header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Aku Percaya Akan Gereja Katolik

User Rating:  / 17
PoorBest 

Prolog

Mengawali artikel ini, saya ingin mengajak Anda melakukan refleksi kecil dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: “Banggakah Anda menjadi seorang Katolik?” “Apa yang paling Anda banggakan sebagai seorang Katolik?” atau “Apa yang paling Anda banggakan dari Gereja Katolik?”

Beberapa orang menjadi Katolik hanya karena “ikut-ikutan”, sebagian orang lagi menjadi Katolik hanya sekedar untuk mengisi KTP, daripada tidak ada agama, dan masih banyak motivasi tak jelas lainnya. Tidak heran jika seringkali seseorang meninggalkan agama Katolik hanya karena khotbah romo tidak enak, lagu-lagu bikin mengantuk, doa-doa membosankan, atau karena pacar, dll. Jika alasan-alasan atau hal-hal seperti ini yang dijadikan dasar (fondasi) dalam memilih agama, maka alangkah rapuhnya hidup keagamaan dan iman seseorang. Jika ada agama lain yang lagu-lagu atau khotbahnya lebih menarik, ia akan pindah agama lagi. Atau, jika mendapat pacar baru yang beragama lain lagi, ia akan pindah agama lagi.

 Masalah agama bukanlah sekedar masalah lagu enak, khotbah enak, dll. Agama Katolik tidak sedangkal itu. Semoga artikel ini dapat membantu kita untuk melihat fakta-fakta dan kebenaran-kebenaran yang lebih mendalam akan Gereja Katolik sebagai Gereja yang didirikan Kristus sendiri.

Eksistensi dan Persatuan Gereja Katolik

Fakta

Dalam suatu kesempatan seorang non-Katolik mengatakan, “Di seluruh dunia ini tidak ada organisasi yang sekuat Gereja Katolik dalam hal persatuannya.” Sekilas pernyataan ini terdengar sederhana dan sepele, tetapi sebenarnya membawa banyak makna mendalam. Kita bisa tertegun merenungkannya. Betapa mengagumkan persatuan Gereja Katolik! Gereja Katolik di seluruh dunia, bahkan di tempat-tempat terpencil yang tidak termuat di peta karena terlalu kecil, ada persatuan, ada kontak dengan pusat Gereja Katolik di Vatican. Juga, jika kita menghadiri Misa di gereja-gereja Katolik di tempat atau negara-negara lain, kita merasa satu, walaupun tidak mengerti bahasanya.

Kita akan semakin tertegun jika mengingat fakta bahwa Gereja Katolik telah berdiri lebih dari 2000 tahun! Banyak kerajaan besar, kaya, dan jaya dalam sejarah dunia, misalnya Majapahit, Singasari, dll, tetapi akhirnya runtuh juga. Ketakjuban kita semakin besar jika kita ingat bahwa Gereja Katolik 2000 tahun lalu diawali Yesus bersama dengan dua belas “orang sederhana”, bahkan orang-orang yang menurut pandangan dunia adalah “orang-orang kecil, miskin, tidak terpelajar, tidak punya kuasa”. Duabelas orang seperti inilah yang dipilih Yesus menjadi rasul-rasul-Nya.

Tidak cukup kita hanya tertegun di hadapan fakta tentang eksistensi dan persatuan Gereja Katolik. Mari kita renungkan beberapa makna yang bisa diambil dari fakta ini.

Karya Roh Kudus

“Mungkinkah eksistensi dan persatuan Gereja Katolik itu merupakan hasil usaha atau kuasa manusia?” Kiranya kita semua dengan yakin menjawab pertanyaan di atas dengan, “Tidak mungkin.” Yah, coba saja kita mencari orang terpandai, terkuat, terkaya, paling berkuasa dan memintanya mendirikan organisasi yang meliputi seluruh dunia dan bertahan 2000 tahun! Bisakah? Pasti tidak bisa, bukan?

“Mungkinkah eksistensi dan persatuan Gereja Katolik itu merupakan hasil usaha atau kuasa roh jahat?” Tidak mungkin. Roh jahat itu selalu berusaha memecah-belah. Keluarga, organisasi, kelompok doa, gereja, dll. selalu hendak dipecahbelahnya. Sebaliknya, Roh Kudus selalu mempersatukan. Bahwa Gereja Katolik mampu mempertahankan diri terhadap usaha si jahat dan tetap bersatu merupakan bukti karya  Roh Kudus.

Mungkin, ada sanggahan berikut, “Yah, tentu saja roh jahat tidak berusaha memecah belah Gereja Katolik karena Gereja Katolik adalah kerajaannya sendiri. Setan tidak akan menghancurkan dirinya sendiri, bukan?!” Sanggahan ini berdasarkan pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa Gereja Katolik adalah gereja setan, menyembah patung, menyembah berhala, menyembah Maria, dll.

Untuk menjawabnya, mari kita lihat “lulusan-lulusan atau sarjana-sarjana” Gereja Katolik, yaitu para kudusnya. Misalnya Beata Teresa Calcutta, Beato Yohanes Paulus II, Santa Teresia Lisieux, dll. Mereka adalah orang-orang yang dijiwai kasih yang heroik, kerendahan hati mendalam, kerelaan berkorban yang mengagumkan, dan segala macam kebajikan lainnya.  Mungkinkah orang-orang demikian merupakan hasil karya kerajaan setan? “[…] dari buahnya pohon itu dikenal” (Mat 12:33), sabda Yesus.

Masih ada kemungkinan sanggahan lain, “Kalau Gereja Katolik merupakan karya Roh Kudus, kenapa ada banyak orang Katolik, bahkan para religiusnya yang ‘bobrok’ … penuh dosa dan kejahatan?” Kita tidak memungkiri bahwa banyak orang Katolik yang ‘bobrok’, termasuk para religiusnya. Tetapi, “kebobrokan” itu disebabkan mereka tidak sungguh-sungguh menerapkan dan menghayati ajaran-ajaran Gereja Katolik. Hal ini bisa kita umpamakan seperti seorang murid yang, walaupun sekolah di universitas terbaik, tetapi ia malas, sering tidak membuat tugas, tidak belajar, sering bolos kuliah, maka ia tidak akan menjadi sarjana yang baik. Ini bukan salah universitasnya, tetapi salah si murid.

Sebaliknya, santa-santo Gereja Katolik bagaikan murid-murid yang rajin. Mereka sungguh-sungguh menerapkan ajaran Gereja Katolik, maka mereka berkilau-kilau dalam kekudusan dan menghasilkan buah-buah yang baik. Jika benar bahwa Gereja Katolik adalah gereja setan, tidak mungkin akan ada seorang pun pengikutnya yang menjadi kudus karena mengikuti ajarannya!

Jadi, kiranya jelas bahwa eksistensi dan persatuan Gereja Katolik tidak mungkin merupakan hasil usaha atau kuasa dari manusia maupun roh jahat. Eksistensi dan persatuan Gereja Katolik  merupakan kuasa dan karya Roh Kudus!

Seorang non-Katolik dan juga non–Kristen menyatakan hasil pengamatannya. Ia merasa heran bahwa yang disebut-sebut dan diserang oleh aliran/ajaran hitam selalu Gereja Katolik, sedang agamanya, maupun agama lain, tidak disebut-sebut. Misalnya: dalam musik rock, dimana ada “pesan-pesan” untuk bunuh diri, free-sex, dll., ada ungkapan-ungkapan yang menyerang dan memaki Gereja Katolik. Tidakkah hasil pengamatan ini mengungkapkan bahwa Gereja Katolik dianggap musuh besar oleh si jahat? Juga, jika kita mengingat adanya usaha-usaha pencurian Hosti Kudus (hosti yang sudah dikonsekrasi) oleh gereja setan, misalnya untuk misa hitam mereka dimana Hosti itu dihina, dll.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting