User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Karisma dalam gereja Katolik dipahami sebagai pemberian Allah yang gratis kepada seseorang demi pelayanan kasih kepada Allah dan sesama. Karisma ini bukanlah sesuatu yang diwariskan atau diterima sejak kecil atau ada dalam kodratnya melainkan diterima oleh seseorang berkat Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Oleh karena itu, karisma merupakan pemberian dari Allah secara adikodrati dan karisma selalu terarah keluar dan memampukan seseorang untuk memberikan pelayanan secara efektif demi Kerajaan Allah.



Pengertian Karisma

Karisma berasal dari bahasa Yunani yang mengungkapkan suatu rahmat aktual dari Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Karisma atau karunia-karunia rohani adalah kemampuan khusus yang diberikan Allah kepada orang-orang Kristen untuk memampukan mereka menjadi saluran kasih Allah dan karunia-karunia itu diberikan untuk pembangunan tubuh Kristus, yaitu Gereja.

Dalam Roma pasal 12, pemberian karunia-karunia selalu dihubungkan dengan tubuh Kristus dan dalam tubuh ini ada banyak macam panggilan pelayanan. Misalnya kelompok St. Dominikus yang memiliki karisma berkotbah dan pengajaran, kelompok St. Don Bosco dalam bidang pastoral, kelompok Beata Teresa dari Calcuta dalam bidang belaskasih Allah, kelompok St. Vincentius a Paulo dalam bidang pelayanan, atau para Karmelit yang diberi karisma khusus dalam bidang spiritualitas. Apabila masing-masing pribadi ataupun kelompok menyadari karisma yang diberikan Tuhan maka karunia itu akan semakin berkembang.

Semua karisma yang diberikan Allah kepada seseorang ataupun kelompok merupakan suatu rahmat besar demi pertumbuhan Gereja. Dalam Katekismus Gereja Katolik No.2003 dikatakan bahwa rahmat pada tempat pertama adalah anugerah Roh Kudus yang membenarkan dan menguduskan kita. Tetapi di dalam rahmat termasuk juga anugerah-anugerah yang Roh berikan kepada kita, untuk membuat kita mengambil bagian dalam karya-Nya serta menyanggupkan kita untuk berkarya demi keselamatan orang lain dan pertumbuhan Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Termasuk didalamnya rahmat-rahmat sakramental, artinya anugerah-anugerah khusus dalam Sakramen yang berbeda-beda. Termasuk juga di dalamnya rahmat-rahmat khusus, yang dinamakan karisma sesuai dengan ungkapan Yunani yang dipergunakan oleh Santo Paulus, yang berarti kemurahan hati, anugerah bebas dan perbuatan baik (bdk.LG No. 12). Ada berbagai macam karisma, seringkali juga yang luar biasa seperti anugerah mukjizat atau anugerah bahasa. Semuanya itu diarahkan kepada rahmat pengudusan dan bertujuan pada kesejahteraan umum Gereja. Karisma itu harus mengabdi kasih yang membangun Gereja (1 Kor.12). Dalam Konsili Vatikan II dinyatakan bahwa Gereja membuka diri dan mengakui pentingnya karisma.

Apakah karisma ini sama dengan bakat? Karisma tidak sama dengan bakat dan memang terkadang sulit untuk membedakan antara keduanya, namun bisa dilihat dari buah-buahnya. Misalnya orang yang berbakat musik, orang yang mendengar mungkin akan kagum akan permainannya tetapi semuanya akan berhenti sampai di situ. Lain lagi kalau orang diberi karunia musik, orang yang mendengarnya akan tersentuh hatinya dan dibawa kepada Allah. Bakat bisa diubah dan disempurnakan menjadi karisma bila seseorang itu terbuka terhadap karya Allah, seperti kata St. Thomas Aquinas: Gratia Perficit Naturam artinya, rahmat menyempurnakan kodrat. Tuhan yang telah menciptakan manusia, Tuhan yang memberi bakat-bakat alami kepada manusia maka Tuhan tidak mungkin menghancurkan apa yang telah diciptakan-Nya lebih dahulu tetapi justru Dia menyempurnakannya.

Karisma ini bukanlah sesuatu yang diwariskan atau diterima sejak kecil atau ada dalam kodratnya melainkan diterimanya berkat Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Oleh karena itu, karisma merupakan pemberian dari Allah secara adikodrati (Katekismus No.2005) dan karisma selalu terarah keluar dan memampukan seseorang untuk memberikan pelayanan secara efektif demi Kerajaan Allah.


Sifat dari Karisma

Ada karisma yang bersifat sementara, yaitu diberikan Tuhan pada kesempatan tertentu tetapi tidak secara tetap. Karisma sementara ini tidak bisa diperkembangkan. Disamping karunia sementara, orang Kristen diberikan satu atau lebih karunia tetap, artinya diberi kemampuan oleh Tuhan untuk melakukan pelayanan tertentu sehingga dalam bidang itu orang ini dapat melakukannya dengan sangat baik.

Siapa yang diberi Karunia?
 

Apakah semua orang Kristen diberi karunia? Menurut Perjanjian Baru memang semua orang Kristen diberi karunia oleh Tuhan melalui Sakramen Baptis dan Krisma, ini juga dinyatakan dalam Katekismus Gereja Katolik no.951.

Seringkali kita tidak mengerti bahwa kita mempunyai karisma dan seperti yang telah dikatakan diatas bahwa sebenarnya setiap orang diberi karisma karena kita semua dipanggil atau diutus Tuhan. Kita sebagai utusan Allah maka kita membutuhkan kuasa Allah untuk melakukan tugas panggilan kita. Oleh karena itu, karisma sekaligus merupakan alat-alat yang diberikan kepada para murid Yesus sehingga mereka itu dapat melakukan misi panggilannya dengan baik dan juga diberikan itu untuk mengetahui bidang apa yang sebetulnya yang menjadi panggilan mereka.


Ada tiga tanda utama untuk mengerti karisma:

1.     Karisma bersifat efektif. Bila orang mempunyai karisma maka dalam bidang itu akan terlaksana. Misalnya orang yang memiliki karisma mengajar maka orang akan mendengarkan pengajarannya dengan senang hati, bisa menarik dan membawa orang kepada Tuhan.

2.     Dari pengalaman yang membangun dan menyenangkan. Allah tidak memberikan kepada kita karisma supaya menjadi beban tetapi orang yang diberi karisma tertentu akan melakukan hal itu dengan senang hati. Misalnya orang yang mempunyai karisma melayani, dia akan melakukannya dengan senang hati. Sama seperti bila kita melakukan kebajikan, kita akan melakukannya dengan rasa senang dan nyaman namun kadang-kadang tidak selalu demikian, kadang pada permulaan ada semacam sedikit pertentangan tapi setelah diatasi akan berjalan dengan baik dan dengan senang.

3.     Afirmasi atau peneguhan dari orang lain. Peneguhan bisa datang secara langsung dan tidak langsung. Misalnya orang yang memiliki karunia penyembuhan mendoakan seseorang yang sakit kemudian disembuhkan seketika itu juga, ini kelihatan jelas tetapi afirmasi juga bisa melalui orang lain atau orang banyak datang kepada kita minta didoakan penyembuhan daripada datang kepada orang lain.


Jumlah Karisma

Karisma atau karunia-karunia rohani sebenarnya tidak hanya terbatas pada sembilan karunia saja seperti yang termuat di dalam 1 Kor.12:7-11 tetapi lebih dari itu.

Dalam Rom. 12:6-8: “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

1 Kor. 12:7-11 “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mukjizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.”

Ef. 4:11-13 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

1 Kor. 12:27-30 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”

Beberapa Karisma

1.     Administrasi, yaitu suatu karunia yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk menjadi saluran yang efektif bagi kebijaksanaan Allah dengan memberikan perencanaan dan koordinasi untuk melakukan hal-hal yang baik. Kadang orang Kristen berpikir bahwa karunia ini merupakan sesuatu yang membosankan atau sebagai birokrat-birokrat yang menjemukan tetapi sebenarnya itu berbeda. Bahkan sebetulnya di dalam Gereja dipakai istilah administrator, kalau seorang Uskup mengundurkan diri atau meninggal dan masih kosong, diangkat seorang administrator, jadi suatu tugas yang cukup penting. Dan kalau kita lihat di dalam sejarah, orang-orang yang sangat efektif di dalam melaksanakan rencana-rencana Tuhan  itu ialah mereka yang disebut dengan administrator. St. Vincentius a Paulo adalah seorang administrator yang baik demikian juga dengan St. Teresa Avila yang mengkoordinir segala macam hal dengan baik dan sempurna disamping sebagai seorang pemimpin. Mereka itu menjadi efektif karena mereka diberi karisma ini. Mereka merupakan genius-genius yang mempunyai karunia mengatur, mengorganisir dan merencanakan segala sesuatu dengan baik. Karisma ini kadang agak dicampur adukkan dengan karunia kepemimpinan atau pelayanan. Seorang pemimpin sebetulnya lebih mengarah kepada yang mempunyai satu visi yang original dengan sedemikian meyakinkan sehingga diikuti oleh orang yang lain, sedangkan administrator lebih pada mau melaksanakan suatu visi yang sudah ada. Jadi seorang administrator bisa juga sekaligus pemimpin. Seorang pemimpin adalah orang yang mampu melihat persoalan-persoalan yang ada dan kebutuhan-kebutuhannya apa, sedangkan seorang administrator mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada, mungkin dia tidak mempunyai visi sendiri tetapi visi dari orang lain dan dia melaksanakan. Seorang pemimpin tidak harus seorang administrator. Jadi, orang yang memiliki karunia ini diberi karunia untuk menyelesaikan masalah-masalah. Misalnya orang yang memiliki karunia pelayanan, dia peka terhadap kebutuhan-kebutuhan yang ada (entah bagi perorangan atau organisasi) dia cenderung melakukannya sendiri, sebaliknya seorang administrator dengan mudah dapat mendelegasikan kepada orang lain sehingga dapat diselesaikan dengan lebih baik.

2.     Selibat, yaitu karunia istimewa yang diberikan Tuhan kepada seseorang yang memampukan dia untuk dapat menyerahkan atau memberikan diri kepada Tuhan. Penyerahan diri ini diungkapkan dengan tidak menikah atau hidup sebagai perawan (menjadi imam, biarawan-biarawati ataupun selibat awam).

3.     Mukjizat, yaitu karunia yang diberikan Tuhan kepada seseorang dimana orang tadi menjadi saluran dan alat didalam tangan Tuhan untuk melakukan hal-hal yang melampaui kekuatan alam dan kekuatan kodrat dan bahkan agak bertentangan dengan hukum-hukum kodrat. Misalnya, membuat air menjadi anggur, berjalan diatas air, membangkitkan orang mati, penyembuhan-penyembuhan besar.

4.     Pembedaan Roh (discernment of Spirit), karisma ini berbeda dengan penegasan rohani. Dalam penegasan rohani (menurut spiritualitas Ignasian) yaitu untuk mengenali apa kehendak Tuhan bagi saya. Misalnya harus melakukan ini atau itu, diantara dua pilihan yang baik, ini disebut dengan penegasan rohani. Sedangkan Karisma ini untuk mengetahui roh apa yang menjiwai seseorang atau perbuatan tertentu dan kalau orang diberi karunia ini maka ini merupakan karunia yang sangat berharga karena dengan segera orang menjadi tahu roh apa yang menjiwainya.

5.     Penyemangatan/nasihat, yaitu memampukan seseorang untuk menjadi saluran kasih Allah dengan membantu orang lain melalui kehadiran atau kata-kata dan nasihatnya. Jadi, bila seseorang mempunyai karisma ini orang yang konsultasi dengan dia akan mendapatkan kekuatan. Kadang orang seperti ini lebih-lebih bila karisma ini disertai dengan sabda pengetahuan maka akan menjadi efektif sekali.

6.     Evangelisasi, yaitu memampukan seorang Kristen untuk menjadi saluran Allah dengan berbagi iman dengan orang lain sedemikian rupa sehingga orang itu mau bertobat dan menjadi murid Kristus. Evangelisasi tidak berarti harus berbicara di depan umum tetapi juga ada yang disebut dengan evangelisasi pribadi, yaitu orang yang selalu didorong untuk membagikan iman kepada orang lain.

7.     Iman, yaitu suatu kemampuan yang diberikan Tuhan sehingga melalui suatu kepercayaan akan cinta kasih dan kuasa Allah dan penyelenggaraan-Nya bisa menjadi saluran terjadinya suatu perbuatan yang melampaui kekuatan manusia. Karunia iman tidak sama dengan kebajikan iman. Tetapi karunia iman memang berhubungan erat dengan kebajikan iman dan kebajikan iman itulah yang sebetulnya menjadi dasar. Ini juga berdasarkan pada relasi yang mendalam dengan Allah. Orang yang mempunyai karunia ini, banyak hal yang tampaknya mustahil itu bisa terjadi. Karunia ini harus dilihat dari dua sisi: karunia yang berhubung dengan perbuatan-perbuatan tertentu, misalnya dalam penyembuhan, ketika mendoakan mendapat karunia ini dan yakin bahwa dia akan sembuh maka itu benar-benar terjadi tetapi karunia ini tidak saja dibatasi dengan karunia penyembuhan saja tetapi juga dalam bidang-bidang lain, misalnya dalam situasi-siatuasi yang sulit mempunyai kepastian-kepastian bahwa Tuhan pasti menolong, dengan demikian maka tanpa keraguan ini merupakan karunia iman yang sangat besar. Oleh karena itu orang-orang yang mempunyai karunia ini memiliki kepercayaan yang tidak goyah. Kita kenal kata-kata St. Teresa Avila: ”Teresa bukan apa-apa, satu dukat emas bukan apa-apa tapi Yesus, Teresa dan satu dukat emas bisa segala-galanya” juga pada Muder Teresa dari Calcuta.

8.     Memberi, yaitu seseorang diberi Tuhan satu kemurahan hati sehingga dia dengan gembira membagikan miliknya kepada orang lain. Dalam tradisi Gereja disebut dengan pekerjaan kerahiman. Memang setiap orang harus demikian tetapi ada orang-orang tertentu yang mempunyai karunia khusus dalam bidang ini dan ini merupakan suatu kesaksian dari kasih kepada sesama. Memberi merupakan bagian norma dari kehidupan Kristen tetapi diantara orang-orang ini, yaitu mereka yang diberi rahmat agak khusus dalam bidang ini akan dengan sukacita memberi kepada orang lain. Dan St. Paulus dapat mengatakan bahwa Tuhan senang dengan orang yang memberi dengan gembira (2 Kor. 9:7).

9.     Penyembuhan, yaitu memampukan seseorang untuk menyalurkan kuasa kasih Allah kepada seseorang yang sakit sehingga mendapat kesembuhan. Orang yang memiliki karunia ini biasanya juga mempunyai iman sehingga orang-orang yang didoakan menjadi sembuh.

10.   Menolong, orang yang diberi kemampuan dalam memakai talenta serta karismanya untuk memungkinkan orang melayani Tuhan dan sesama dengan lebih efektif. Orang ini betul-betul diberi kemampuan secara adikodrati untuk melayani Tuhan dengan baik. Bukan dia sendiri yang melayani, tetapi membantu orang dalam pelayanan. Bukan dia yang tampil, tetapi membantu orang lain supaya bisa berkembang. Orang dengan karisma ini membantu orang lain supaya orang itu berhasil dalam menjalankan tugas atau panggilan yang diberikan oleh Tuhan. Orang seperti ini lebih suka membantu di belakang layar. Umumnya orang ini tidak dikenal. Orang ini mempunyai semacam kewibawaan yang tenang dan mempunyai visi tentang arah yang jelas sehingga begitu tampak meyakinkan. Tetapi orang-orang tertentu secara naluriah mengenal orang yang memiliki karunia ini. Karunia ini merupakan sesuatu yang sangat personal. Seorang penolong merasa terpanggil untuk membantu pribadi-pribadi tertentu dan bukan untuk melakukan suatu tugas tertentu untuk dilaksanakan, jadi tertuju kepada “membantu” orangnya untuk melakukan tugas tertentu. Orang yang memiliki karunia ini sangat berharga walau sering  kurang dimengerti dan tidak dihargai oleh orang lain.

