header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Allah dan Bapa Kita

User Rating:  / 2
PoorBest 


Dalam hidup berkeluarga, sebagai anak, kita akan memanggil ayah kita, dengan sebutan bapa, babe, father, daddy, dan sebagainya. Apa kita sungguh mengasihi bapa kita? Apa buktinya? Dengan cara apa? Bagaimana dengan Allah Bapa kita? Kita percaya kepada Allah dan Bapa kita.


1.  Allah yang Hidup

Ketika telah tiba saatnya Allah memilih suatu bangsa untuk mempersiapkan kedatangan Putera-Nya ke dunia, sebagai Penebus dan Penyelamat dunia, Ia telah memilih Abraham untuk menjadi bapak bangsa terpilih. Ketika untuk pertama kalinya Allah menyatakan diri kepada Abraham, Ia menyatakan diri sebagai Allah yang hidup, yang menguasai segala sesuatu. Karena itu pula dengan penuh kewibawaan Ia memanggil Abraham untuk meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke tempat yang akan ditunjukkan-Nya. Abraham pun taat tanpa membantah:

Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (Kej.12:1-4a).

Di situ Allah menyatakan diri sebagai Allah yang hidup, yang menguasai segala sesuatu, seperti yang dinyatakan-Nya dalam panggilan Abraham tersebut. Pertama-tama Ia akan menjadikan Abraham suatu bangsa yang besar dan membuat namanya masyhur, suatu pernyataan bahwa Dialah yang berkuasa. Sebagai Allah yang hidup dan yang berkuasa atas segala sesuatu, Ia akan menjaga, agar rencana-Nya terlaksana pada waktunya. Karena itu Ia akan melindungi Abraham, orang pilihan-Nya, secara istimewa sedemikian rupa, sehingga Ia akan memberkati orang yang memberkati Abraham, yang waktu itu namanya masih Abram, serta mengutuk orang yang mengutuk dia. Namun Abraham dipilih Allah bukan demi diri sendiri, melainkan demi kepentingan seluruh umat manusia: "Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Abraham pun taat dengan segenap hati, bahkan kemudian ketika Allah mencobai dia dan meminta supaya ia mengurbankan anak tunggalnya, Abraham pun tetap taat kepada Allah, karena ia mencintai Allah di atas segalanya, bahkan di atas anaknya sendiri. Dengan ketaatannya Abraham telah menjadi pelaksana rencana keselamatan Allah bagi umat manusia.

Demikianlah sepanjang sejarah keselamatan, hingga hari ini Allah terus-menerus memilih orang-orang yang akan dipakai untuk melaksanakan karya-Nya. Sebagaimana dahulu Abraham, demikian pula di kemudian hari Allah selalu membimbing dan melindungi orang pilihan-Nya sepanjang masa, supaya mereka dapat dipakai-Nya untuk mewujudkan rencana keselamatan-Nya. Karena Allah adalah Allah yang hidup, Dia juga ingin membuat orang-orang pilihan-Nya hidup semuanya.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting