User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

KEBERANIAN MEMASUKI HUBUNGAN PRIBADI DENGAN YESUS

Iman akan Yesus Kristus merupakan hal yang sungguh penting. Yesus menjadi manusia supaya kita dapat percaya. Tetapi kepercayaan ini bukan hanya sekedar percaya saja, melainkan suatu keberanian untuk memasuki suatu hubungan yang pribadi dengan Yesus sendiri. Percaya berarti mengenal Yesus Kristus, sehingga Yesus betul-betul mempengaruhi seluruh hidup kita dan kemudian Yesus menjadi begitu hidup bagi kita.

Mengenal Yesus Kristus adalah karya Allah, artinya adalah rahmat Allah sendiri. Sehingga disini jelas Roh Kudus mempunyai peranan yang penting. Dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus dikatakan, “Tidak seorangpun dapat berkata Yesus adalah Tuhan kecuali dalam Roh Kudus” (bdk. 1 Kor 12:3). Cara mengenal Yesus berbeda-beda, tetapi tiap-tiap orang di beri rahmat dan dipanggil untuk percaya kepada Yesus. Ada orang yang hatinya langsung dijamah oleh Yesus, ada yang melalui berbagai macam peristiwa, dimana Yesus menyapa ia sehingga ia percaya bahwa Yesus hidup.

Selain itu, kita akan pelan-pelan mengenal dan mengimani Yesus jika bertekun dalam doa sampai suatu saat Tuhan mau menyatakan diri kepada kita. Hal ini sebetulnya disebabkan karena Yesus lebih rindu supaya kita mengalami kasih-Nya daripada kita bisa memikirkannya. Maka umumnya kalau orang mulai percaya dan berdoa serta hidup dalam sabda-Nya, artinya ia mempersiapkan diri sehingga Tuhan lebih mudah menyapa dia.

Namun jalan Tuhan tidak terikat oleh usaha manusia. Seringkali Tuhan memanggil orang-orang tertentu dalam keadaan yang sama sekali tidak siap. Hal ini dapat kita lihatdalam pertobatan Santo Paulus. Paulus waktu itu memusuhi orang Kristen, dan ia sedang dalam perjalanan ke Damaskus dengan niat menangkap orang Kristen, ketika Yesus menampakkan diri kepadanya. Kemudian, Paulus berubah dari seorang yang menganiaya Yesus menjadi seorang pewarta dan saksi Yesus. Tuhan yang mengubahnya. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang sungguh-sungguh merindukan Tuhan, sungguh ia dapat “berjumpa” dengan Tuhan. Berjumpa yang dimaksudkan adalah mengalami suatu jamahan dan rahmat Tuhan.

Bagi orang lain, yang karena hidup dalam iman yang sungguh bersahaja, seringkali pula dapat mengalami hati yang dipenuhi sukacita dan damai tanpa diketahui darimana asalnya. Ini sebetulnya datang dari Tuhan, yang juga merupakan suatu jamahan Tuhan. Sebab apa yang mendatangkan sukacita dan kebahagiaan yang mendalam adalah dari Tuhan. Orang yang mempunyai hidup rohani yang mendalam sungguh percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Mereka melihat banyak hal bukan hanya seperti tampak lahirnya, tetapi mereka mengalami Yesus sebagai Tuhan sendiri yang berkarya dibalik segala peristiwa.

Memang cara Tuhan menyapa tidak terhitung macamnya, bahkan dapat juga melalui malapetaka. Seperti kisah berikut ini, ada seorang pemuda yang ateis, suatu ketika ia kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit Katolik. Disana ia dilayani seorang suster. Suster itu mulai bercerita tentang Yesus dan akhirnya pemuda itu percaya dan dibaptis. Karena situasi saat itu, ia dibaptis darurat, artinya tanpa belajar katekumen seperti biasanya seorang mempersiapkan diri untuk pembaptisan dalam situasi normal. Tidak lama setelah dibaptis, pemuda itu meninggal. Namun sebelum meninggal ia mengatakan kepada suster itu dengan wajah yang berseri-seri, “Saya tidak menyesal mengalami kecelakaan ini, sebab kalau saya tidak kecelakaan, saya tidak akan mengenal Yesus Kristus. Saya tidak menyesal kalau saya sekarang harus mati karena saya tahu Yesus hidup dan sebentar lagi saya akan bertemu Yesus.”

Meskipun demikian, sangat disayangkan ada orang yang beranggapan bahwa besok saja sudah tua baru bertobat, dan hidupnya dihabiskan dengan hal-hal yang tidak berguna, seperti mengejar kekuasaan, harta duniawi, dan lain sebagainya. Sebenarnya hal ini tidak mendatangkan keuntungan sama sekali. Bahkan karena hidup yang demikian, orang mengalami ketakutan, kegelisahan, dan kesengsaraan. Dengan kata lain, sesungguhnya orang itu sudah hidup di neraka sejak sekarang ini. Sebaliknya, jika hidup dalam Tuhan, maka sejak sekarang ini juga sudah mengalami prarasa kehidupan surgawi. Dalam jaman kita ini Tuhan memberikan rahmat yang istimewa, walaupun bukan satu-satunya jalan tetapi rupanya suatu anugerah yang istimewa yaitu lewat pencurahan Roh Kudus. Melalui pencurahan Roh Kudus ini banyak orang mengalami bahwa Yesus hidup.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting