User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Maka, kita bisa mengerti ramalan-ramalan Nabi Yesaya yang penuh pengharapan bahwa Sang Mesias akan datang membawakan pembebasan, dll. Akan tetapi, bagaimana dengan kita sekarang? Apakah Yesus juga membawakan pembebasan? Ya, Yesus membawa pembebasan bagi kita. Banyak orang mengira dirinya bebas, namun sebetulnya ia dijajah, tidak oleh bangsa-bangsa lain, tetapi oleh penjajah yang sangat keji, yaitu hawa nafsunya sendiri. Nabi Yesaya katakan Yesus melepaskan orang dari belenggu, ikatan, dan perbudakan. Begitu banyak orang yang dibelenggu perbudakan. Mari kita lihat beberapa di antaranya.

Di koran diberitakan penjualan narkotik yang amat banyak. Ini juga suatu perbudakan. Jika orang sudah terikatboleh dikata ada adeksipada narkoba, maka ia sudah menjadi budak dari narkoba. Ia akan dikuasai oleh narkoba. Ada juga perbudakan oleh alkohol. Celaka sekali kalau orang sudah terikat oleh alkohol. Seorang bapak yang terikat alkohol, jika ia mabuk maka rumahnya menjadi neraka. Ia mengumpat, memaki, tangannya melayang, lupa bahwa itu istri dan anaknya. Jadi, apakah ia orang bebas? Saya kira tidak. Ini semua perbudakan. Dan, yang lebih mengerikan ada orang yang diperbudak oleh kebencian. Di beberapa tempat banyak orang tak bersalah dibantai begitu saja. Karena apa? Karena ada kebencian. Kebencian ini bukan dari Allah. Kebencian ini dari neraka, dari si jahat. Orang yang diperbudak oleh kebencian menjadi buta akan segala kebenaran. Ia ngawur (bertindak sembarang) saja. Lebih celaka lagi (dan sudah diramalkan Yesus bahwa) orang yang membunuh Anda akan mengira berjasa kepada Allah. Kita masih ingat teror-teror, bom Bali, kerusuhan di Ambon, di Poso, di mana-mana, dll. Karena apa? Kebencian. Manusia diperbudak oleh hawa nafsunya dan tanpa disadari juga ditunggangi oleh si jahat.

Ada juga adeksi-adeksi yang lebih kecil. Segala sesuatu bisa memperbudak kita, atau boleh dikata, bisa menjadi ilah-ilah atau berhala-berhala kita. Ada orang yang begitu terikat, bahkan oleh olahraga. Bagi dia tidak ada apa-apa yang lain selain olahraga. Misalnya, sepak bola. Cukup banyak orang tidak bisa bangun pagi, tetapi kalau ada pertandingan sepak bola, jam dua pagi pun bangun. Dan, ini bisa merusakkan segala.

Kadang-kadang permainan-permainan juga bisa menjadi adeksi. Anak-anak kecil sudah diajari video-game dan sebagainya. Akhirnya, ia main terus video game-nya, tidak bisa berhenti. Nah, di sini orang tua mengajari anaknya untuk terikat! Sadarkah Anda? Kalau sudah mulai terikat itu, ia tidak bisa belajar, lalu melalaikan macam-macam tugasnya.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting