Print
Hits: 7916

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tentu kita pernah menyaksikan kelahiran seorang anak. Ada anak yang dilahirkan dalam situasi menyenangkan. Tetapi juga anak yang dilahirkan dalam situasi yang menyedihkan. Tetapi, apa artinya kelahiran? Mengapa ada anak yang dilahirkan dalam suasana yang memprihatinkan? Bagaimana dengan kelahiran Yesus di kandang yang hina? Apa artinya bagi kita? Kita mau mengerti makna Natal bagi hidup kita.


 

1.  Pendahuluan

Hari Natal merupakan hari yang luar biasa karena hari natal merupakan hari kelahiran   Yesus Kristus dan dirayakan di seluruh dunia. Perayaan Natal tersebut merupakan perayaan universal. Di negara-negara bukan Kristen sekalipun seperti Cina, Jepang terdengar lagu-lagu Natal. Suasana Natal memberi suatu suasana  khusus yang membuat banyak orang bergembira dan bersukacita.

2.  Arti atau Makna Perayaan Natal

Bagi kebanyakkan orang, perayaan Natal merupakan suatu perayaan yang bersifat profan. Di negara tertentu seperti Amerika Serikat perayaan Natal diwarnai dengan pembagian kado, pembuatan pohon Natal yang romantis, pemberian ucapan selamat “Merry Christmas” sekedar sebagai ungkapan  kegembiraan atau kesenangan.

Bagi kita orang yang beriman, perayaan Natal mempunyai arti yang lebih dalam dan tidak sekedar sebagai perayaan untuk bergembira atau bersenang-senang. Perayaan Natal merupakan perayaan yang penuh berkat dan rahmat karena pada hari itu kita mengenangkan kelahiran Dia yang telah mengubah dunia. Sejarah dunia mulai berubah ketika Tuhan Yesus Kristus lahir ke dunia, Putra Allah menjelma menjadi manusia. Dia membawa sesuatu yang baru kepada dunia yang sampai pada waktu itu belum dikenal oleh manusia. Sesuatu yang baru tersebut yakni Allah adalah kasih. Kita sebagai orang beriman diundang untuk mengambil bagian dalam hidup Allah yang adalah kasih itu sendiri.

Dalam perjanjian lama orang mengenal Allah sebagai yang Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Adil. Tetapi Allah sebagai kasih menjadi nyata dalam kedatangan atau kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Karena Dialah yang menyatakan kepada kita bahwa siapa sebenarnya Allah itu. Dengan melihat Yesus Kristus kita melihat Allah sendiri. Dengan melihat Dia, kita memandang Allah yang tidak tampak, yang tidak kelihatan. Dengan mendengarkan Dia, kita mendengarkan Allah. Dengan mengalami kasih-Nya kita juga mengalami kasih Allah. Inilah hal baru yang dibawa Yesus kepada kita yakni kasih Allah yang berlimpah dan kasih ini membuahkan damai yang begitu dalam.

Di satu pihak, manusia mendambakan kedamaian ketika berhadapan dengan situasi dunia dewasa ini yang dilanda berbagai ancaman, teror dan bom. Manusia merasa seolah-olah tidak ada kedamaian. Bahkan dapat dipastikan bahwa tidak ada satu negarapun di dunia ini yang membuat orang merasa aman. Dipihak lain, Yesus Kristus datang membawa sesuatu yang lain.


Pertama, Dia datang membawa kasih Allah dan kasih inilah yang menghasilkan damai sejahtera, damai sejati. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebutkan orang: penasehat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja damai.” Dia adalah penasehat ajaib yang membawa kita kepada jalan yang benar, jalan yang membawa kehidupan. Dia membawa damai kepada kita, bukan damai seperti yang dikehendaki dunia ini. Seperti orang Roma dalam pepatahnya “Sivis Pacem Parabelum” yang artinya: jikalau kamu ingin damai, siapkan perang. Damai hanya dapat diimbangi dengan siap untuk berperang. Hal ini sebetulnya hanya merupakan omong kosong belaka.

Kita dapat melihat bahwa pada saat Yesus lahir  dalam kerajaan Roma, untuk beberapa waktu lamanya ada suatu damai meliputi seluruh kerajaan tetapi itu hanya sementara saja. Damai yang dibawa Yesus disini adalah suatu damai yang lain, suatu damai yang keluar dari hati manusia dari kedalaman hati manusia. Seperti nyanyian para malaikat “Kemuliaan kepada Allah ditempat yang tinggi dan damai bagi manusia yang berkenan kepada-Nya atau berkehendak baik.” Damai inilah yang dibawa Yesus kepada kita. Dia sendiri yang adalah Allah mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kejahatan di dunia yang menimbulkan ketakutan, kegelisahan tidak dapat dikalahkan oleh kekerasan atau kejahatan lain tetapi hanya dapat dikalahkan oleh suatu kekuatan yang lebih besar bahkan paling besar yakni kasih. Yesus yang kita sebut Raja damai, Allah Perkasa yang Maha Kuasa mengalahkan kejahatan bukan dengan kekerasan, kekuatan senjata, melainkan dengan kuasa yang paling dahsyat tetapi sekaligus paling lembut, menyejukan yakni kuasa cinta Allah. Ini adalah sebuah kemenangan besar karena Dia mengalahkan semua itu dengan kasih. Dengan kelahiran Yesus di dunia sejarah umat manusia berubah.

Kedua, Penyelenggaraan yang dialami oleh keluarga kudus (Yesus, Maria dan Yosef) menjadi contoh penyelenggaraan Allah untuk kita. Dari peristiwa yang dialami oleh keluarga kudus, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada suatu peristiwapun terjadi yang tidak  diketahui oleh Allah. Tidak ada suatu perbuatan baik atau hal yang baik terjadi tanpa dikehendaki oleh Allah dan tidak ada suatu kejahatan terjadi yang tidak diketahui oleh Allah. Allah kadang-kadang membiarkan hal-hal yang dirasakan negatif atau jahat terjadi demi suatu tujuan yang lebih tinggi, lebih besar yakni kebaikan umat manusia.

Sebelum Yesus lahir, para nabi telah menubuatkan bahwa Raja damai atau Mesias harus lahir di Betlehem. Bagaimana Allah mengaturnya?  Jikalau kita pikirkan dengan teliti bahwa Yesus harus lahir di Betlehem dan Ia harus mencacah jiwa di Betlehem karena Ia keturunan Daud. Allah memberikan inspirasi kepada kaisar Augustus untuk mengadakan cacah jiwa tepat pada saat ketika Maria sudah hamil tua. Sehingga Maria “terpaksa” dengan alasan cacah jiwa kembali ketempat asalnya, walaupun ini merupakan penyelenggaraan Ilahi. Maria dan Yosef  pergi dari Nasareth ke Betlehem tepat pada saat Maria harus melahirkan. Penyelenggaraan Allah mengatur sedemikian rupa, sehingga ketika Maria tiba di Betlehem maka saat itu ia melahirkan tidak lebih dahulu dan tidak kemudian. Seandainya satu bulan lebih lambat maka Maria sudah melahirkan di Nazareth ; jika terlalu cepat sudah pulang lagi ke Yerusalem. Tetapi Tuhan mengatur tepat pada waktunya. Pada saat itu,  seolah-olah kebetulan tetapi bagi Allah tidak ada yang kebetulan. Allah mengatur sedemikian rupa sehingga ketika Maria tiba di Betlehem tiba waktunya bagi dia untuk melahirkan dan nubuat para nabi digenapi karena yang memberi inspirasi para nabi untuk bernubuat adalah Tuhan sendiri.


Penyelenggaraan Allah terjadi juga ketika Maria dan Yosef tinggal beberapa waktu lamanya di Betlehem. Ketika raja Herodes ingin membunuh anak-anak di Betlehem dan sekitarnya, Tuhan mengatur sedemikian rupa sehingga sebelum itu terjadi Maria dan Yosef bersama Yesus sudah pergi dari Betlehem. Demikian juga terjadi di Mesir, penyelenggaraan Allah terjadi sedemikian rupa.

Penyelenggaraan Allah yang nyata dalam peristiwa perayaan Natal ini sebetulnya merupakan penyelenggaraan Allah dalam hidup kita masing-masing. Jikalau kita mempunyai mata iman, maka melalui liku-liku kehidupan kita akhirnya mencapai tujuan yakni tujuan yang dibawa Yesus ke dunia agar kita mengenal Allah, mangenal Bapa, boleh mengalami kasih-Nya yang melampaui segala pengertian. Dengan demikian ketika kita percaya kepada Yesus kita sudah mulai bahagia di dunia ini dan tentu saja tidak hanya di dunia ini tetapi ini merupakan permulaan dan kita akan bahagia untuk selama-lamanya. Dengan percaya kepada Yesus dan penyelenggaraannya maka melalui penyelenggaraannya itu kita semakin mengenal siapa Tuhan kita dan akhirnya hidup kita selalu dipenuhi dengan rasa syukur, hati kita dipenuhi dengan rasa syukur karena kita mengetahui bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi yang tidak diketahui Allah. Segala sesuatu berada didalam tangan Tuhan seperti yang dikatakan oleh Santo Paulus “Allah turut bekerja didalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi Dia.”

Bagi kita yang hidup dijaman ini,  penyelenggaraan Allah didalam diri Yesus menjadi begitu jelas tetapi bagi mereka yang hidup pada waktu itu mungkin tidak begitu jelas. Meskipun demikian Maria dan Yosef oleh iman, mereka mengetahui bahwa itu adalah bimbingan Tuhan.

3.  Penutup

Sebagai kesimpulan kita dapat mengatakan: jika kita yakin bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu maka pertama, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Dia. Dia mengetahui segala sesuatu. Kedua, Dia dapat melakukan segala sesuatu, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Ketiga, Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Kuasa itu adalah Tuhan yang mengasihi anda. Maka kita dengan hati yang penuh damai dapat menyerahkan hidup kita kedalam tangan Tuhan, tidak takut apapun juga. “Tuhan Engkau mengetahui segala sesuatu, Engkau dapat melakukan segala sesuatu dan Engkau mengasihi aku maka kedalam tanganMu kuserahkan seluruh hidupku.” Apakah ada hidup yang lebih indah dari pada hidup yang betul-betul dilandasi oleh kesadaran yang mendalam akan Allah yang hidup, Allah yang mengetahui segala sesuatu, Allah yang mampu melakukan segala sesuatu, Allah yang mengasihi kita?

 

(Sumber: Kaset kumpulan khotbah Rm. Yohanes Indrakusuma, CSE ditulis kembali oleh Athanasius Maria, CSE).