11.   Hospitalitas, karunia ini memungkinkan orang dengan murah hati untuk menerima tamu-tamu dan juga mereka-mereka yang berkekurangan dan butuh makanan, tempat istirahat dan persahabatan. Sebenarnya hospitalitas ini merupakan salah satu kebiasaan Gereja yang hidup sudah sejak lama. Dalam abad-abad pertengahan banyak biara-biara didirikan ditempat-tempat peziarahan untuk menerima para peziarah karena pada zaman dulu bila berziarah dengan berjalan kaki. Karisma ini merupakan salah satu karisma sosial yang bersama dengan kepemimpinan, administrasi dan penggembalaan serta pengajaran merupakan bagian yang penting dalam suatu kehidupan komunitas kristiani. Tiap orang Kristen sebenarnya punya peranan untuk menyambut orang asing tapi orang yang diberi karisma ini sangat peka terhadap kebutuhan para tamu.

12.   Doa Intercesi kadang dipakai istilah doa syafaat, karisma ini memampukan orang untuk berdoa secara intensif bagi orang lain supaya mereka boleh mengalami kasih Allah atau didoakan permohonannya. Doa ini berbeda dengan doa kontemplasi, karena tujuan doa intercesi ini untuk kepentingan orang lain atau Gereja.

13.   Pengetahuan, berbeda dengan sabda pengetahuan. Disini ialah satu dorongan untuk selalu belajar mengenal jalan-jalan Tuhan khususnya kebenaran-kebenaran iman lebih mendalam melalui studi, renungan, bacaan-bacaan dan sebagainya. Tentu saja ini bukan orang-orang yang belajar hanya sekedar ingin tahu. Oleh karena itu, orang yang memiliki karunia ini juga memiliki karunia lain karena erat hubungannya dengan karunia mengajar, karunia menulis, karunia nasihat, kepemimpinan dan nubuat.

14.   Kepemimpinan, memampukan orang Kristen untuk menjadi alat di tangan Tuhan untuk mensharingkan suatu visi dan tujuan yang lebih baik serta mengarahkan orang kepada suatu tujuan itu. Orang yang diberi karunia ini merupakan alat-alat Tuhan. Kadang ada orang yang pandai tapi yang tidak tahu menemukan arah, maka orang yang punya karunia ini dapat memberi visi kepada orang tertentu dan dengan demikian bersama-sama mereka itu bisa mengubah sesuatu yang ada demi suatu tujuan yang lain yang lebih jelas. Kalau orang yakin dapat mengubah menjadi suatu visi tertentu maka itu bisa berubah. Para pemimpin ini biasanya adalah orang-orang yang dapat menemukan persoalan-persoalan, sedangkan administrator tadi menyelesaikan persoalan. Seorang pemimpin tidak selalu memiliki karunia administrasi tapi kalau mempunyai maka sangat efektif.

15.   Belaskasihan, orang dengan karisma ini menjadi saluran Allah untuk menyalurkan belaskasihan Tuhan serta membantu mereka-mereka yang ada dalam kesusahan dan kesukaran sehingga mereka dapat mengalami kasih Allah. Salah satu contoh yang jelas ialah Muder Teresa dari Calcuta yang memiliki karisma ini secara istimewa. Mereka ini melayani orang miskin dan menghargai mereka tidak dengan paksa tapi betul-betul menunjukkan kerahiman Allah. Tapi ada bentuk lain, yaitu kerahiman rohani yaitu mereka-mereka yang menderita secara rohani.

16.   Misionaris, untuk mewartakan Injil atau menanamkan Gereja di suatu budaya atau negara asing.

17.   Bahasa Roh, yang dimaksud disini adalah karunia berbicara dalam bahasa roh. Karunia ini harus diikuti dengan karunia tafsiran. Jika dalam sebuah kelompok doa muncul karunia ini maka hendaknya dalam kelompok itu bersama-sama mohon karunia tafsiran.

18.   Menggembalakan, yaitu memungkinkan seseorang menjadi alat Tuhan untuk membangun suatu komunitas kristiani dan memelihara hubungan-hubungan jangka panjang demi perkembangan rohani suatu kelompok. Karisma ini diberikan kepada baik para imam maupun awam yang dapat melakukan tugas ini. Karisma ini memungkinkan seseorang untuk membina hubungan personal dan membantu pertumbuhan suatu kelompok Kristen. Banyak juga awam-awam yang memiliki karunia ini dan kelompok itu bisa tumbuh dengan baik. Demi efektifitas pelayanan maka kelompok janganlah terlalu besar.

19.   Nubuat, yaitu suatu karunia dimana Tuhan menyatakan pesan-Nya kepada seseorang atau sekelompok orang. Karunia ini membantu seseorang ataupun kelompok untuk dapat mengerti kehendak Tuhan dalam banyak bidang kehidupan Kristiani.

20.   Pelayanan, memungkinkan seorang untuk melihat kebutuhan-kebutuhan yang ada dan orang ini boleh dikatakan mau melakukan sendiri apa yang dibutuhkan itu. Karunia ini merupakan suatu karunia yang memungkinkan orang dapat menghadapi tantangan-tantangan atau masalah-masalah tertentu dan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengubah persoalan yang ada.

21.   Mengajar, karunia yang memampukan seseorang untuk dapat memberikan pengajaran kepada orang lain sehingga dapat menarik atau membawa orang yang mendengarnya kepada Tuhan.

22.   Kemiskinan sukarela, yaitu karunia yang memampukan seseorang atau kelompok untuk dapat membagikan hati dan hidupnya bagi mereka yang dilayani, kaum miskin dan tertindas tanpa mengharap imbalan apa pun.

23.   Kebijaksanaan, memungkinkan seorang untuk dapat melihat dan menghadapi persoalan dengan solusi yang kreatif dan bisa mengambil keputusan yang baik. Kebijaksanaan ini merupakan hal yang sangat penting, baik dalam tradisi Yahudi maupun tradisi kristiani. Orang yang diberi karunia ini diberi suatu kemampuan untuk menerima pengertian-pengertian atau pandangan yang memungkinkan seorang itu tampil dengan solusi yang praktis dalam menghadapi problem. Orang-orang ini akan melihat bagaimana persoalan itu bisa dihadapi dengan solusi yang kreatif. Dengan demikian, orang-orang yang memiliki pengetahuan dengan karunia ini dapat mengaplikasikannya dalam kasus-kasus konkret secara baik.

24.   Tafsiran, yaitu kuasa yang diberikan Tuhan kepada seseorang untuk berbicara dalam bahasanya sendiri serta menyampaikan suatu tafsiran dari apa yang diucapkan dengan keras melalui karunia berbicara dalam bahasa roh.

25.   Pembebasan, yaitu karunia untuk melayani orang yang diganggu roh jahat. Walau setiap orang Kristen pada saat-saat tertentu harus dapat mendoakan doa pembebasan tapi orang tertentu diberi karisma khusus dengan mantap dapat melayani pembebasan.

26.   Sabda Pengetahuan, yaitu memungkinkan seseorang untuk menerangkan kebenaran-kebenaran ilahi dengan jelas dan penuh urapan, bisa dipakai pada pelbagai kesempatan, misalnya saat doa penyembuhan atau saat konseling.

27.   Musik, suatu karunia yang memampukan seseorang untuk memainkan musik atau mencipta lagu dan orang yang mendengar dibawa kepada Allah.

28.   Menulis, tidak sembarangan/sekedar menulis saja, tapi menulis sedemikian rupa sehingga membawa orang kepada pertobatan atau kepada Allah, seperti pewartaan. Karisma ini merupakan karisma yang sangat penting karena melalui tulisan dapat menjangkau orang yang jauh sekalipun.

29.   Ketrampilan, dengan karya-karya tangannya menciptakan hal yang bagus dan membawa kepada Tuhan. Karunia ini merupakan karunia dari Roh Kudus yang berhubungan dengan dunia materi ini. Disini termasuk pula cara menyajikan dengan baik (dalam hal memasak, menjahit, konstruksi bangunan dan sebagainya).

Jadi, karisma yang diberikan Allah kepada seseorang atau kelompok tidak terbatas jumlahnya karena karya Allah tidak dapat dibatasi. Oleh sebab itu, marilah kita terbuka terhadap karya-Nya agar Dia dapat secara bebas melakukan karya penyelamatan bagi Gereja dan dunia.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting