User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hidup yang indah ialah bahwa kita dijadikan anak-anak Allah, maka St. Yohanes mengatakan, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1Yoh 3:1). Jadi, kita tidak hanya disebut anak-anak Allah, tetapi sesungguhnya kita adalah anak-anak Allah. Marilah kita sadari martabat kita sebagai anak Allah, Allah yang Mahatinggi.


Seringkali bagi Allah nilai-nilai itu bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dipegang manusia. Apa yang bagi manusia dikejar-kejar seringkali merupakan kejijikan bagi Allah. Apa yang bagi manusia dipandang remeh justru mempunyai nilai yang tinggi bagi Allah. Di dunia orang dihormati kalau dia memakai mobil yang bagus, perhiasan yang gemerlapan, dan sebagainya, tetapi bagi Allah semua itu tidak ada nilainya. Sebagai contoh konkrit, Mother Theresa dari Calcutta tidak pernah memakai perhiasan yang gemerlapan, tetapi Mother Theresa jauh lebih tinggi nilainya daripada banyak orang, yang kadang-kadang sampai keberatan perhiasannya. Harga pakaian yang dipakai Mother Theresa murah saja, namun di hadapan Tuhan ia lebih bernilai dan berharga daripada orang yang memakai pakaian satu baju seharga 500 dolar, dan sebagainya. Nilai seseorang tidak ditentukan oleh itu semua. Karena iman dan cintanya kepada Tuhan, Mother Theresa menjadi begitu berharga.

Sebagai murid-murid Yesus, kita juga mendapat perhatian khusus dari Allah. Yesus menjaga murid-murid-Nya dan kalau kita percaya serta memercayakan segala-galanya kepada Yesus, maka Yesus akan memelihara kita. Tidak sehelai rambut pun yang akan gugur dari kepala kita tanpa diketahui Bapa. Yesus berkata, "Mengapa engkau kuatir dan takut akan hari esok? Bahkan kamu tidak bisa membuat rambutmu putih atau hitam" (bdk. Mat 5:36; 10:30-31; Luk 12:7; 21:18). Di sini kita melihat mengapa kita tidak perlu kawatir: Tuhan memelihara kita. Yesus akan memerhatikan murid-murid-Nya sehingga tidak akan kekurangan apa pun juga.

Yang lebih istimewa lagi: sebagai murid Kristus, sudah sejak di dunia ini kita boleh mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus, walaupun belum sempurna. Kita mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus karena martabat kita. Kita mengambil bagian dalam sukacita Yesus sendiri: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yoh 15:11). Jika kita betul-betul mengikuti Kristus, kita tidak akan pernah kehilangan sukacita itu, apa pun yang terjadi: pencobaan-pencobaan, tantangan-tantangan, hambatan-hambatan, kesukaran-kesukaran. Yesus mengatakan, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Mat 5:11-12).

Dalam sejarah kita lihat banyak orang bersukacita di dalam penderitaan, misalnya, para martir yang bergembira dan bersukacita pada saat matinya. Kalau Anda tidak percaya, Anda boleh mencoba: jika Anda dalam kesukaran, terimalah itu dan persembahkanlah kepada Tuhan. Jangan mengeluh, menolak, dan memberontak, tetapi betul-betul memersembahkannya kepada Tuhan, "Tuhan, kupersembahkan bebanku ini, biarlah rencana-Mu yang terjadi!” Saya yakin beban itu akan hilang dan diubah menjadi sukacita. Kalau Anda dihina orang, jangan marah lalu dendam, tetapi doakanlah dia dan Anda akan mengalami bahwa penghinaan tadi membuat Anda bersukacita. Sebaliknya, kalau Anda marah, dendam, Anda pasti terus tersiksa dan Anda tidak bisa tidur jadinya. Akan tetapi, begitu Anda mendoakan dan mengampuni dia, ini pasti menjadi sumber sukacita dalam diri Anda. Semakin dalam Anda mengampuni, semakin besar sukacita yang Anda alami.

Inilah yang dikehendaki Tuhan bagi kita: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14:27). Tidak seorang pun yang bisa merampas damai yang Dia berikan. Apa pun yang terjadi damai Tuhan akan tinggal pada kita kalau kita tetap percaya kepada-Nya.

Yang menjadi masalah ialah seringkali kita kurang percaya. Kita sulit sekali untuk sungguh-sungguh percaya pada sabda Tuhan itu. Oleh karena itu, supaya kita makin berkembang, kita harus meresap-resapkan sabda Tuhan itu, merenung-renungkannya, dan mengunyah-ngunyahnya supaya sabda Tuhan itu betul-betul menjadi milik kita dan menguasai kita. Dengan demikian cara kita berpikir, cara kita merasa, cara kita bertindak akan dikuasai oleh sabda itu. Berbahagialah Anda jika Anda dikuasai sabda Tuhan. Daripada dikuasai iblis lebih baik dikuasai oleh sabda Tuhan.

Selain itu, salah satu berkat yang utama sebagai murid Yesus adalah mengenal Yesus, memiliki hidup abadi: "Barangsiapa yang percaya kepada-Ku akan memiliki hidup yang kekal" (bdk. Yoh 3:16). Jadi, inti hidup abadi adalah mengenal Allah dan mengenal Yesus Kristus.

Salah satu keuntungan/berkat yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai murid Kristus adalah kuasa atas roh-roh jahat. Waktu masih kecil, saya hidup di desa. Kadang-kadang kalau saya pergi dan baru pulang sore atau malam hari, saya merasa takut harus melewati rumpun bambu besar, karena katanya angker, ada penjaganya, tempat/sarang roh-roh jahat, maka setiap lewat rumpun bambu saya lari cepat supaya tidak dikejar hantu. Ini karena saat itu saya belum mengenal Yesus. Oleh karena itu, kalau Anda sadar dan yakin Anda itu milik Yesus, maka Anda tidak usah takut akan roh-roh jahat, tidak usah takut dan percaya akan kuasa-kuasa kegelapan.

Mungkin Anda pernah pergi ke dukun-dukun dan paranormal. Kalau demikian, tinggalkan dan buanglah barang sia-sia itu. Kenapa? Karena kita diberi kuasa oleh Yesus untuk menginjak-injak ular dan kalajengking, yaitu segala kuasa kegelapan (bdk. Luk 10:19), kenapa justru menyembah dan masih percaya akan semua itu? Janganlah menolak kuasa yang lebih tinggi dari Yesus, dan mencari yang lain. Si setan begitu lihai dan pandai untuk menipu kita dan kita mudah terpikat oleh tawarannya yang kelihatannya menggiurkan, tetapi kita tidak tahu ada apa di belakangnya.

Yesus memberi perintah kepada para murid untuk mewartakan Injil, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan” (Mat 10:8). Setiap kali Yesus mengutus para murid-Nya, itulah yang diperintahkan-Nya. Kemudian sesudah bangkit, Yesus berkata, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku” (Mrk 16:17). Anda diberi kuasa untuk mengusir setan! Jika demikian, seharusnya setan yang takut pada Anda, bukan Anda yang takut. Masalahnya: Anda yakin atau tidak bahwa Anda itu milik Kristus? Kalau yakin, mengapa takut pada setan, iblis, hantu, dan sebagainya?

Kalau ada kesukaran, ke mana Anda mencari pertolongan? Ke dukun? Paranormal? Orang pintar? Kadang-kadang orang pergi ke Irian mencari dukun yang hebat. Kita mempunyai Allah yang Mahakuasa, Sahabat kita, Tuhan kita yang mengasihi kita, mengapa masih percaya pada jimat, susuk, kekuatan-kekuatan lain? Ada orang memasukkan jimat dalam dompetnya, yang lain memakai sabuk, cincin jimat, dan sebagainya. Karena tidak sungguh-sungguh percaya pada Tuhan yang tidak kelihatan dan lebih percaya pada yang kelihatan seperti jimat-jimat dan dukun-dukun itu.

Saudara yang terkasih, begitu besar kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Sebenarnya masih banyak berkat-berkat-Nya bila kita membaca Kitab Suci dengan tekun. Memang Tuhan juga minta satu hal dari kita sebagai syarat, supaya semua janji tadi bisa mengalir di dalam kita, yaitu “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Mrk 12:30). Inilah yang diminta Tuhan, Sumber Segala Kebaikan, kepada kita dan Dia akan memberikan rahmat-Nya supaya kita mampu melakukan itu. Anda tidak mungkin melakukan semua itu dengan segera dalam satu hari. Kadang-kadang ada orang, baru saja tersentuh, dia ingin menjadi kudus dalam satu minggu, ya tidak bisa. Ini bukan pekerjaan satu minggu atau satu bulan atau satu tahun, tetapi suatu proses yang terus-menerus sampai seumur hidup. Dalam proses, harus maju walaupun dengan kecepatan siput atau keong, pokoknya maju.

Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33) atau dengan kata lain "Carilah lebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, yang lain-lain: semua kebutuhanmu, semua keperluanmu, dan segala-galanya itu akan diberikan kepadamu sebagai tambahan." “Mencari Kerajaan Allah” itu artinya apa? Ada yang mengartikannya: meninggalkan usahanya lalu pergi mewartakan Injil. Bukan demikian, tetapi hiduplah dimana Allah menempatkan Anda dalam profesi Anda masing-masing, namun harus mengikuti norma-norma Injil. Inilah arti mencari kerajaan Allah, menomorsatukan Allah di atas segala-galanya tanpa meninggalkan profesi yang halal. Kalau profesinya tidak halal (misalnya: pencuri), ya harus ditinggalkan.

Bagi seorang murid Kristus, profesinya bukan lagi demi kemuliaannya/ keuntungannya/ kesuksesannya sendiri, melainkan sebagai pelaksanaan kehendak Allah. Kalau demikian, Anda akan menemukan kepuasan lebih besar lagi di dalam profesi itu sendiri, di samping ada “bonus” lain dari Tuhan juga. Satu hal yang pasti, juga dalam hal ini, dalam hal kemurahan Allah tidak mau dikalahkan oleh manusia. Kalau Anda bermurah hati terhadap Allah, Allah akan lebih bermurah hati lagi. Kalau Anda melangkahkan kaki satu langkah, maka Allah akan menyongsong Anda dengan seratus langkah atau seribu langkah, karena Dia begitu mengasihi kita.

Jadi, pada pokoknya semua profesi yang diciptakan Tuhan, yang sesuai dengan hukum-Nya, itu baik dan halal. Yang tidak halal itu kalau menyimpang, maka seorang yang dipanggil untuk menjadi murid Kristus, tidak perlu meninggalkan profesinya masing-masing. Memang ada orang-orang tertentu, orang-orang khusus yang diminta oleh Allah untuk meninggalkan segala-galanya. Akan tetapi, pada umumnya kita dipanggil untuk tetap menjalankan profesi kita masing-masing dengan semangat iman dan dalam persatuan dengan Kristus, maka berkat Tuhan akan turun atas kita masing-masing. Oleh karena itu, "Carilah lebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan yang lain-lain akan diberikan kepadamu sebagai tambahan", sehingga sudah sejak di dunia ini, kita akan mengalami hidup kekal, damai, sukacita, dan kebahagiaan, serta nanti masih ada bonus tambahannya lagi. Inilah berkat-berkat dan janji-janji Tuhan kepada kita bila kita menjadi murid-murid-Nya.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting