User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

3.  Dibaptis dalam Roh Kudus

Untuk mengerti apa yang dimaksudkan dengan pembaptisan Roh Kudus kita dapat me-lihat apa yang terjadi pada orang-orang yang dibaptis dalam Roh Kudus ini. Kitab Suci juga memberikan beberapa contoh tentang hal ini, misalnya ketika Paulus tiba di Efesus dan bertemu dengan beberapa murid. Setelah berbicara dengan mereka, barangkali Paulus mera-sa bahwa masih ada kekurangan sesuatu pada mereka maka ia pun bertanya: "Adakah kamu telah menerima Roh Kudus ketika percaya?" Dari jawaban mereka itu Paulus tahu bahwa mereka belum menerima Roh Kudus, bahwa mereka belum menjadi orang kristen yang penuh maka ia pun mulai berbicara tentang hal ini: "Ketika mendengar ini, mereka pun dipermandikan dalam nama Tuhan Yesus dan ketika Paulus menumpangkan tangan atas mereka, Roh Kudus turun atas mereka dan mulailah mereka berbicara dalam bahasa roh serta bernubuat" (Kis.19:1-6).

Pada waktu itu mereka tahu bahwa mereka menerima Roh Kudus dan Paulus serta para pengikutnya pun tahu. Hal yang sama kita jumpai pada peristiwa Kornelius (Kis. 10:44-48), pada orang di Samaria (Kis. 8:18). Maka bila seseorang dibaptis dalam Roh Kudus, orang akan tahu hal itu. Juga dewasa ini banyak orang yang mengalami hal yang serupa.

Jadi apakah sesungguhnya arti pembaptisan Roh Kudus ini? Sebenarnya ini bukan lain daripada pengaktifan dan aktualisasi buah-buah Sakramen Pembaptisan dan Krisma, yang sering kali kurang efektif dalam hidup banyak orang. Pembaptisan Roh Kudus ini bukan suatu Sakramen, hanya semacam doa permohonan untuk mengaktifkan rahmat pembaptisan.

Bila rahmat pembaptisan tadi sungguh-sungguh diaktifkan, orang akan mengalami keha-diran Roh Kudus yang sungguh-sungguh berkarya dalam diri-nya. Dan ini dapat merupakan titik tolak suatu hidup baru. Jadi sesungguhnya jelas bahwa pengalaman semacam itu sudah ada sejak semula dalam Gereja, hanya saja banyak orang yang melupakannya. Dewasa ini hal ini diketemukan kembali oleh pembaruan karismatik dengan suatu dimensi yang baru, yaitu dengan suatu kesadaran yang mendalam bahwa hal ini pun terbuka bagi semua orang kristen yang sungguh-sungguh percaya.

Jadi kiranya dapatlah dikatakan bahwa pembaptisan Roh Kudus ini merupakan pelepasan kuasa Roh Kudus yang sudah kita terima dalam Sakramen Pembaptisan dan khususnya dalam Sakramen Krisma. Ini bukan lain dari pengaktifan rahmat pembaptisan.

Apa yang dialami orang pada waktu dibaptis dalam Roh Kudus cukup berbeda-beda. Ada yang mengalami banyak sekali, ada pula yang sedikit. Yang satu merasakan tersentuh dalam sekali, yang lain tidak mengalami apa-apa. Kebanyakan hanya mengalami damai yang men-dalam saja, kasih Allah yang besar. Pengalaman pada waktu itu bukanlah yang terpenting, biarpun dapat menjadi modal yang baik untuk suatu hidup yang baru. Namun yang terpenting ialah perubahan yang dialami orang itu, karena kehadiran Roh Kudus dalam dirinya secara baru. Karena kehadiran baru Roh Kudus ini, terjalin suatu hubungan yang baru antara dia dengan Tuhan.

Bila seseorang dibaptis dalam Roh Kudus, Roh Kudus menim-bulkan perubahan besar dalam dirinya, yang satu lebih dari-pada yang lain. Hidupnya men-jadi berbeda, karena hubungan-nya dengan Allah juga berubah. Ia memasuki suatu hubungan baru dengan Allah, mengalami kehadiranNya yang baru pula. Ia juga akan mengalami Roh Kudus yang berkarya dalam dirinya. Perubahan-perubahan ini dapat berupa:

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting