User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

3. Ucapan syukur

Setelah menerima Tuhan Yesus yang hadir dalam rupa roti ini kita harus sadar dan bersyukur kepada Tuhan. Kita harus sadar bahwa inilah saat yang istimewa, inilah saat yang khusus, karena waktu itu secara fisik dalam rupa Sakramen Mahakudus, Yesus hadir dalam diri kita. Saat itu dalam rupa roti, Ia hadir dengan seluruh kemanusiaan dan keallahan-Nya.

Kita tahu bahwa Yesus hadir, karena itu kita harus mengambil waktu lebih untuk (menyadari) Tuhan yang hadir. Jangan menyanyi, tetapi cobalah berbicara dari hati ke hati, karena inilah saat yang kudus, saat Tuhan hadir bagi kita. “Tidak ada doa yang lebih berkenan pada Allah daripada doa yang kita panjatkan sesudah komuni,” kata S. Alfonsus. Pada zaman itu, ada orang-orang yang setelah komuni membaca bacaan rohani. S. Alfonsus mengingatkan untuk tidak memakai waktu itu untuk membaca, tetapi untuk berbicara dengan Tuhan.

Sayang, kadangkala MC “Memaksa” umat untuk mendengarkan obrolan MC yang omong kosong. Seringkali MC mengajak umat untuk berbicara dengan Tuhan, tetapi MC sendiri tidak berhenti berbicara, sehingga orang dipaksa tidak untuk berbicara pada Yesus, tetapi untuk mendengarkan komentarnya yang berlebihan. Jika MC memberikan komentar pendek, misalnya “Marilah sekarang kita berbicara pada Tuhan yang sudah hadir dalam diri kita”, itu baik. Akan tetapi, komentar jangan berlebihan untuk memberi kesempatan umat berbicara dengan Yesus. Saat itulah kita berbicara dengan Yesus. Kita bisa memperbarui penyerahan diri kita, “Yesus, kuserahkan diriku kepada-Mu. Biarlah Engkau mencurahkan kasih-Mu kepadaku. Berilah aku rahmat untuk lebih dapat mengasihi Engkau.” Sesuai dorongan hati masing-masing, kita mohon supaya boleh lebih mengenal Yesus. Setelah itu, barulah kita mohon kebutuhan-kebutuhan kita. Seperti dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus kepada kita,”Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu,” kita memohon agar nama Tuhan dipermuliakan. “Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.” Kita mengarahkan pada kemuliaan Allah, perkara-perkara Allah, barulah kemudian pada kebutuhan kita sendiri.

 

Jadi pada Ekaristi, Yesus sendiri sungguh-sungguh hadir dalam diri kita, maka kita harus datang kepada-Nya. S. Teresa Avila bertanya pada Tuhan, “Yesus, apa yang ingin aku lakukan bagi-Mu?” Yesus mengatakan, “Aku telah turun dari surga untuk memberikan rahmat yang kau butuhkan. Mintalah rahmat sebanyak yang kau butuhkan, maka engkau akan menerimanya, sejauh itu untuk tumbuh dan berkembang dalam cintakasih ilahi.”

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting