaan apa yang akan ditanyakan pada kita di sana?  Pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan? Apa rambu-rambu itu yang mana hakim akan menilai kita? Kita temukan di Injil Matius bab 25. Tugas hari ini adalah membaca Injil Matius bab 5 di mana ada Sabda Bahagia; dan bacalah bab 25, di mana terdapat rambu-rambu tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan pada Hari Pengadilan Terakhir. Kita tidak akan memiliki gelar, kebanggaan, atau hak istimewa untuk mempertaruhkan diri kita. Allah akan mengenali kita jika kita mengenali-Nya dalam diri orang lemah, lapar, fakir miskin dan terbuang, yang menderita dan sendirian.... Inilah salah satu kriteria mendasar untuk menilai kehidupan kristiani kita, di mana Yesus memanggil kita untuk melakukannya setiap hari. Saya membaca Sabda Bahagia dan saya berpikir bagaimana kehidupan kristiani saya yang seharusnya. Kemudian saya memeriksa batin dengan Injil Matius bab 25. Setiap hari: saya melakukan ini, saya melakukan ini, saya melakukan ini.... Ini adalah hal yang baik bagi kita! Hal ini sederhana namun nyata.

Teman-teman yang terkasih, Perjanjian Baru terkandung: mengenali diri sendiri di dalam Kristus, diwarnai belas kasih dan cinta Allah. Inilah yang mengisi hati kita dengan sukacita, dan inilah apa yang membuat hidup kita menjadi suatu kesaksian yang indah dan dapat dipercaya akan kasih Allah bagi semua orang yang kita jumpai setiap hari. Ingatlah pekerjaan rumah Anda!  Matius bab 5 dan 25. Terima kasih!

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting