User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

 

2. Kerinduan akan Yesus dan Kasih-Nya

Penting untuk membangun suatu kerinduan yang besar untuk menerima Yesus dan kasih-Nya yang kudus, yaitu kerinduan untuk menerima Yesus dengan tujuan untuk berkembang dan maju dalam kasih ilahi. S. Alfonsus juga mengungkapkan apa yang pernah diungkapkan oleh S. Fransiskus dari Sales, bahwa tujuan utama kita menerima komuni ialah supaya kita semakin berkembang dalam kasih Allah. Jadi, bila menerima komuni, tujuan utama kita adalah bertemu dengan Yesus, Sang Pemberi Hidup serta berkembang dalam pengenalan dan kasih-Nya. Hanya mereka yang sungguh lapar akan dipuaskan. Yesus mengatakan, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan” (Mat 5:6). Begitu pula kita, semakin kita lapar dan haus akan Yesus semakin kita akan dipuaskan.

Jangan mengira Yesus senang untuk datang pada kita jika kita tidak mempunyai kerinduan. Oleh karena itu, kita harus memupuk kerinduan akan Yesus. Kalau orang tidak rindu, Yesus seolah-olah masuk dalam diri kita dengan terpaksa dan kita tidak menerima apa-apa dalam komuni itu. Apa yang dikatakan Yesus kepada S. Matilda, “Sebagaimana seeekor lebah dengan rindu sekali hinggap pada sekuntum bunga untuk menghisap madunya, demikian pula Yesus ingin masuk ke dalam jiwa di dalam komuni, karena didorong hebatnya cinta-Nya kepada mereka itu.” Tentu saja, hal ini pada mereka yang mempersiapkan diri. Sebagaimana Yesus rindu, kita pun harus merindukan Yesus masuk dalam diri kita.

Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa merayakan Ekaristi itu bukan suatu kewajiban, melainkan suatu rahmat istimewa yang harus kita hargai sungguh-sungguh. Jika kita hanya memandangnya sebagai suatu kewajiban, maka kita merendahkan nilai Ekaristi. Hanya mereka yang sungguh lapar akan dipuaskan dalam perjamuan Ekaristi. Hanya mereka yang betul-betul lapar merindukan Yesus (lebih daripada sekedar merindukan jamahan dan penyembuhan-Nya) akan menerima kuasa-Nya. Jika orang merindukan Yesus, maka ia akan menerima lebih. Dalam hal ini akan ada pertukaran suci, seperti dikatakan kepada S. Katarina Siena, “Engkau perhatikan Aku. Tugasmu hanyalah memperhatikan Aku dan Aku akan memperhatikan seluruh kebutuhanmu.” Maka, kalau kita hanya bertekad untuk merindukan Yesus, untuk dapat lebih mengasihi-Nya, maka Dia akan memperhatikan kita dan memberikan segala-galanya. Injil mengatakan, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). Inilah yang utama: mencari Yesus demi Yesus sendiri, maka yang lainnya akan ditambahkan. Sehubungan dengan ini—meski sedikit berbeda—kalau kita sungguh memperhatikan dan melayani Tuhan, kita tidak akan kelaparan. Ini sungguh suatu pertukaran yang suci dan indah: kita memperhatikan Tuhan dan Tuhan akan memperhatikan segala kebutuhan kita.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting