User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Kelepasan

Saya pernah melihat seekor bajing (tupai) yang ditangkap orang dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan. Kurungan itu berputar pada sumbunya, sehingga walaupun bajing itu tampaknya berlari dengan kencang, namun sesungguhnya ia tetap di tempatnya. Supaya dapat lari jauh, bajing itu harus keluar dari ku-rungannya.

Keadaan bajing itu serupa de-ngan keadaan banyak orang yang mau lari kepada Allah, tetapi nyatanya tetap tinggal di tempat dan tidak maju sedikit pun juga. Keadaan bajing menunjukkan perlunya suatu kelepasan supaya dengan bebas kita dapat berjalan atau berlari menuju Allah. Kelepasan sesungguhnya bukan lain dari menyerahkan segalanya secara utuh kepada Allah termasuk diri sendiri. Bila kita dapat menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah, hal itu merupakan suatu berkat yang amat besar, karena Allah tidak akan menyerahkan diri kepada kita, bila kita tidak rela menyerahkan diri secara utuh kepadaNya.

Hidup kita adalah suatu per-jalanan kepada Allah dan Allah adalah sumber berkat. Karena itu bila dalam perjalanan itu kita berhenti pada sesuatu yang bu-kan Allah, hal itu amat menyedihkan, karena berarti kita kehilangan berkat yang demikan besarnya hanya karena hal-hal yang sepele. Seekor burung yang kakinya terikat tidak akan bisa terbang, entah dia terikat oleh rantai besi, ataukah oleh tali sutera, entah tali yang tebal atau tipis, selama ia masih terikat, ia tidak akan bisa terbang. Demikian pula bila kita masih terikat, kita tidak dapat berjalan maju, seperti bajing tadi.

Kelepasan atau ketidakter-ikatan sesungguhnya merupakan sesuatu yang positif. Itu berarti kemenangan dari permata yang tulen terhadap yang palsu, kemenangan dari yang abadi terhadap yang fana, yang tidak akan rusak terhadap yang sementara. Karenanya kelepasan membukakan bagi Anda pintu Kerajaan Surga serta segala berkatnya. Ia memampukan Anda untuk memiliki Allah serta memasuki persahabatan yang sejati dengan Allah, sumber kebahagiaan kita, serta menikmati kehadiranNya. Kecuali itu kelepasan memberikan kepada kita keuntungan-keuntungan berikut:

Kelepasan membebaskan kita dari kesibukan dengan diri sendiri, dengan gambaran diri sendiri serta segala akibat buruknya.

Ego Anda yang belum matang akan selalu mencari-cari kesempatan untuk tampil cemerlang, untuk dikagumi oleh orang lain. Itulah sebabnya pada waktu muda orang berusaha untuk mendapat rangking pertama dalam sekolah, untuk menjadi juara dalam olahraga, untuk memperoleh tingkat-tingkat dan gelar-gelar akademis yang tinggi. Pada usia tengah baya, Anda harus bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan. Pada usia lanjut Anda akan menonjolkan kesenioran Anda, untuk dihormati dan dikagumi. Anda akan merasa frustrasi bila tidak mem-peroleh semuanya itu. Namun kelepasan akan membebaskan Anda dari semuanya itu, karena Anda sadar, bahwa Anda memiliki yang paling berharga, yaitu persahabatan Allah.

Kelepasan memberikan kemenangan kepada Anda atas kuasa ketidak pastian dan ketamakan

Kelepasan akan membebaskan Anda dari keinginan untuk memiliki segala sesuatu yang dimiliki oleh orang lain atau yang ditawarkan oleh iklan-iklan. Si Anu punya itu, maka sayapun harus memilikinya. Si Petrus menjadi pemimpin, mengapa saya tidak? Tadi saya melihat dalam iklan alat-alat itu, maka saya harus memilikinya. Khususnya bagi kita di Indonesia ini, iming-iming hadiah besar begitu memukau orang, sehingga banyak perusahaan dan bank-bank menjadikan iming-iming hadiah untuk menarik pembeli atau pelanggan. Kele-pasan memberikan kepada Anda kebebasan untuk memiliki dan memakai barang-barang dunia ini tanpa dikuasai olehnya, seta kebebasan untuk melayani orang lain tanpa meminta penghargaan mereka.

Kelepasan memberikan kepada Anda kemenangan atas rasa ingin tahu yang tidak sehat, yang berlebihan, untuk mengetahui segala sesuatu tentang segala sesuatu

Dengan demikian pikiran Anda akan bebas dari segala pikiran yang sia-sia dan lidah Anda khususnya akan bebas dari segala macam gosip dan obrolan sia-sia. Kelepasan akan mengajarkan Anda supaya perhatian dan pikiran Anda tidak terbagi-bagi, serta tidak menghambur-hamburkan energi fisik, mental, emosional dan energi spiritual Anda, serta mengarahkannya kepada sesuatu yang sungguh bernilai, khususnya menyimpannya un-tuk doa.

Kelepasan akan memberikan kepada Anda kemenangan atas suatu sikap konservatif yang berlebihan

Orang-orang tertentu, bila menjadi tua, kehi-langan minat akan hal-hal yang sedang berlaku sekarang ini, serta memperkembangkan ke-terikatan yang membuta untuk cara-cara, kebiasaan-kebiasaan serta tradisi masa lampau, sehingga mereka mudah mengeluh tentang keadaan sekarang ini serta berkhayal tentang masa lampau, yang tampak semakin keemasan itu semakin  jauh dari kenyataan sekarang ini. Akibatnya mereka tidak lagi bisa memuji Allah yang hidup dengan bebas dan gembira.

Semangat kelepasan juga akan membebaskan Anda dari kekuatiran dan kesibukan yang berlebihan mengenai komfor, kesehatan dan juga membebaskan Anda dari ketakutan terhadap penyakit

Dengan penuh humor Santa Teresa dari Avila  memberikan catatan berikut ini kepada para susternya: "Segera setelah kita membayangkan, bahwa kepala kita pusing, kita membebaskan diri dari kewa-jiban kita. Suatu hari kita minta dispensasi karena kita sakit kepala. Keesokan harinya ka-rena kita telah sakit kepala. Hari-hari berikutnya kita minta dispensasi lagi kuatir jangan-jangan nanti sakit lagi. Apakah kita dipanggil untuk memanjakan diri sendiri demi Kristus ataukah untuk mati demi Kristus?"

Semangat kelepasan juga akan memurnikan hati Anda dan mengajar untuk mengasihi orang lain dengan cara yang benar. Barang-barang diciptakan untuk dipakai dan pribadi diciptakan untuk dicintai

Kesukaran akan mulai bila Anda menjadi lekat pada hal-hal itu seperti umpamanya kesenang-an, status, gengsi, dan Anda memperalat atau memanipulasi orang-orang untuk memperoleh hal-hal itu. Kemudian Anda menjadi lekat pada orang-orang tertentu, bukan karena Anda melihat martabatnya yang besar dan mencintainya, melainkan karena Anda membutuhkan me-reka sebagai alat untuk me-muaskan kebutuhan Anda sendiri.

Hal yang sama berlaku pula dalam hal persahabatan. Supaya persahabatan itu tetap sehat dan menghasilkan buah-buah keba-jikan yang matang, perlu adanya kelepasan. Suatu persahabatan boleh disebut sehat dan benar, bila Yesus menjadi titik pusat hubungan itu tadi. Hal ini ber-laku bagi semua orang yang mau mencari kemesraan Tuhan, tetapi khususnya bagi mereka yang dibaktikan untuk itu. Tetapi bila diri Anda sendiri atau teman Anda yang menjadi titik pusatnya, maka Anda kehilangan kebebasan dan persahabatan tersebut berubah menjadi perbudakan. Anda tidak lagi bebas untuk menghayati doa dan memasuki persahabatan dengan Tuhan. Waktu doa men-jadi waktu untuk melamun dan kehadiran Yesus pun lenyaplah. "Raja surgawi ini tidak akan memberikan diri kecuali kepada orang yang memberikan dirinya secara utuh kepadaNya... Allah takkan memberikan diri seutuhnya kepada kita, bila kita tidak memberikan diri kita sendiri seutuhnya kepada Dia", demi-kian yang dikatakan Santa Teresa.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting