User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kesederhanaan menunjukkan suatu kebajikan yang luhur. Seseorang dikatakan sederhana, jika mau menerima apa adanya dengan kerelaan yang tulus. Ada dua macam kesederhanaan: kesederhanaan lahiriah dan batiniah. Kesederhanaan lahiriah berarti memakai segala sesuatu dengan tidak memandang bulu dan jika pun memakai sesuatu, itu disebabkan karena sesuatu itu sangat dibutuhkan. Kesederhanaan batiniah menyangkut relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Saya akan berusaha dengan bantuan rahmat Allah, untuk merenungkan kesederhanaan batiniah.

Ucapan syukur dan kebahagiaan Tuhan Yesus saat dipenuhi Roh Kudus adalah sebagai berikut: “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, karena segala sesuatu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil (sederhana).” Lalu, apakah saya termasuk di dalamnya? Bagaimana menjadi sederhana di hadapan Tuhan? Mengapa harus sederhana? Masih banyak pertanyaan yang ingin saya renungkan, tetapi jika saya menurutinya maka terbukti bahwa saya belum sederhana.

Apakah yang dimaksudkan dengan orang kecil (sederhana) itu? Sederhana bukan berarti kebodohan, kekanak-kanakan, atau ketidaktahuan. Sederhana itu berlawanan dengan kesombongan, keegoisan atau berlagak sudah tahu segalanya. Sederhana (prajoso) dan kerendahan hati, seumpama dua sisi mata uang. Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Sederhana batiniah adalah hati dan pikiran yang jernih. Hatinya selalu terbuka dan rela dibimbing oleh Roh Kudus. Dalam berdoa, berbicara, ungkapan-ungkapannya sederhana dan tidak menonjolkan ke-aku-annya. Kesederhanaan merupakan jalan Injili.

Apakah saya termasuk orang kecil (sederhana) itu? Dalam hal ini saya masih berusaha dan berdoa supaya Tuhan memberikan rahmat yang saya butuhkan. Menjadi sederhana tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi kecenderungan manusia adalah mencari pujian yang sia-sia dan si setan tidak senang bila kita menjadi sederhana di hadapan Tuhan. Manusia jatuh dalam dosa karena bujukan setan supaya makan buah pengetahuan yang dilarang Tuhan. Benar bahwa setelah makan buah pengetahuan, manusia pertama menjadi tidak sederhana lagi. Terbukti takut kepada Tuhan karena merasa dirinya telanjang (tidak polos), tidak berkata jujur bahwa dirinya berdosa, tetapi mempersalahkan orang lain, mempersalahkan setan dan akhirnya juga mempersalahkan Tuhan: mengapa menempatkan buah terlarang itu di tengah-tengah taman? Selalu berdalih dan mencari pembenaran diri adalah orang yang tidak sederhana. Menjadi sederhana berarti suatu perjuangan hidup. Kesederhanaan identik dengan kesucian.

Bagaimana menjadi sederhana di hadapan Tuhan? Sederhana di hadapan Tuhan berarti: mengakui keterbatasan, kekurangan, kedosaan dan mohon belas kasihan Tuhan. Merendahkan diri, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan tidak akan melupakan dirinya. Tanpa Tuhan hidup saya tak akan berarti apa-apa. Dia adalah pokok anggur dan saya adalah ranting-Nya. Ranting akan hidup dan berbuah bila bersatu dengan pokok anggur yaitu Tuhan Yesus. Jadi tidak bisa ranting membanggakan dirinya karena menghasilkan buah. Bila ranting ini sombong dan membanggakan dinnya, maka mulai saat itu ranting itu memisahkan diri dengan pokok anggur. Sudah bisa dipastikan bahwa ranting itu cepat atau lambat akan kering dan buahnya akan busuk dimakan ulat. Saya tidak sederhana di hadapan Tuhan bila merintangi dan menutup hati bagi karya Roh Kudus. Bila saya mengatakan “Ya, apa pun resikonya yang akan terjadi, saya harus siap juga menanggungnya. Karena mengikuti bimbingan Roh Kudus dan menyangkal diri itulah bayaran yang harus saya berikan untuk mendapat mutiara yang berharga. Mutiara itu adalah menjadi sederhana di hadapan Tuhan. Bila saya tidak berani membayar ketiga hal tersebut di atas, untuk mendapat mutiara hanya menjadi kerinduan (mimpi) saja. Apakah saya harus mendapat mutiara? Sebagai orang Kristen saya harus mendapat mutiara bukan hanya merindukan saja. Tuhan sudah memberikan rahmat pengudusan sewaktu pembaptisan dan ini sebagai jaminan yang sangat bernilai. Mengapa jaminan yang bernilai tinggi itu saya sia-siakan? Kita semua sebagai orang Kristen mempunyai jaminan, tergantung apakah kita mau memakainya atau tidak? Terserah anda!

Mengapa harus menjadi Sederhana? Untuk menuju tujuan harus melewati jalannya. Untuk sampai kepada Bapa harus melewati Tuhan Yesus. Untuk mencapai hidup kekal kita harus menjadi sederhana. Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, yang mengambil bagian hidup manusia sederhana. Bahkan Dia yang menciptakan alam seisinya mau merendahkan din, mengosongkan diri, menyederhanakan diri dalam Sakramen Mahakudus. Hal ini merupakan mujizat Tuhan yang sangat besar, oleh karena itu tidak ada dalih (alasan) untuk tidak menjadi sederhana. Jika ingin tetap disebut orang Kristen, pengikut Kristus, hiduplah dalam kesederhanaan di hadapan Allah Bapa dan umat manusia. Amin.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting