User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pengantar

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap tahunnya oleh seluruh umat katolik sedunia untuk menghormati Santa Perawan Maria. Bapa Suci Yohanes Paulus II, almarhum, pernah mengajak seluruh umat beriman untuk berdoa rosario. Beliau mempersembahkan doa rosario tersebut bagi perdamaian dunia dan persatuan seluruh keluarga di dunia khususnya keluarga-keluarga kristiani. 

Pada tahun 2002, Paus Yohanes Paulus IImengeluarkan penambahan peristiwa baru dalam doa rosario selain dari peristiwa-peristiwa yang sudah kita kenal dalam doa rosario. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa cahaya untuk mengenangkan kehidupan Tuhan kita Yesus Kristus ketika ia berkarya dan hidup di dunia ini; untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya di surga, yaitu menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosanya dengan wafat di kayu salib sampai dengan kebangkitan-Nya yang mulia dengan mengalahkan maut. Bersama dengan Maria, kita sebagai umat beriman berdoa untuk keselamatan dunia dari dosa-dosa serta keterpurukan yang saat ini merajalela dan persatuan umat Kristen di seluruh dunia, memohon agar kerajaan-Nya terjadi di dunia ini.

Peristiwa Cahaya dalam Doa Rosario

Pada tanggal 16 Oktober 2002 yang lalu, Sri Paus Yohanes Paulus II merayakan ulang tahun yang ke-24 sebagai Bapa Suci. Pada waktu yang sama Bapa Suci mengeluarkan 2 ketetapan yang menakjubkan yaitu:

  1. Menetapkan bahwa bulan Oktober tahun 2002 sampai bulan Oktober tahun 2003 sebagai Tahun Rosario. Dan beliau meminta kita untuk berdoa rosario bersama Maria untuk perdamaian dunia dan persatuan keluarga-keluarga kristiani.
  2. Perubahan yang jarang terjadi dalam doa rosario karena adanya penambahan peristiwa baru dalam doa rosario, yang disebut Peristiwa Cahaya, yang terdiri dari lima peristiwa dari doa rosario untuk menghormati karya Kristus ketika Ia berada di dunia ini. Sehingga peristiwa-peristiwa rosario yang lama yaitu lima Peristiwa Gembira, lima Peristiwa Sedih, dan lima Peristiwa Mulia ditambah dengan lima Peristiwa Cahaya.

Kelima Peristiwa Cahaya itu adalah:

  1. Pembaptisan di Sungai Yordan Permulaan karya-Nya dan misi-Nya di dunia ini (2Kor 5:21; Mat 3:17).
  2. Perkawinan di Kana Munculnya Yesus untuk pertama kalinya di tengah-tengah dunia dan mukjizat-Nya yang pertama(Yoh 2:1-11).
  3. Yesus Mewartakan Kerajaan AllahPanggilan umum seluruh umat kristiani untuk memperluas Kerajaan Allah di dunia ini(Mrk 1:15; Mrk 2:3-13; Luk 7:47-48; Yoh 20:22-23).
  4. Transfigurasi Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor (Luk 9:35).
  5. Misteri Ekaristi Penghormatan gereja terhadap Misteri Paskah (Yoh 13:1).

Komentar Bapa Suci Yohanes Paulus II terhadap setiap Peristiwa Cahaya:

  1. “Pembaptisan di Sungai Yordan merupakan permulaan dari peristiwa cahaya.” Sri Paus menyatakan: “Disini Kristus merendahkan diri saat dibaptis dengan air oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Dia yang tidak mengenal dosa dibuat-Nya menjadi ‘dosa’ karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2Kor 5:21), dan terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:17), dan Roh Allah turun atas-Nya yang mengandung suatu misi keselamatan umat manusia yang harus Ia laksanakan di dunia ini.”
  2. Peristiwa cahaya yang kedua adalah ditandai dengan Perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11), ketika Kristus mengubah air menjadi anggur dan peristiwa ini membuka hati dan menambah iman para murid.Disini pula kita bersyukur terhadap inisiatif Maria yang mendorong Putranya untuk membuat mukjizat-Nya yang pertama di Kana, dan melalui peristiwa perkawinan di Kana ini, membuktikan Maria sebagai seorang wanita sederhana yang sungguh-sungguh percaya kepada Allah dan ia percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah.
  3. Peristiwa cahaya yang ketiga adalah ketika Yesus memberitakan Injil Allah dan mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, yang merupakan panggilan umum semua umat kristiani untuk mewartakan dan meluaskan kerajaan Allah di dunia ini (bdk. Mrk 1:15). Pengampunan dosa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya (bdk. Mrk 2:3-13; Luk 7:47-48). Permulaan karya-Nya yang penuh dengan belaskasihan yang Ia teruskan sampai akhir dunia ini melalui Gereja-Nya yang satu, kudus, dan apostolik. Kerahiman-Nya dan pengampunan-Nya atas dosa-dosa manusia yang dilimpahkan kepada umat-Nya melalui Sakramen Pengakuan Dosa atau Sakramen Rekonsiliasi yang dipercayakan kepada Gereja (bdk. Yoh 20:22-23).
  4. Puncak dari peristiwa cahaya ini adalah Transfigurasi, yang menurut tradisi Gereja diyakini ketika Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor. Kemuliaan Allah yang terpancar pada wajah Kristus dan terdengarlah cahaya dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (bdk. Luk 9:35) dan persiapan penderitaan Yesus, kebangkitan-Nya yang mulia dan kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
  5. Peristiwa cahaya yang terakhir adalah Misteri Ekaristi, Yesus telah menyerahkan tubuh dan darah-Nya sebagai pengampunan dosa bagi umat manusia. Sekarang oleh Gereja-Nya dilambangkan dengan roti dan anggur dan memberikan suatu kesaksian ‘hingga kekal’ cinta kasih-Nya yang tidak bersyarat kepada umat manusia (lih. Yoh 13:1), yang menjadi keselamatan umat manusia ketika Yesus menyerahkan seluruh hidupnya sebagai kurban cinta kasih, suatu kurban yang lebih luhur dari kurban manapun di dunia ini.

Kapan Doa Rosario dengan Peristiwa Cahaya Didoakan?

Bapa suci meminta agar seluruh umat kristiani mendoakan rosario dengan mengikutsertakan peristiwa cahaya ini. Jika selama ini peristiwa mulia didoakan pada hari Sabtu dan Minggu. Sekarang hari Sabtu didoakan sebagai peristiwa gembira. Alasannya: hari Sabtu merupakan hari istimewa, hari yang dipersembahkan kepada Maria. Dengan merenungkan peristiwa gembira kita menghormati Bunda Maria dengan merenungkan peristiwa ketika Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Maka, peristiwa gembira dipindahkan ke hari Sabtu, sehingga hari Kamis dapat mendoakan Rosario dengan peristiwa cahaya.

Kalau sebelumnya setiap hari Senin dan Kamis mendoakan “Peristiwa Gembira”. Hari Selasa dan Jumat mendaraskan “Peristiwa Sedih”. Hari Rabu, Sabtu, dan Minggu merenungkan “Peristiwa Mulia”. Setelah Bapa Suci Yohanes Paulus II menambahkan Peristiwa Cahaya dalam doa Rosario pada bulan Oktober yang lalu, urutan hari dan cara mendoakannya pun berubah. Hari Senin dan Sabtu dipakai untuk mendoakan “Peristiwa Gembira”; hari Selasa dan Jumat untuk mendaraskan “Peristiwa Sedih” dan hari Minggu untuk mengenangkan “Peristiwa Mulia.” Sehingga hari Kamis ditetapkan oleh Takhta Suci untuk merenungkan “Peristiwa Cahaya”. Untuk lebih jelasnya dapat melihat tabel yang disusun di bawah ini:

Hari                                  Aturan  baru                         Aturan lama

Senin

Peristiwa Gembira

Peristiwa Gembira

Selasa

Peristiwa Sedih

Peristiwa Sedih

Rabu

Peristiwa Mulia

Peristiwa Mulia

Kamis

PERISTIWA CAHAYA

Peristiwa Gembira

Jumat

Peristiwa Sedih

Peristiwa Sedih

Sabtu

Peristiwa Gembira

Peristiwa Mulia

Minggu

Peristiwa Mulia

Peristiwa Mulia

Apakah tanggapan umat beriman terhadap Peristiwa Cahaya yang dikeluarkan oleh Bapa Suci?

Inilah tanggapan umat beriman yang dikumpulkan setelah pengumuman penambahan peristiwa cahaya pada doa Rosario pada bulan Oktober 2002 lalu.

“Saya ingin melayani Allah, Bunda Maria dan seluruh umat Allah.

Saya menerima Peristiwa Cahaya dalam doa Rosario hari Kamis yang lalu. Tidak ada kata-kata yang dapat saya lukiskan tentang keindahan peristiwa baru dari doa Rosario ini. Sungguh mendorong saya untuk terus bertekun dalam doa. Rosario menjadi doa saya setiap hari sehingga saya dapat “berdoa dengan manis”. Saya sungguh mencintainya!! Saya memegang manik-manik rosario dan mengagumi keindahannya ketika saya berdoa. Ketika saya memejamkan mata saya dan merenungkan peristiwa cahaya ini dan membayangkan Bunda Maria menatap saya dengan lembut, rasa-rasanya saya ingin menghabiskan sisa hidup saya dalam sebuah biara untuk menjadi “Pelayan Maria” bagi dunia ini. Saya percaya dari tahun-tahun sejak pertama kali saya berdoa Rosario, Rosario membimbing dan menyentuh saya untuk semakin mengasihi dan mencintai Allah dengan lebih sungguh lagi, akhirnya saya pun hanya berdoa: “Bunda Maria, ingatkan saya untuk berdoa dan melayani Putramu dengan jalan apapun. Ia membimbing saya dalam kehidupan ini.” Dengan berdoa rosario ini saya melayani Allah dan Bunda Maria dan seluruh umat Allah.

Aleta T. (DC)

“Inilah keputusan Bapa Suci yang terbaik.

Bukankah ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi kita. Sejak Paus Pius, kita mengadakan pembaruan dalam Gereja. Saya yakin ini terulang kembali pada Bapa Suci Yohanes Paulus II dengan mengeluarkan peristiwa cahaya dalam doa Rosario.

ILY Mary B. (VA)

“Menjadikan hidup ini sangat berharga.

Peristiwa cahaya dalam Rosario ini mengenangkan lima peristiwa yang sangat menyenangkan! Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan akan simbol-simbol yang indah dan kegembiraan iman kita yang dianugerahkan Tuhan kepada kita dengan tiada terbatas dan khususnya ketika kita mengenangkan Tuhan Yesus yang berkarya di dunia untuk menyembuhkan dan memulihkan hidup kita. Ia membuka mata hati kita kepada kebenaran dan berkat dari sabda-Nya. Sudah selayaknya kita merayakan kelima peristiwa cahaya ini dalam doa rosario! Betapa menggembirakan, membahagiakan jika berdoa rosario, sehingga kita menyadari bahwa hidup itu berharga di hadapan-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita selalu.

Mary S. (IN)

“Setiap orang harus menghormati kelima peristiwa baru ini.

Jika kita menghormati kelima peristiwa cahaya ini pasti sungguh membahagiakan hati kita (sebagaimana saya mengetahuinya ketika saya mulai mendoakannya) ini merupakan inspirasi yang indah dalam hidup saya, dan saya tidak sabar untuk kembali ke rumah dan merenungkan peristiwa-peristiwa cahaya ini.

Maria K. (MS)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14:27).

(Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Serafim Maria, CSE)

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting