header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Bagaimana Menerima Ekaristi dengan Baik

User Rating:  / 12
PoorBest 

Kita tahu bahwa Yesus hadir secara fisik dan sakramental dalam Ekaristi. Ini dilakukan dalam konteks Misa. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi merupakan doa yang paling kuat dan efektif. Perayaan itu bukan hanya doa suatu pribadi yang berbicara pada Allah, melainkan doa dari seluruh Gereja yang secara kolektif mendengarkan sabda Tuhan dan berbicara kepada-Nya. Pada bagian pertama perayaan Ekaristi, yaitu pada liturgi sabda, kita diberi makan sabda Tuhan. Di situ Tuhan berbicara, mengajar dan mengenyangkan kita secara rohani. Sedangkan dalam liturgi Ekaristi, kita mengalami perubahan yang mendalam di mana Allah hadir dalam rupa roti dan anggur, kemudian disusul dengan perjumpaan kita secara pribadi dengan Yesus dalam komuni. Pada waktu menerima komuni, kita menerima Pribadi yang hidup, bukan hanya sepotong roti ataupun sekedar simbol dari Kristus. Dengan menerima komuni kita menyadari kehadiran Yesus yang nyata.

Bila kita sadar bahwa yang kita terima adalah Yesus sendiri, saya kira devosi kita akan semakin bersemangat. Sebagai orang Katolik, kita tahu bahwa Ekaristi bukan sekedar lambang, tetapi Yesus sungguh hadir di situ, Yesus dalam rupa fisik. Yesus hadir dalam roti itu. Dia hadir seperti ini sampai rupa roti itu hilang dicerna tubuh kita. Walaupun demikian, Yesus tinggal di dalam diri kita. Yesus hadir pada lubuk jiwa kita yang terdalam. Hal ini hanya diajarkan dalam Gereja Katolik, khususnya oleh tokoh-tokoh Karmel, seperti S. Teresa Avila, S. Theresia Lisieux, S. Yohanes Salib dan S. Elisabet Trinitas.

Dalam Katekismus Gereja Katolik diberikan pedoman praktis bagaimana kita harus menerima komuni itu. Yang paling penting adalah kita harus menerima komuni itu dalam keadaan berahmat. Artinya, kita harus betul-betul berada dalam persahabatan dengan Tuhan, tidak ada dosa besar yang mengganggu kita. Bila kita sadar akan dosa besar, kita harus mengaku dosa dan mendapat absolusi dalam Sakramen Tobat. Akan tetapi, kita juga harus menyesali dosa-dosa yang tidak serius, namun dapat menghambat. Dosa-dosa kecil ini dapat mengakibatkan kerak-kerak pada sebuah aki dan itu semua dapat menghambat aliran rahmat Allah dalam perayaan Ekaristi.

Gereja mengajarkan pada kita agar berpuasa satu jam sebelum komuni. Ini merupakan puasa minimal. Dahulu Misa Kudus selalu dirayakan pada pagi hari dan orang berpuasa (tidak makan dan minum) sejak pukul 24.00. Sampai sekarang ini ada orang-orang yang mewajibkan diri tidak makan apa-apa beberapa jam sebelum komuni. Ini merupakan persiapan untuk menyambut seorang Tamu Agung. Apa yang dikatakan Gereja tentang persiapan menyambut komuni itu merupakan syarat-syarat mendasar. Dengan akal sehat pun dapat dimengerti bahwa kita tidak bisa mendekati komuni begitu saja. Kita harus mempersiapkan diri demi kebaikan kita sendiri karena buah-buah yang kita terima sebanding dengan disposisi/persiapan kita. Semakin baik disposisi kita semakin banyak buah yang akan kita terima.

S. Bernardus Clairvaux mengatakan, “Tuhan akan menyatakan diri kepadamu sejauh kamu menyatakan diri siap untuk menerima Dia.” Jadi, sejauh mana Tuhan akan menyatakan diri pada seseorang tergantung pada kesiapan orang tersebut. Oleh karena itu, seseorang bisa tidak menerima buah apa-apa saat komuni, karena ia kurang iman dan tanpa persiapan.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting