Senin, 13 Januari 2013

User Rating:  / 1
PoorBest 


Homili Paus Fransiskus

 

Cinta Allah adalah kebaikan yang mengatasi segala pengertian: realitas ini menyembuhkan kerusakan akibat dosa kita dan kesalahan kita, kenyataan ini menjadikan seluruh kisah kehidupan manusia sepanjang sejarah yang telah rusak akibat dosa, cinta-Nya telah menyembuhkan sejarah kehidupan manusia. Inilah fokus dari homili Paus Fransiskus  pada Misa hari senin pagi di kapel Casa Santa Marta di Vatikan.

Bapa Suci memusatkan komentarnya pada Injil hari itu, yang diambil dari Injil Suci karangan Santo Markus (1: 14-20), dan Injil menceritakan panggilan Kristus kepada Andreas, Simon, Yakobus dan Yohanes untuk menjadi murid-Nya.

“Kelihatannya bahwa Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes dipilih satu kali untuk selamanya: dan betul, mereka orang yang terpilih! Pada saat itu, mereka belum terbukti setia sampai akhir. Setelah terpilih, mereka melakukan beberapa kesalahan. Mereka melakukan dosa kepada Tuhan. Mereka menyangkal Allah – Petrus terbukti melakukannya dan yang lain lari meninggalkan Yesus karena takut: mereka sangat takut dan lari! Mereka meninggalkan Tuhan. Namun, Allah mempersiapkan dan kemudian, sesudah Kebangkitan-Nya, Allah meneruskan perjalanan persiapan para murid hingga peristiwa Pentakosta. Bahkan sesudah Pentakosta, beberapa rasul, seperti Petrus melakukan kesalahan dan Paulus menegur Petrus, tetapi Allah terus membimbing mereka.” Paus Fransiskus menjelaskan bahwa Allah juga mempersiapkan dan membimbing orang beriman sepanjang sejarahnya:

“Ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik, Allah memasuki sejarah, ia masuk dalam situasi manusia, dan Dia membimbing kita. Simaklah garis keturunan Yesus Kristus, dalam daftar keturunan dinyatakan, dari yang satu menyusul keturunan berikutnya dan demikian seterusnya. Dalam sejarah ditemukan realitas bahwa baik laki-laki dan perempuan adalah para pendosa. Bagaimana Allah memandangnya? Dia melangkah ke dalam, Dia menguatkan jalan, Dia meletakkkan hal yang benar. Lihatlah Daud yang agung, seorang pendosa besar, dan kemudian ia menjadi seorang kudus besar. Tuhan mengetahuinya. Ketika Allah bersabda, “Dengan cinta abadi, Aku telah mengasihi engkau, Dia menunjuk hal itu. Allah telah memandang kita sepanjang sejarah, kepada setiap kita dan setiap orang dari kita.” Paus Fransiskus mengatakan bahwa Allah menunggu kita dalam sejarah dan dengan penuh kasih menyertai kita sepanjang sejarah. Ia mengatakan bahwa cinta Allah di mana “Dia mencintai kita selamanya, dan tidak pernah mengecewakan kita.” Kita berdoa kepada Tuhan, bahwa kita akan mengenal kelembutan hatinya. “Inilah, yang kita sebut sebuah tindakan iman,” tidak mudah untuk mengatakan hal ini:

“Karena secara rasional, kita mengataan, ’Bagaimana Allah yang memikirkan banyak orang, Dia juga memikirkan saya?’ Bagaimana pun, dia telah mempersiapkan jalan untuk saya. Dengan ibu kita, nenek kita, ayah kita, kakek nenek kita, dan buyut kita. Itulah yang Allah lakukan. Inilah cinta-Nya: nyata, kekal, dan juga dapat kita alami. Kita berdoa memohon rahmat Allah supaya kita memahami cinta Allah, tetapi cinta Allah takkan pernah dapat sepenuh dipahami! Kita dapat merasakannya, kita dapat mengalaminya, akan tetapi tak sepenuhnya dapat mengerti. Hal ini juga mengatakan kepada kita betapa besarnya cinta-Nya kepada kita. Allah telah mempersiapkan kita selama beberapa waktu, Dia berjalan bersama mita, mempersiapkan yang lain. Dia selalu beserta kita! Mari kita mohon rahmat-Nya dalam hati kita untuk memahami cinta-Nya yang besar.”

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting