User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Beberapa Poin Lain

Sakramen-Sakramen Gereja

Sakramen-sakramen sungguh-sungguh merupakan kekayaan Gereja Katolik yang tak terkatakan, dimana kita bisa mengalami Kristus dalam hidup kita secara nyata, efektif, kelihatan. Misalnya:

Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi adalah salah satu kekayaan dan rahmat luar biasa yang tak tergantikan bagi seorang katolik karena ia menerima Tubuh dan Darah Kristus sendiri. Beberapa ayat Kitab Suci tentang ini: Yoh 6:35.55; 1Kor 10:16;11:27-30; dll. Sebenarnya menyambut komuni sekali seumur hidup saja kita tidak layak.

Sakramen Tobat (Sakramen Pengakuan Dosa)

Sakramen Tobat juga merupakan kekayaan dan rahmat luar biasa dimana seorang katolik mengakukan dosanya dan menerima pengampunan Tuhan secara begitu nyata dan eksplisit. Tidak jarang orang Katolik mengabaikan rahmat dan kesempatan istimewa ini dengan berbagai dalih: “Buat apa mengaku dosa ke romo. Cukup mengaku dosa langsung ke Tuhan”, “Ah, romonya juga manusia … penuh dosa”, dll. Tanpa sadar orang-orang demikian menganggap dirinya lebih pintar dan lebih bijaksana daripada Tuhan Yesus sendiri. Kenapa? Karena, Yesus sendirilah yang mengatakan kepada para rasul, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada"” (Yoh 20:22-23).

Maria, Bunda Allah

“Posisi” Bunda Maria yang istimewa dalam Gereja Katolik juga merupakan rahmat yang tidak kecil bagi seorang Katolik. Bunda Maria yang adalah Bunda Tuhan juga ditentukan Tuhan sendiri untuk menjadi Bunda kita juga:

Melalui mulut Elisabet, Roh Kudus mengajar kita untuk menyebut Maria sebagai “Ibu Tuhan” dan untuk menyadari kerendahan kita di hadapan Maria.

“[…] ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:41-43)

Di atas kayu salib, Yesus pun menyatakan relasi ini: “[…] berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Inilah ibumu!’ “ (Yoh 19:26-27). Yohanes, satu-satunya rasul yang ada di situ, merupakan wakil dari murid-murid Kristus lainnya. Bukanlah hal kecil untuk memiliki Ibu Tuhan yang begitu suci menjadi ibu kita sendiri!

Penutup

Masalah agama pertama-tama adalah masalah kebenaran. Semoga artikel ini memperdalam iman dan motivasi Anda sebagai seorang Katolik.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting