User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

CARA BERJUMPA DENGAN YESUS, SUNGGUH ALLAH DAN SUNGGUH MANUSIA

Banyak cara berjumpa dengan Yesus, namun ada dua hal pokok dalam Gereja Katolik yang sebenarnya jika dihayati sungguh-sungguh, kita dapat mengalami perjumpaan dengan Yesus secara pribadi.

Pertama, Bertemu Yesus dalam Ekaristi. Yesus hadir secara istimewa di dalam sakramen Ekaristi, dalam Sakramen Mahakudus. Bila kita mengikuti Perayaan Ekaristi, pada saat imam berkata, “Inilah tubuhKu”, maka hosti kecil yang dikonsakrir bukan roti lagi, tetapi menjadi Yesus seutuhnya sebagai Allah dan manusia yang hadir di situ. Disinilah, dalam Perayaan Ekaristi, kita bisa bertemu dangan Yesus.

Maka jika kita pergi ke Gereja, dan di situ ada Sakramen Mahakudus ditahtakan atau disimpan di tabernakel, sesungguhnya kita dapat bertemu dengan-Nya sebab benar-benar Yesus sendirilah yang hadir di situ.

Kedua,untuk bertemu dengan Yesus adalah dalam doa sehari-hari. Yesus selalu hadir di hati kita, kecuali jika Yesus diusir oleh karena dosa-dosa kita. Maka sesungguhnya kita dapat berjumpa dengan Yesus yang hadir dalam hati kita melalui doa. Oleh karena itu, berdoalah untuk menemui Yesus yang senantiasa menantikan kita disana, di kedalaman lubuk hati kita.

 

PENUTUP

Sangat disayangkan banyak orang Katolik seperti ayam kelaparan di lumbung padi. Di tempat itu, banyak makanan tetapi ia tidak mengetahuinya sehingga kelaparan. Demikian juga orang Katolik yang tidak menyadari betapa mendalamnya kekayaan rohani dalam Gereja Katolik, sehingga imannya kepada Yesus semakin mendangkal dan hidup rohaninya kurang mendalam. Itulah sebabnya, betapa penting dan mendesaknya hubungan pribadi dengan Yesus. Hubungan pribadi dengan Yesus memungkinkan kita dapat berjumpa dengan-Nya.Sesungguhnya Yesus sangat rindu untuk bertemu secara pribadi dengan kita. Bahkan kerinduan Yesus itu jauh lebih besar dari apa yang dapat kita pikirkan. Yesus ingin berkomunikasi dengan kita,“Maukah kita bersahabat denganNya?

 

(Tulisan ini ditulis kembali dari kaset Homili Misa Hari Minggu, 24 Juni 2008 oleh Sr. M. Stanisla Kostka, P.Karm)

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting