User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index


4. Spiritualitas Perayaan Natal

Yang dilihat pada misteri Natal janganlah sekedar aspek kemiskinan dan kerendahan penampilan Tuhan. Semuanya ini memang patut dicontoh, tetapi di atas semuanya itu perlu disadari bahwa misteri Natal memberi kepada kita anugerah untuk menjadi serupa dengan Allah. Kehadiran Tuhan mengarahkan kita untuk terlibat dan berperan serta di dalam hidup ilahi. Spiritualitas Natal adalah Spiritualitas pengangkatan nilai kemanusiaan kita menjadi anak-anak Allah.

Di dalam penghayatan iman tidaklah tepat memandang Allah sebagai “di luar diri kita”, sebab justeru berkat misteri Natal mau dihidupkan kembali Kristus yang selalu berada di dalam diri kita dengan sikap-sikap-Nya yang penuh cinta, setia, sederhana, taat, rendah hati, suci, dan lain sebagainya, yang sekaligus menjadi teladan kita. Santo Leo Agung mengajak umat pada perayaan Natal untuk menyadari diri lagi akan keluhuran kodrat kita sebab dengan turut serta ke dalam kodrat ilahi, kita hendaknya semakin menolak cara dan semangat hidup manusia lama.

Di samping itu aspek eklesial yang perlu mendapatkan perhatian dalah cinta persaudaraan sebab kita semua merupakan satu Tubuh dengan banyak anggota di mana Kristuslah Pemimpinnya. Kegiatan Pastoral selama masa Natal seharusnya dengan tujuan membentuk sikap yang otentik dalam Kristus sebab “hanya dalam misteri Sabda menjadi daging, hidup manusia menemukan cahaya yang benar dan sejati” (GS 22). Dewasa ini pun perayaan Natal hendaknya dilaksanakan secara meriah sebagai perayaan “pengangkatan harga kemanusiaan kita”. “Sesungguhnya Kristus yang adalah Adam Baru mewahyukan misteri cinta Bapa dalam cara manusia sehingga semua orang mengenal Panggilan-Nya yang sangat luhur itu” (GS 22).

 

Penutup

Berdasarkan uraian dan penjelasan Rm. Bosco da Cunha dalam artikel ini, semakin jelaslah pemahaman kita tentang makna Natal dalam Liturgi Gereja. Yang jelas kita tidak hanya sekedar merayakan, mengalami sukacita, berpakaian serba baru dan nyanyian natal yang indah. Namun, perayaan Natal lahir dalam kesatuan dengan Perayaan Paskah di mana Allah yang menjadi manusia dalam Pribadi Kristus menyelamatkan manusia dalam sengsara dan kebangkitan-Nya. Semoga dengan pemahaman yang benar, kita dituntun juga untuk menghayati secara benar pula.

 

Sumber: Bosco da Cunha, Merayakan Karya Keselamatan dalam Kerangka Tahun Liturgi, Yogyakarta: Kanisius, 1992, hlm. 58-64.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting